Fenomena konten kreator yang meniru penampilan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, secara spontan menarik perhatian publik. Aksi ini tak pelak memicu beragam tanggapan, termasuk dari sang gubernur sendiri.
Ajang, Sang Peniru Dedi Mulyadi yang Viral
Sosok di balik aksi cosplay yang mendadak viral ini adalah seorang konten kreator bernama Ajang. Ia secara cermat meniru penampilan Dedi Mulyadi, mulai dari gaya berpakaian khasnya hingga gerak-gerik yang menyerupai sang gubernur. Ajang kemudian aktif membagikan berbagai aksinya yang meniru Dedi Mulyadi di akun TikTok pribadinya, @ajangsdmreal.
Tak disangka, aksi Ajang ini sampai ke telinga Dedi Mulyadi. Alih-alih marah, sang gubernur justru menunjukkan respons yang santai dan penuh apresiasi.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada Kang Ajang, setiap hari berpakaian mirip seperti saya. Terima kasih sudah menjadikan pakaian saya bagian dari pakaian Bapak,” ujar Dedi Mulyadi dalam sebuah unggahan di TikTok @dedimulyaiofficial.
Lebih lanjut, Dedi Mulyadi menyadari bahwa Ajang tidak hanya meniru penampilannya, tetapi juga sering terlihat berkeliling dan memantau kondisi masyarakat di berbagai area, sebuah kebiasaan yang juga sering dilakukan olehnya.
“Kang Ajang ini sering sekali berkeliling di desa, jalan raya, daerah-daerah wisata, produksi pembangunan seperti jalan, jembatan, area wisata, kawasan rest area, dan sejenisnya,” imbuh Dedi Mulyadi, mengapresiasi keseriusan Ajang dalam menirunya.
Harapan Produktivitas untuk Jawa Barat
Meskipun mengapresiasi kreativitas Ajang dalam meniru penampilannya, Dedi Mulyadi memiliki harapan yang lebih besar. Ia berharap Ajang tidak hanya berhenti pada aksi cosplay, tetapi juga dapat berkontribusi lebih produktif bagi masyarakat.
“Saya harapkan, bukan hanya pakaiannya yang harus sama bila ingin mendukung saya, tetapi juga terus bekerja melakukan produksi yang bisa dilihat oleh masyarakat,” ungkap Dedi Mulyadi.
Dedi Mulyadi menjelaskan bahwa “hal-hal produktif” yang dimaksud mencakup berbagai jenis pekerjaan yang memiliki nilai produksi dan dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas.
- Menjadi petani yang berkontribusi pada ketahanan pangan.
- Menjadi nelayan yang menyediakan sumber protein dari laut.
- Menjadi pengusaha yang menciptakan lapangan kerja dan menggerakkan ekonomi.
- Menjadi karyawan industri yang berperan dalam rantai produksi.
- Apapun jenis pekerjaan yang memiliki nilai produksi dan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Misalnya, menjadi petani, nelayan, pengusaha, karyawan industri, apa pun jenis pekerjaannya yang memiliki nilai produksi dan bisa dirasakan manfaatnya bagi kepentingan masyarakat,” ujar Dedi Mulyadi.
Mengajak Masyarakat untuk Kreatif dan Inovatif
Selain memberikan tanggapan personal kepada Ajang, Dedi Mulyadi juga menggunakan momentum ini untuk mengingatkan seluruh masyarakat Jawa Barat akan pentingnya membangun provinsi tersebut dengan semangat kreativitas dan inovasi.
“Apabila ingin Jawa Barat Istimewa, hanya bisa diwujudkan dengan rakyat yang kreatif dan inovatif, tidak suka meminta. Ini yang saya inginkan,” beber Dedi Mulyadi, menekankan pentingnya kemandirian dan inisiatif.
Ia berharap agar Ajang, dan seluruh masyarakat Jawa Barat, terus menghasilkan karya dan kontribusi yang nyata.
“Semoga Kang Ajang, ke depan, bisa terus memiliki produksi yang bisa dilihat oleh warga Jawa Barat. Itu adalah kontribusi bagi pembangunan Jawa Barat,” tandas Dedi Mulyadi, menutup pernyataannya dengan harapan akan kemajuan bersama.
Aksi Ajang ini menjadi pengingat bahwa kreativitas dapat diwujudkan dalam berbagai bentuk, dan apresiasi dari figur publik dapat mendorong individu untuk tidak hanya berkreasi tetapi juga berkontribusi secara nyata. Semangat inilah yang diharapkan Dedi Mulyadi untuk terus tumbuh di kalangan masyarakat Jawa Barat dalam upaya mewujudkan provinsi yang istimewa.

















