Alreinamedia.com-Natuna, Ribuan masyarakat Kabupaten Natuna dari berbagai penjuru daerah yang tersebar dibeberapa kecamatan memadati Mesjid Nurul Falah Kota Ranai
Dari pantaun awak media ini, kegiatan yang berlansung selesai ba’da isya pada hari Jumat (25/4/25) tersebut , sudah dipenuhi lautan jemaah sejak magrib, untuk menanti dan mendengarkan langsung ceramah dari Ustdd Dr. Syafiq Riza Basalamah LC MA di Kota Ranai
Meskipun kedatangan Ustad Dr. syafiq Riza Basalamah LC MA ini, sempat terdengar ada penolakan dari salah satu ormas di Natuna, alhamdulilah saat pelaksanaan berjalan dengan lancar.
Boy Wijanarko selaku sekda Natuna saat memberikan sepatah dua kata sebelum kegiatan dimulai Jumat (25/4/25) mengucapkan salam dari Ibuk Bupati Natuna, karena beliau tidak bisa hadir dalam kegiatan tersebut, sebab sedang dinas keluar kota ujar Boy Sapaan sekda Natuna

“Saya pribadi dan atas nama pemerintah daerah merasa bersyukur dan bangga bisa berada di tengah-tengah Bapak dan Ibu sekalian dalam kegiatan yang sangat mulia ini”
Kajian Islam seperti ini bukan hanya memperkuat keimanan dan ketakwaan kita kepada Allah SWT, tetapi juga menjadi sarana mempererat ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat.
Di tengah kesibukan dunia, kegiatan seperti ini menjadi pengingat, bahwa hidup kita tak lepas dari pertanggungjawaban kepada Sang Pencipta.
Saya yakin, ketika masyarakatnya gemar menuntut ilmu dan mendekat kepada agama, maka keberkahan akan Allah turunkan, baik dalam kehidupan pribadi maupun dalam kehidupan berbangsa dan bernegara Tegas Sekda dalam memberikan sambutan.

Terpisah Wan Abdul Hadad salah satu jema’ah yang hadir dalam kegiatan Tabliq Akabr Ustad Dr. Syafiq Riza Basalamah LC MA jumat (25/4/25) merasa bahagia karena bisa melihat langsung Ulama besar tersebut.
“Kehadiran Ustad Dr Syafiq Riza Basalamah sudah lama jemaah nantikan dan kalau diperkirakan sudah 4 tahun. Kini beliau sudah hadir ditengah-tengah kita,mengisi beberapa kajian islam. Saya sangat terinspirasi dengan kajian malam ini dan semoga acara seperti ini tidak berhenti sampai di sini pungkas Salah satu jemaah wan Abdul Hadad (Arizki)

















