Alreinamedia.com-Natuna, Gelombang kritik dari masyarakat terhadap Wakil Bupati Natuna, Jarmin, makin menguat. Di tengah berbagai persoalan yang membelit daerah, masyarakat mempertanyakan keberanian dan peran aktif Jarmin selaku ketua Partai Gerindra yang dinilai pasif dan terlalu bergantung pada keputusan Bupati.
Sebagai putra asli Natuna, publik berharap lebih. Namun, sejauh ini Jarmin dianggap hanya tampil saat acara seremonial tanpa kontribusi nyata terhadap penyelesaian persoalan rakyat.
“Kita tidak butuh pemimpin yang hanya sekadar mengisi kursi. Kalau hanya diam dan menunggu perintah Bupati, untuk apa ? Wakil Bupati itu bukan tukang ikut, tapi pemimpin yang harus berani ambil sikap,” ucap Tomi salah seorang masyarakat Natuna Jumat (2/5/25)
Tomi menyayangkan, sikap Jarmin yang terkesan tidak punya suara dalam pengambilan kebijakan strategis daerah dalam beberapa agenda salah satunya saat aksi demonstrasi para kontraktor di halaman kantor Bupati
Padahal, krisis keuangan hingga hutang pemerintah daerah dan harga kebutuhan pokok yang terus melonjak, serta perekonomian natuna yang makin melemah, menuntut respon cepat dari para pemimpin.
“Kini malahan kami dengar bawa beberapa kegiatan-kegiatan yang berasal dari aspirasi masyarakat yang telah kami suarakan dalam kegiatan reses Anggota DPRD Natuna, banyak yang tercoret oleh Kebijakan diatas.
Padahal Dalam sistem anggaran partisipatif, pokok-pokok pikiran DPRD bukanlah pelengkap basa-basi, ia adalah mandat konstitusional, bagian dari mekanisme musyawarah pembangunan yang adil dan merata. Maka ketika kepala daerah berani mencoret atau menunda tanpa dasar musyawarah dan perhitungan yang terbuka, itu bukan efesiensi melainkan itu adalah lebih kearah dugaan penyimpangan terang tomi kembali
Selanjutnya tomi juga menyampaikan, jangan sampai jabatan hanya dijadikan formalitas. Warga Natuna butuh pemimpin sejati, bukan boneka politik, jangan malahan Putra daerah yang lebih faham tentang keadaan Natuna dan juga Ketua Partai penguasa saat ini hanya bisa diam.
Masyarakat kini menantikan perubahan sikap dari Jarmin. Harapan besar masih ada, tapi kesabaran rakyat ada batasnya. Sebagai Wakil Bupati, ia punya ruang untuk bertindak, bersuara, dan membuat gebrakan. Jika terus diam dan bersembunyi di balik bayang-bayang Bupati, maka kepercayaan publik akan hilang pungkas tomi kembali (Arizki)

















