Berita Utama

Papua Maju 2025: Catatan Gubernur Fakhiri

×

Papua Maju 2025: Catatan Gubernur Fakhiri

Sebarkan artikel ini

Refleksi Akhir Tahun 2025: Gubernur Papua Paparkan Agenda Prioritas 2026

Pemerintah Provinsi Papua, di penghujung tahun 2025, menggelar sebuah refleksi penting untuk mengevaluasi capaian pembangunan sepanjang tahun dan memaparkan visi serta program prioritas untuk tahun 2026. Acara yang diselenggarakan pada malam tanggal 31 Desember 2025 ini dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk awak media dan pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemprov Papua.

Gubernur Papua, Komjen Pol. (Purn) Matius Derek Fakhiri, dalam sambutannya, menekankan pentingnya evaluasi ini sebagai landasan untuk melangkah ke depan, terutama dalam mewujudkan visi “Papua Cerah”. Ia secara gamblang memaparkan lima agenda prioritas pembangunan yang akan menjadi fokus utama pemerintah provinsi di tahun 2026.

Lima Agenda Prioritas Pembangunan Papua Tahun 2026

Gubernur Fakhiri merinci lima pilar utama yang akan menjadi arah kebijakan pembangunan Papua di tahun mendatang:

  1. Penguatan Tata Kelola Pemerintahan yang Responsif:
    Prioritas pertama ini akan difokuskan pada peningkatan kualitas dan responsivitas Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi Papua. Tujuannya adalah menciptakan birokrasi yang lebih efisien, transparan, dan mampu melayani masyarakat dengan baik.

  2. Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) Papua yang Unggul dan Inklusif:
    Aspek krusial kedua adalah pengembangan SDM. Gubernur Fakhiri secara spesifik menyoroti upaya untuk menekan angka kematian ibu hamil dan bayi yang disebabkan oleh keterbatasan atau kegagalan pelayanan medis di rumah sakit. Untuk mengatasi isu ini, pemerintah provinsi akan meluncurkan program “Keluarga Sehat dan Ibu Hamil” atau yang dikenal sebagai “Kartu Kasih”.

    Selain itu, pembangunan kesejahteraan sosial akan terus digalakkan melalui berbagai program, seperti:
    * Jaminan Lanjut Usia.
    * Pembangunan dan rehabilitasi rumah layak huni, dengan prioritas pada masyarakat yang tinggal di wilayah pesisir.
    * Pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak, yang menjadi fokus penting dalam upaya menciptakan masyarakat yang adil dan setara.

  3. Pemantapan Keamanan dan Kedamaian yang Harmonis:
    Program ketiga berfokus pada penciptaan lingkungan yang aman dan damai di seluruh wilayah Papua. Ini mencakup peningkatan partisipasi masyarakat dalam setiap proses pembangunan, serta pembinaan politik dan demokrasi yang sehat guna menjaga stabilitas daerah.

  4. Penguatan Ekonomi Inklusif Berbasis Potensi Lokal:
    Sektor ekonomi akan digenjot melalui penguatan ekonomi yang inklusif dan memanfaatkan potensi lokal yang melimpah. Beberapa program unggulan dalam pilar ini meliputi:

    • Program “Cetak Sawah” seluas 5.380 hektar.
    • Penyediaan sarana dan prasarana pendukung, seperti gudang produksi, alat pasca panen padi, dan alat mesin pertanian (Alsintan).
    • Penyiapan benih padi unggul.
    • Perluasan areal perkebunan kelapa sawit seluas 5.000 hektar.
    • Pengembangan sektor peternakan, khususnya ayam petelur dan pedaging, termasuk pembangunan pabrik pakan dan budidaya sapi.

  5. Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal:
    Prioritas kelima adalah upaya percepatan pembangunan di daerah-daerah yang masih tertinggal. Hal ini akan dicapai melalui:

    • Pembangunan infrastruktur yang merata.
    • Perluasan jangkauan dan peningkatan mutu moda transportasi darat, laut, dan udara untuk menciptakan konektivitas wilayah yang berkualitas.
    • Pengembangan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi melalui pembangunan Kawasan Berikat dan Kawasan Industri.
    • Penataan Bandara Sentani agar dapat berfungsi sebagai bandara internasional.
Baca Juga :  Danlantamal IV Kunjungan Kerja Ke Lanal Dabo Singkep

Apresiasi dan Ajakan Persatuan

Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Fakhiri juga menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada Pemerintah Pusat di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo. Perhatian yang diberikan melalui program-program strategis nasional seperti “Makan Bergizi Gratis” (MBG), program pembangunan 3 juta rumah, Koperasi Merah Putih, cek kesehatan gratis, pembangunan rumah sakit vertikal, dan sekolah rakyat, dinilai sangat menyentuh masyarakat Papua dan diharapkan dapat mempercepat pembangunan serta meningkatkan kesejahteraan.

Menutup refleksinya, Gubernur Fakhiri mengajak seluruh masyarakat Provinsi Papua untuk senantiasa merawat persatuan dan kebersamaan. “Ini merupakan modal dasar kita untuk mewujudkan Papua Cerah,” tegasnya. Ia juga mengajak masyarakat untuk mensyukuri karunia Tuhan, menikmati tanah Papua yang subur, dan bekerja keras demi kemajuan tanah tercinta.

Baca Juga :  Kabar Gembira, 1 Lagi Grand Opening SPPG Dapur MBG di Kijang Kota

“Demikian beberapa hal yang dapat saya sampaikan sebagai refleksi Pembangunan Papua atas nama Pemerintah Provinsi Papua, saya juga mengucapkan selamat tahun baru dan Tuhan Yang Maha Esa memberkati setiap langkah kita semua dan memberkati Tanah Papua untuk menyambut tahun baru 2026,” tandasnya.

Gubernur Fakhiri menutup pidatonya dengan sebuah pantun yang menyentuh:
“Matahari terbit di ufuk timur, Cahaya terang menyapa manis, Papua Cerdas Rakyatnya Makmur, hidup Sejahtera dan harmonis, Cahaya senja menutir akhir tahun 2025, yang berlalu sebagai cermin berbenah diri dan jaga Papua dengan hati, kerja dan ilmu kita serta songsong 2026 penuh harapan baru untuk berkarya, sekian dan terimakasih.”