Polewali Mandar Rayakan HUT ke-66: Kilas Balik Sejarah dan Apresiasi Para Pendahulu
Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-66 Kabupaten Polewali Mandar (Polman) diselenggarakan dengan meriah di Gedung Gadis, Polewali. Acara puncak yang berlangsung pada Senin, 29 Desember 2025, diawali dengan agenda penting berupa rapat paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Polman. Momen bersejarah ini dimeriahkan dengan penayangan film dokumenter yang mengulas perjalanan panjang pembentukan Polman, serta menampilkan profil para bupati yang pernah memimpin daerah ini dari masa ke masa, hingga bupati yang menjabat saat ini, H. Samsul Mahmud.
Acara yang dipusatkan di Gedung Gadis, Jalan Ratulangi, Kelurahan Pekkabata, Kecamatan Polewali, Kabupaten Polman, dihadiri oleh berbagai kalangan pejabat daerah, mulai dari Bupati, jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), hingga tokoh masyarakat. Suasana khidmat namun penuh semarak terasa tatkala seluruh undangan mengenakan pakaian adat khas daerah, menunjukkan kebanggaan dan penghormatan terhadap warisan budaya lokal. Kehadiran Wakil Gubernur Sulawesi Barat, Salim S. Mengga, beserta anggota DPRD Sulbar, Samsul Samad, turut menambah makna pentingnya perayaan ini.
Setelah pembukaan rapat paripurna, perhatian para hadirin tertuju pada layar lebar yang menayangkan film dokumenter. Film tersebut mengisahkan secara mendalam sejarah perjuangan dan pembentukan Kabupaten Polewali Mamasa (Polmas) pada masa awal pendiriannya. Narasi visual yang disajikan membawa penonton menelusuri jejak para pemimpin yang telah mendedikasikan diri untuk kemajuan Polman.
Jejak Kepemimpinan: Para Bupati Polewali Mandar dari Masa ke Masa
Perjalanan panjang Kabupaten Polman tidak lepas dari peran para pemimpinnya. Film dokumenter tersebut memaparkan daftar para bupati yang pernah mengemban amanah, memberikan gambaran evolusi kepemimpinan di daerah ini:
- Hasan Mangga: Menjabat sebagai Bupati Polmas pertama periode 1960-1979.
- Letkol H. Abdullah Madjid: Melanjutkan estafet kepemimpinan pada periode 1979-1980.
- Drs. A. Samad Syaib: Memimpin daerah pada periode 1980-1990.
- Purn. S. Mengga: Menjabat dari tahun 1990 hingga 1995.
- Drs. H. Andi Kube Dauda: Memimpin dalam kurun waktu 1995-1996.
- Drs. H. Tajuddin Noer: Mengemban tugas pada periode 1995-1998.
- Kol. H.A. Saad Pasilong: Melanjutkan kepemimpinan dari 1998 hingga 2003.
- H. Hasyim Manggabarani: Menjabat pada periode 2003-2004.
- Drs. H. Syahrul Syahruddin, MS: Memimpin selama periode 2004-2013.
- Drs. Ali Baal Masdar, M.Si: Menjabat sebagai Bupati Polman periode 2004-2013.
- H. Mujirin M. Yamin, SE., M.Si: Melanjutkan estafet kepemimpinan dari 2013-2018.
- H. Andi Ibrahim Masdar: Memimpin daerah pada periode 2018-2024.
- H. Samsul Mahmud: Bupati yang menjabat saat ini, didampingi oleh Wakil Bupati Andi Nursami Masdar.
Refleksi Sejarah, Persatuan, dan Penghargaan kepada Pendahulu
Dalam pidato sambutannya, Ketua DPRD Polman, Fahry Fadli, menekankan pentingnya peringatan HUT ke-66 ini sebagai momentum untuk melakukan refleksi diri. “Ini adalah momentum untuk merefleksikan sejarah, melihat kembali sejarah perjuangan berdirinya Kabupaten Polman,” ujar Fahry Fadly. Ia menambahkan bahwa refleksi sejarah pembentukan Polman harus menjadi bahan penguat persatuan bagi pemerintah daerah saat ini, serta menjadi landasan dalam upaya pembangunan daerah.
Menurutnya, persatuan dan kesamaan visi merupakan elemen krusial dalam mendorong kemajuan daerah dan mewujudkan kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu, sudah sepatutnya seluruh elemen masyarakat memberikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada para pendahulu yang telah berjasa dalam membangun Polman hingga mencapai kondisi saat ini, termasuk dalam melestarikan berbagai warisan budaya yang telah diwariskan.
Fahry Fadly juga mengingatkan bahwa bertambahnya usia Kabupaten Polman seiring dengan peringatan HUT ke-66 ini, juga menandakan adanya tanggung jawab yang semakin besar. Tanggung jawab ini mencakup upaya untuk terus menjaga dan meningkatkan kemajuan daerah, serta memastikan kesejahteraan masyarakatnya. Semangat kebersamaan dan penghargaan terhadap sejarah diharapkan dapat terus membimbing Polewali Mandar menuju masa depan yang lebih gemilang.

















