Pemerintahan

Profil Widi: Eks Ajudan Jokowi, Kini Panglima Baru

×

Profil Widi: Eks Ajudan Jokowi, Kini Panglima Baru

Sebarkan artikel ini

Perombakan Jabatan di TNI: Letjen Widi Prasetijono Dimutasi, Ratusan Perwira Tinggi Ikut Berganti

Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI), Jenderal Agus Subiyanto, telah menerbitkan keputusan penting yang melibatkan mutasi dan rotasi terhadap 187 perwira tinggi di lingkungan TNI. Salah satu nama yang menjadi sorotan adalah Letnan Jenderal Widi Prasetijono, mantan ajudan Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo. Keputusan ini tertuang dalam Surat Keputusan Panglima TNI Nomor Kep/1664/XII/2025 yang dikeluarkan pada tanggal 15 Desember 2025, mengenai pemberhentian dan pengangkatan dalam jabatan di lingkungan TNI.

Letjen Widi Prasetijono, yang sebelumnya mengemban tugas sebagai dosen tetap di Universitas Pertahanan, kini dipindahkan menjadi Staf Khusus Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), Jenderal TNI Maruli Simanjuntak. Muncul spekulasi di kalangan publik bahwa mutasi ini berkaitan dengan dugaan keterlibatan Widi dalam kasus hukum yang sedang ditangani oleh Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah.

Namun, pihak TNI Angkatan Darat (AD) tidak memberikan konfirmasi secara gamblang mengenai kebenaran informasi tersebut. Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Darat (Kadispenad), Kolonel Inf. Donny Pramono, saat dihubungi pada Senin, 29 Desember 2025, menyatakan, “Terkait mutasi Letjen TNI Widi Prasetijono, hal tersebut merupakan bagian dari kebijakan organisasi yang ditetapkan melalui Keputusan Panglima TNI. Sehingga TNI AD tidak dalam posisi memberikan penjelasan mengenai dasar pertimbangan mutasi tersebut.”

Kolonel Donny menyarankan agar permintaan klarifikasi lebih lanjut diajukan kepada Markas Besar TNI, yang memiliki kewenangan dalam proses mutasi dan rotasi perwira tinggi. Ketika dikonfirmasi mengenai alasan di balik mutasi Letjen Widi, Kepala Pusat Penerangan TNI, Mayor Jenderal Freddy Ardianzah, mengarahkan pertanyaan tersebut kembali kepada TNI AD. “Silakan ditanyakan langsung Kadispenad ya, karena beliau jabatannya Staf Khusus KSAD,” ujar Mayjen Freddy pada Senin, 29 Desember 2025.

Baca Juga :  Belitung Timur: Kolaborasi DPR & KLH Galakkan Pilah Sampah

Dalam keterangan tertulis sebelumnya, Mayjen Freddy menjelaskan bahwa perombakan jabatan perwira tinggi ini merupakan bagian integral dari sistem pembinaan personel di lingkungan TNI. Dari total 187 perwira tinggi yang dimutasi, rinciannya adalah sebagai berikut:
* TNI Angkatan Darat (TNI AD): 109 perwira
* TNI Angkatan Laut (TNI AL): 36 perwira
* TNI Angkatan Udara (TNI AU): 42 perwira

Rotasi ini mencakup berbagai posisi strategis di ketiga matra TNI. Tujuannya adalah untuk memperkuat struktur organisasi, meningkatkan efektivitas kepemimpinan, serta menjaga kesiapan operasional TNI secara berkelanjutan demi menghadapi tantangan keamanan nasional.

Profil Singkat Letjen Widi Prasetijono

Sebelum menjalani mutasi ini, nama Letjen Widi Prasetijono sempat mencuat terkait dengan dugaan kasus tindak pidana pencucian uang. Kasus ini dilaporkan melibatkan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kabupaten Cilacap, yakni PT Cilacap Segara Artha, yang diduga menyebabkan kerugian negara sebesar Rp 237 miliar.

Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah, Arfan Triono, pada Senin, 1 Desember 2025, membenarkan adanya pemanggilan terhadap mantan Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) IV/Diponegoro tersebut untuk menjalani pemeriksaan. “Iya hari ini dilakukan pemeriksaan terhadap yang bersangkutan,” ujar Arfan.

Baca Juga :  President Jokowi Orders Foreign Ministry, Ambassador to Help Returning W. Java Governor’s Son Body

Karier militer Widi Prasetijono terbilang cemerlang. Ia mulai dikenal luas ketika ditugaskan sebagai ajudan Presiden Joko Widodo pada periode 2015-2016. Sebelum itu, saat Joko Widodo masih menjabat sebagai Wali Kota Surakarta, Widi juga telah bertugas di kota tersebut sebagai Komandan Komando Distrik Militer (Dandim) 0735/Surakarta.

Setelah tidak lagi menjadi ajudan presiden, Widi meniti karier di berbagai jabatan penting, antara lain sebagai Komandan Resimen Induk Kodam (Danrindam) III/Siliwangi, Komandan Komando Resor Militer (Danrem) 074/Warastratama, dan Danrem 091/Aji Surya Natakesuma.

Pada bulan April 2020, lulusan Akademi Militer (Akmil) tahun 1991 ini dipromosikan menjadi Kepala Staf Kodam (Kasdam) IV/Diponegoro dengan pangkat Brigadir Jenderal.

Pria kelahiran 4 Juni 1971 ini kemudian mencatat sejarah sebagai Komandan Jenderal (Danjen) Komando Pasukan Khusus (Kopassus) dengan masa jabatan tersingkat. Ia menjabat posisi tersebut dari 21 Januari hingga 25 Maret 2022, atau selama 53 hari.

Selanjutnya, Widi ditunjuk sebagai Pangdam IV/Diponegoro, Jawa Tengah, pada periode 2022-2023, menggantikan Mayjen Rudianto. Pada tanggal 24 Desember 2023, Widi dilantik menjadi Panglima Komando Pembina Doktrin, Pendidikan, dan Latihan Angkatan Darat (Pangkodiklatad). Lulusan Akmil 1993 ini kemudian meraih pangkat Letnan Jenderal pada 4 Januari 2024.