Internasional

Iran Tawarkan Mediasi saat Ketegangan Saudi-Houthi Memanas usai Serangan ke Riyadh

×

Iran Tawarkan Mediasi saat Ketegangan Saudi-Houthi Memanas usai Serangan ke Riyadh

Sebarkan artikel ini

Iran menyatakan siap membantu meredakan ketegangan antara Arab Saudi dan kelompok Houthi Yaman setelah eskalasi serangan ke wilayah Riyadh memicu korban jiwa dan kerusakan. Sikap itu disampaikan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi dalam pembicaraan telepon dengan Menteri Luar Negeri Saudi, di mana Teheran mengekspresikan keprihatinan atas meningkatnya konflik di kawasan.

Dalam pernyataan yang diunggah pemerintah Iran di Telegram, Araghchi menilai pendekatan militer hanya akan membuat situasi kian rumit jika solusi politik diabaikan. Ia juga menegaskan bahwa krisis regional tidak bisa diselesaikan lewat jalur senjata. Karena itu, Iran menyatakan kesiapan memberi bantuan yang diperlukan untuk memfasilitasi dialog antara Arab Saudi dan Yaman serta mendorong lahirnya penyelesaian politik.

Baca Juga :  Perempuan Muslim Ini Tantang Putin di Pilpres Rusia

Kontak diplomatik itu muncul di tengah serangkaian serangan Houthi terhadap Arab Saudi. Kelompok tersebut, yang dikenal berafiliasi dengan Iran, selama ini menuduh koalisi pimpinan Saudi melakukan blokade dan serangan udara. Ketegangan terbaru makin menonjol setelah target sipil di Riyadh kembali terkena serangan.

Pada Sabtu, 10 Oktober 2026, Houthi menyerang bandara Saudi di Riyadh dan menewaskan 12 orang. Sehari kemudian, mereka kembali melancarkan serangan ke Bandara King Khalid. Serangan lanjutan itu menewaskan satu orang dan menyebabkan 11 orang lainnya terluka. Otoritas setempat mengidentifikasi korban tewas sebagai warga negara Pakistan.

Pemerintah Saudi menyebut serangan tersebut juga menimbulkan kerusakan pada fasilitas bandara yang masih dalam penilaian. Sebelumnya, otoritas Saudi menjelaskan bahwa dua terminal penumpang terkena proyektil hingga memicu kebakaran. Rangkaian insiden ini memperlihatkan bagaimana infrastruktur penerbangan sipil ikut terdampak langsung oleh konflik yang terus meluas.

Baca Juga :  Respons Kementerian Luar Negeri terkait kapal tanker Iran bawa jutaan barel minyak di perairan RI

Di luar Iran, Turki juga ikut bereaksi keras. Ankara mengecam serangan berulang Houthi terhadap Bandara Internasional King Khalid di Riyadh dan menyampaikan duka kepada Arab Saudi atas korban jiwa. Kementerian Luar Negeri Turki menyebut serangan terhadap warga sipil dan fasilitas sipil sebagai pelanggaran terhadap hukum internasional dan prinsip hukum humaniter internasional. Turki menilai aksi semacam itu mengancam stabilitas kawasan dan harus dihentikan, seraya menegaskan dukungan bagi kedaulatan serta keutuhan wilayah Arab Saudi.