Berita UtamaKepriNatuna

Imam: Persoalan RSUD Natuna Tidak Bisa di Selesaikan, Semudah Membalikan Telapak Tangan

×

Imam: Persoalan RSUD Natuna Tidak Bisa di Selesaikan, Semudah Membalikan Telapak Tangan

Sebarkan artikel ini
dr Imam Syafari (Direktur RSUD Natuna ) foto :Arizki

Alreinamedia.com-Natuna, Banyaknya persoalan yang melanda akhir-akhir ini Terhadap RSUD Natuna, ternyata telah menjadi perbincangan hangat disebagain kalangan masyrakat.

dr.Imam syafari, selaku direktur RSUD Natuna saat dijumpai diruang kerjanya (3/11/22) tidak membantah akan persoalan yang menimpa di RSUD Natuna saat ini. ” Saya tau, banyak hal yang harus dibenahi baik Ketersediaan obat, dan hal yang lain-lainnya. Tentu persoalan ini tidak akan mungkin bisa terpecahkan semudah membalikan telapak tangan, sebab jika mau diselesaikan cepat, tentu akan menghabiskan anggran yang cukup besar.

Maka dari itu pelan-pelan kita selaikan satu persatu, sebab saya tau juga banyak hal yang harus dibenahi oleh Bupati Natuna.Bukan saja hanya RSUD Natuna, tapi infrakstruktur dan Prasarana lainnya yang masih kurang, tentu juga menjadi pemikiran oleh Pimpinan Daerah kita.Maka dari itu sesuai arahan Bupati untuk bisa mengejar bola dan mengambil anggran Pusat, tentu itulah yang harus saya upayakan dan sampaikan ke pada seluruh jajaran saya.

Salah satunya adalah tahun ini, kita mendapat bantuan anggaran banper pusat untuk kegiatan pengadaan alkes ct scan, sebesar kurang lebih 14 M. Harapan kita semoga kedepannya RSUD Natuna juga bisa mendapatkan anggran Pusat yang lain, untuk menyelesaikan persoalan-persoalan yang masih ada. terang Imam

Baca Juga :  Peta persaingan berubah! Klasemen BRI Super League pekan 16 usai Persib tersalip

Mungkin Mas Ari juga tau kemaren persoalan limbah B3, yang sempat disorot oleh awak media kan kami tidak tutup mata saja. Malahan kami upayakan persoalan yang sudah menahun itu, diselesaikan dan alhamdulilah di tahun ini Limbah-limbah tersebut akan segera diselaikan pada tahun ini.

Suryanto Kepala Keuangan Pemkab Natuna

Maka dari itu, kalau boleh saya jujur saya senang akan peran fungsi para awak jurnalis dalam mengkritis kami. Karena dari kritisi itulah yang bisa membuat kami menjadi lebih baik.

Selanjutnya mengenai Dana BLUD mengapa tidak bisa mengacover persoalan-persoalannya yang ada. Ini harus diluruskan bersama, bahwa sejak tahun 2020 yang lalu sejak saya menjabat sebagai direktur dengan adanya recefusing dikarenakan covid, banyak hal-hal seperti pengadaan obat hingga makan minum pasien dicover melalui BLUD bukan dari APBD. Jadi kalau kita paksakan BLUD untuk menyelesaikan barang-barang, hingga fasilitas RSUD yang sudah tidak layak tentu akan menjadi persoalan yang lainnya tegas dr.imam

Baca Juga :  Demi Promosi Kepri, Gubernur Ansar Gandeng IMI

Ditempat berbeda pula surayanto selaku Kepala Keuangan Kabupaten Natuna saat dikonfirmasi diruang kerjanya (3/11/22) membenarkan akan keterbatasan anggaran yang ada pada saat ini.Kita tau Pihak RSUD Natuna melalui dr Imam Syafari sejak tahun 2020 yang lalu, juga pernah mengusulkan hal-hal terkait ruangan Operasi, hingga hal lainya yang perlu diganti yang di paparkan di TAPD, baik dari keuangan maupun Perencanaan di BP3D.

Tetapi karena dizaman itu pada kondisi Covid, hingga terjadi recofusing besar-besaran.Maka hal itu belum bisa dilaksanakan. Sedangkan untuk makan minum pasien dan pemebelian obat ditanggung menggunakan dana BLUD yang dikatakan dr imam, ya itu pun sudah benar menggunakan BLUD bukan dari APBD dan untuk APBD P tahun inilaj, baru dibantu menggunakan APBD dikarenkan minimnya anggaran di RSUD Natuna pungkas Yanto.