Pencarian Korban Longsor di Bandung Barat: Ribuan Personel Gabungan Fokus Dua Sektor
Hari ketiga operasi pencarian korban bencana tanah longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat, memasuki fase krusial. Tim SAR gabungan yang terdiri dari ribuan personel memfokuskan upaya mereka pada dua sektor utama, yaitu sektor timur dan barat Desa Pasirlangu. Lokasi-lokasi ini diduga kuat menjadi titik di mana para korban yang belum ditemukan tertimbun material longsoran.
Operasi SAR yang Terorganisir
Kepemimpinan operasi berada di bawah arahan langsung Direktur Operasi Pencarian dan Pertolongan Basarnas, Laksamana Pertama TNI Yudhi Bramantyo N.S. Beliau secara pribadi memimpin briefing operasi SAR, memastikan setiap personel dan metode pencarian berjalan secara optimal.
“Hari ini kami fokuskan pencarian di dua sektor,” ujar Laksamana Pertama TNI Yudhi Bramantyo N.S. pada Senin (26/1/2026). “Untuk pencarian menggunakan alat berat, hari ini ada 9 ekskavator yang akan digerakkan untuk melaksanakan pencarian.”
Metode pencarian yang digunakan sangat beragam, mencakup penyisiran manual oleh tim di lapangan, penggunaan alat bantu seperti alkon (alat pendukung operasional), hingga pengerahan alat berat yang krusial untuk memindahkan volume material longsoran yang masif. Sembilan unit ekskavator telah disiagakan untuk mempercepat proses evakuasi dan pencarian korban.
Kekuatan Personel yang Signifikan
Total kekuatan personel yang dikerahkan dalam operasi gabungan ini mencapai angka yang mengesankan, yaitu 2.129 orang. Mereka berasal dari berbagai instansi dan latar belakang, menunjukkan solidaritas dan sinergi dalam menghadapi bencana.
Rincian personel tersebut meliputi:
* Basarnas (Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan)
* TNI-Polri (Tentara Nasional Indonesia – Kepolisian Negara Republik Indonesia)
* Kementerian PUPR (Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat)
* BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana)
* Kementerian Kesehatan
* BUMN (Badan Usaha Milik Negara)
* BUMD (Badan Usaha Milik Daerah)
* Pemerintah Provinsi Jawa Barat
* Berbagai organisasi relawan dan komunitas SAR
“Hari ini juga kami memiliki penambahan kekuatan personel dari Kantor SAR Semarang, Kantor SAR Jogja, Kantor SAR Cilacap dan juga potensi SAR dan relawan dari berbagai organisasi,” tambah Laksamana Pertama TNI Yudhi Bramantyo N.S., menandakan adanya dukungan lintas daerah dalam operasi ini.
Hasil Sementara dan Tantangan Identifikasi
Hingga memasuki hari ketiga operasi SAR, tim gabungan telah berhasil mengevakuasi 25 kantong jenazah. Namun, jumlah tersebut belum mencakup seluruh korban yang diperkirakan masih tertimbun. Sekitar 80-an warga masih dinyatakan hilang dan menjadi prioritas utama dalam pencarian.
Seluruh jenazah yang berhasil dievakuasi segera diserahkan kepada tim Disaster Victim Identification (DVI) untuk proses identifikasi lebih lanjut. Hal ini merupakan prosedur standar untuk memastikan akurasi data korban sebelum pengumuman resmi dan penyerahan kepada keluarga yang berduka.
“Data korban masih menunggu hasil identifikasi DVI. Kami tidak bisa merilis sebelum ada kepastian,” tegas Laksamana Pertama TNI Yudhi Bramantyo N.S., menekankan pentingnya ketelitian dalam proses identifikasi.
Kondisi cuaca menjadi salah satu faktor penentu keberhasilan operasi. Tim SAR sangat berharap cuaca mendukung jalannya pencarian, mengingat medan yang curam dan lapisan lumpur tebal menjadi tantangan signifikan bagi ribuan personel yang bertugas. Keselamatan personel dan efektivitas pencarian sangat bergantung pada kondisi alam yang dihadapi di lapangan.

















