Alreinamedia.com-Natuna,Pernyataan Bupati Natuna beberapa bulan yang lalu, menyebut Salim Group akan membangun pabrik pengolahan kelapa di wilayah Natuna kembali memantik perhatian publik.
Meski disampaikan dengan optimisme tinggi, hingga kini belum ada satu pun aktivitas fisik atau kepastian hukum yang menunjukkan proyek tersebut benar-benar akan berjalan.
Bupati Cen Suilan dalam beberapa kesempatan menyebut bahwa Natuna akan menjadi salah satu titik penting investasi Salim Group dalam sektor agroindustri, khususnya pengolahan kelapa. Namun, pernyataan tersebut dianggap sebagian kalangan sebagai janji politik tanpa landasan realitas yang jelas.
“Sudah terlalu sering masyarakat Natuna diberi harapan tentang investasi besar. Tapi setiap tahun hanya wacana, tak pernah jadi nyata. Kalau memang serius, mana MoU-nya? Mana dokumen AMDAL-nya?” ujar Riko salah seorang warga bunguran timur Sabtu (3/5/25)
Pemerintah daerah sebelumnya menyatakan telah menyiapkan lahan dan mendukung penuh rencana investasi tersebut, namun tidak ada penjelasan rinci soal lokasi pasti, nilai investasi, atau komitmen tertulis dari pihak Salim Group. Bahkan, salah seorang Anggota DPRD Natuna pun, mengaku belum pernah menerima paparan resmi mengenai rencana tersebut.
“Pemerintah jangan terlalu mudah mengumbar janji investasi tanpa kepastian. Ini bukan hanya soal proyek, tapi soal kredibilitas,” ujar riko kembali
Terpisah Ismail salah seorang mahasiswa Natuna saat dikonfirmasi Sabtu 3 Mei 2025 menilai bahwa praktik mengangkat nama nama besar seperti Salim Group dalam pidato kepala daerah bisa menjadi strategi pencitraan, apalagi di tengah minimnya realisasi investasi yang masuk ke Natuna dalam lima tahun terakhir.
“Hati-hati memainkan ekspektasi publik dengan janji investasi. Jika tidak ada follow-up, ini bisa menciptakan distrust jangka panjang terhadap pemerintah daerah,” terang ismail
Masyarakat berharap pemerintah lebih transparan dalam menyampaikan status investasi. Mereka meminta agar semua rencana yang diumumkan di ruang publik harus bisa dipertanggungjawabkan, baik secara administratif maupun realisasi lapangan.
Hingga berita ini diterbitkan awak media ini masih berupaya menghubungi Pihak Salim Group dan Kepala Dinas PTSP Natuna mengenai investasi Salim Grop (Arizki)

















