Berita UtamaDaerahKepriNatuna

Material Bahan Bangunan Pelabuhan Midai Berserakan, Kuat Dugaan PT. Pilar Atmoko Nusantara Labrak Aturan

×

Material Bahan Bangunan Pelabuhan Midai Berserakan, Kuat Dugaan PT. Pilar Atmoko Nusantara Labrak Aturan

Sebarkan artikel ini
Papan Plank Proyek Pelabuhan Midai yang dikerjakan oleh PT.Pilar Atmoko Nusantara yang diduga lalai dalam sebuah pekerjaan kontruksi (Foto: Arizki/Alreinamedia.com)

Alreinamedia.com-Natuna, Terhendusnya bahan bangunan material Pelabuhan midai di sekitaran pelabuhan kini menjadi perbincangan hangat.

Pasalnya proyek yang menelan anggaran negara dengan nilai Rp 43 milyar, diduga telah lalai dalam hal pengamanan keselamatan diwilayah kerjanya.

Berdasarkan hasil investigasi oleh awak media ini, terlihat disekitaran pelabuhan hingga dikantor syahbandar midai, serta dilahan Negara yang pemanfaatan lokasi lahannya dibawah kewenangan syahbandar midai berserak bahan material PT Pilar Atmoko Nusatara

Padahal dari hasil penulusuran awak media ini seyogaynya proyek yang menelan anggaran hingga 43 Milyar, harusnya telah direncanakan bangunannya yang mana uang tersebut telah tersedia dalam suatu pekerjaan proyek. Tetapi pihak kontraktor seolah tidak membuatnya.

Baca Juga :  Tidak Tepati Janji Kampanye, Wali Kota Dipaksa Pakai Baju Wanita

Rudi salah seorang warga midai saat dikonfirmasi oleh awak media selasa (25/6/24) menuturkan “ Saat saya berada dimidai beberapa hari kemaren, saya melihat bahwa bahan material proyek pelabuhan perintis itu sangat berserakan, sehingga aktifits masyarakat menjadi terganggu terang Rudi

“Lahan digunakannya pun lahan syahbandar pak yang tidak seharusnya dipergunakan, serta pangaman proyeknya pun tidak terlihat dan ditutup yang mana bisa membahayakan masyarakat yang beraktifits sebab diwilyah tersebut ada cafe tempat bersantai warga midai cetus rudi kembali”

Bahan material yang berserakan yang diduga bisa membahayakan masyarakat sekitar karena lokasi terletak diwilayah cafe tempat bersantai masyarakat (Foto: Arizki/Alreinamedia.com)

Selanjutnya salah seorang masyarakat midai yang tidak mau indentitasnya dibuka saat dikonfirmasi senin (24/6/24)!menuturkan bahwa dugaan kepala syahbadar mendapatkan keuntungan dari lahan yang berada dimidai sudah lama tercium aliran punglinya, sebab beberapa cafe yang dbangun merupakan lahan negara yang dikuasai oleh syahbandar. Sehingga beberapa cafe diduga membayar kepada syahbandar dalam hal mencari rezki dilahan tersebut terang H yang tidak mau identitasnya diketahui

Baca Juga :  Heboh Teror, Terowongan Ular di Bawah Pondasi Rumah Warga Keke Tengah

Lantas mungkinkah isu akan dugaan syahbandar ini menerima pungli atas lahan negara itu benar?

Lantas bagaimana landasan PT. Pilar Atmoko Nusantara menjaga keselamatan kerja pada proyek yang saat ini dikerjakan ?

Hingga berita ini diterbitkan awak media ini belum bisa menghubungi syahbandar Midai begitu juga penggung jawab PT Pilar Atmoko Nusantara (Arizki)