NTT

Mewujudkan Merdeka Pangan, Badan Pangan Nasional Pilih NTT Sebagai Penyelenggara

×

Mewujudkan Merdeka Pangan, Badan Pangan Nasional Pilih NTT Sebagai Penyelenggara

Sebarkan artikel ini
Sambutan Gubernur NTT Victor Buntilu Laiskodat, berlokasi di Halaman Kantor Gubernur Prov.NTT, Jln.El Tari, Sabtu 12 Agustus 2023, Pukul 10.37 Wita ( Foto : Marcho/Alreinamedia.com)

NTT – Badan Pangan Nasional / National Food Agency ( NFA ) berkolaborasi dengan Pemprov NTT dan Pemda Kota Kupang menggelar kegiatan yang bertema Sinergi Dan Kolaborasi Mewujudkan Merdeka Pangan.

Kegiatan ini dirangkai bersamaan dengan hari Ulang Tahun Badan Pangan Nasional yg ke – 2.

Kegiatan yang berlangsung di Halaman Kantor Gubernur Prov.NTT, Jln.El Tari, Sabtu 12 Agustus 2023, Pukul 06.00 Wita ini berlangsung cukup meriah dengan dihadiri Gubernur NTT Victor Buntilu Laiskodat dan Kepala Badan Pangan Nasional Arief Prasetyo.

Banyak Rangkaian kegiatan yang dilaksanakan antara lain senam pagi bersama, sarapan bersama dengan menu Bergizi, Beragam Seimbang, dan Aman (B2SA) berbasis pangan lokal Prov.NTT, dan makan telur bersama.

Selanjutnya ada juga penyaluran bantuan pangan, B2SA, Kampanye Bijak Konsumsi Pangan, Cooking Demo, Gerakan Pangan Murah, Festival Kuliner Lokal NTT dan Gelar Pangan Lokal.

Dalam sambutanya, Gubernur NTT Victor Buntilu Laiskodat mengatakan, “Saya sebagai Gubernur ingin menyampaikan bahwa berbicara pangan itu ada 2 hal yaitu selain dari pengetahuan petani, kita di Nusa Tenggara Timur perlu juga alat – alat pertanian”.

“Politik itu mau ribut apapun tidak ada masalah kalau orang kenyang semua, tapi begitu pangannya problem maka satu masalah bisa jadi luar biasa,” Tegas Victor.

Baca Juga :  KPU dan Banwaslu Serap 18,8 T Dana Pemilu, Ini Kata Kemenkeu

Tambah Victor, “pangan itu bukan hanya masalah gizi dan ekonomi saja tetapi juga masalah tentang politik, karena itu setiap pemimpin wajib bicara pangan”.

Gubernur NTT berpandangan dalam sambutannya bahwa ketika berbicara pangan berarti berbicara pupuk, dan yang harus disubsidi itu bukanlah subsidi produk/pupuk, melainkan subsidi Manusianya.

“Saya ingin Badan Pangan Nasional mulai Kampanyekan makan protein paling banyak karena kita memiliki semuanya dan harusnya tidak boleh export,” Ungkap Victor.

“Saya ini makan Kelor, kelor itu salah satu pohon ajaib di dunia, ini bukan dari NTT yang bilang tapi dari WHO yang mengatakannya bahwa kelor adalah Pohon Ajaib yang tumbuh liar di Nusa Tenggara Timur,” Tegas Victor.

Ada 2 cara petani dalam menanam yakni pertama menanam untuk mengisi konsumsi rumah tangga dan yang berikutnya menanam untuk mengisi supplay change.

Ketahanan pangan yang ingin dibuat di NTT adalah ketahanan pangan yang berlandaskan kepada kemandirian dan kedaulatan pangan.

Pangan Nasional seharusnya sudah dibuat sejak Tahun 2012 sesuai Undang – Undang Nomor 18 Tahun 2012, tetapi baru bisa di eksekusi 9 Tahun kemudian.

Baca Juga :  BPJS Ketenagakerjaan NTT Goes to Company Tingkatkan Utilisasi JMO

Di kesempatan lain, kepala Badan Pangan Nasional Arief Prasetyo Mengatakan, “kami perlu jagung dari NTT, kami perlu Sapi dari NTT, kami perlu Ikan dari NTT, kami menunggu semuanya di Jakarta”.

Tambah Arief, “Kami memilih NTT untuk merayakan Hari Ulang Tahun ke-2 Badan Pangan Nasional, kenapa kami pilih NTT, karena NTT ini potensinya luar biasa, potensinya ada tapi perlu kita dorong”.

“Kami sudah buktikan bahwa Badan Pangan Nasional selalu ada di NTT, “jelas Arief

“Untuk Tol laut jangan hanya dari barat ke timur terus, dari NTT kami butuh jagung untuk dikirim ke jawa, ” ujar Arief

Adapun tujuan diselanggarakan kegiatan tersebut adalah agar semua Kalangan dapat berkolaborasi bersama pemerintah dalam rangka penguatan cadangan pangan pemerintah mulai dari Tingkat Pusat, Provinsi, kota/Kab, Hingga sampai ke perorangan.

Tujuan selanjutnya ialah bagaimana agar kita mampu menciptakan stabilisasi pasokan dan harga pangan, dan juga agar pangan dapat tersalurkan secara aman sampai ke seluruh pelosok Negeri.

Penulis: Marcho