Berita

Gubrak, Ketua Forum RT/RW Kijang Kota Temukan 1 Kasus DBD

×

Gubrak, Ketua Forum RT/RW Kijang Kota Temukan 1 Kasus DBD

Sebarkan artikel ini
Ket Foto : Tampak Ketua RW 6 Kp Kuala Lumpur, Syafi'i (Topi) sigap mendampingi petugas dalam pemeriksaan lokasi sekitaran tempat tinggal korban DBD.

Alreinamedia.com – Bintan, Kemarin, Ketua Forum RT/RW Kelurahan Kijang Kota, Syafi’i mengaku mendapati kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) dengan total satu orang pasien.

Pada umumnya, Kejadian DBD dapat dikendalikan hingga di seluruh wilayah Provinsi Kepulauan Riau dengan syarat masyarakat memahami program pencegahan. Seperti 3M plus untuk menutup kemungkinan perkembangbiakan jentik menjadi nyamuk.

Perlu diketahui, 3M merupakan singkatan dari menguras wadah yang berisi air, Menutup rapat tempat penampungan air dan memanfaatkan barang bekas yang memiliki nilai ekonomi. Sementara plus merupakan kegiatan tambahan untuk mencegah jentik dan nyamuk berkembang biak.

Semacam memelihara ikan pemakan jentik nyamuk, menggunakan obat antinyamuk, memasang kawat kasa pada jendela dan ventilasi, gotong royong membersihkan lingkungan, periksa tempat-tempat penampungan air, meletakkan pakaian bekas pakai dalam wadah tertutup.

Baca Juga :  Kebiasaan Liburan Ungkap Latar Belakang: Kaya vs. Kelas Pekerja, Kata Psikologi

Kemudian, Memberikan larvasida pada penampungan air yang susah dikuras, memperbaiki saluran dan talang air yang tidak lancar & menanam tanaman pengusir nyamuk.

Syafi’i yang juga sebagai Ketua RW 006 Kampung (Kp) Kuala Lumpur baru-baru ini sudah mendampingi pihak Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bintan melalui tim Puskesmas setempat untuk mengecek kondisi lingkungan tempat tinggal korban.

” Iya, Tepat pada pukul 10.00 Wib sampai setengah dua belas siang hari. Ada sepuluh rumah dari seratus meter radius lokasi kediaman korban, ” Ujar Syafi’i dalam menjawab konfirmasi via komunikasi tatap muka di kawasan Kecamatan Bintan Timur.

Masih sambungnya di daerah Ketua RT 003 Kp Kuala Lumpur belum lama ini, Hasil pemantauan ternyata ada satu warung yang sudah lama tidak mempunyai Septic Tank (Bak kedap air di bawah tanah yang berfungsi menampung dan mengolah limbah kotoran manusia “feses/urine” dari WC secara alami menggunakan bakteri anaerob).

Baca Juga :  50 Kota Prioritas, Seimbangkan Pembangunan Jawa dan Luar Jawa

” Saya sempat mendengar adanya sidak dari tim kesehatan disana. Tentunya berharap secepatnya dilakukan Fogging mengingat TKP salah satu area padat penduduk, ” Ungkap seorang Aktivis Sosial & Lingkungan Bintan, Lelo Polisa Lubis ikut menambahkan sedikit tanggapan komentarnya, (Alek Juve).