Meningkatkan Kesejahteraan Petani: Kunci Pembangunan Deli Serdang Berkelanjutan
Sektor pertanian memegang peranan krusial dalam mewujudkan visi “Deli Serdang Sehat”. Visi ini tidak hanya berfokus pada kesehatan masyarakat secara umum, tetapi juga secara spesifik menitikberatkan pada kesejahteraan para petani dan seluruh elemen masyarakat yang bergantung pada sektor produksi pertanian. Kesejahteraan petani, sebagaimana diutarakan oleh Wakil Bupati Deli Serdang, Lom Lom Suwondo SS, diukur dari kemampuan mereka untuk memiliki sumber produksi yang kuat dan menghasilkan panen yang melimpah.
Peningkatan produktivitas pertanian telah menjadi bukti nyata dari upaya yang dilakukan. Sebagai contoh, sektor pertanian padi yang sebelumnya hanya mampu menghasilkan rata-rata 6,5 ton per hektare, kini telah melonjak hingga mencapai 8,5 ton per hektare. Prestasi ini tidak dicapai secara instan, melainkan merupakan hasil dari kombinasi berbagai faktor penting. Pengalaman bertani yang mumpuni, praktik perawatan tanaman yang baik dan konsisten, pemilihan bibit unggul yang cermat, serta adopsi teknologi pertanian modern, semuanya berkontribusi signifikan terhadap peningkatan hasil panen ini.
Wakil Bupati menekankan bahwa kenaikan produksi secara langsung berbanding lurus dengan peningkatan pendapatan petani. Pemerintah daerah berkomitmen untuk terus hadir dan memberikan dukungan nyata bagi para petani. Dukungan ini diwujudkan melalui penyediaan berbagai bantuan alat dan mesin pertanian. Tujuannya adalah untuk membantu para petani dalam menghemat waktu, tenaga, serta menekan biaya produksi yang seringkali menjadi beban.
Pemanfaatan teknologi modern dalam sektor pertanian kini menjadi sebuah keniscayaan. Alat-alat seperti hand tractor, rice transplanter, bahkan hingga penggunaan drone pertanian, menjadi indikator bahwa sektor pertanian di era modern terus berkembang pesat, mengikuti arus kemajuan zaman. Lom Lom Suwondo menambahkan bahwa di masa lalu, kegiatan tanam padi bisa melibatkan hingga 25 orang pekerja yang bekerja secara gotong royong. Namun, dengan adanya bantuan alat modern, kini pekerjaan tersebut dapat diselesaikan hanya dengan satu orang. Tren ini menunjukkan bahwa masa depan pertanian akan semakin mengarah pada efisiensi dan kemodernan.
Dampak Kesejahteraan Petani Terhadap Pembangunan Daerah
Kesejahteraan para petani tidak hanya berdampak pada kehidupan mereka secara individu, tetapi juga memiliki efek domino yang positif terhadap pembangunan daerah secara keseluruhan. Peningkatan pendapatan dan hasil produksi pertanian yang signifikan akan berujung pada peningkatan penerimaan pajak daerah. Dana yang terkumpul dari sektor pertanian ini kemudian akan dikembalikan kepada masyarakat dalam bentuk pembangunan infrastruktur yang lebih baik, serta peningkatan sarana dan prasarana pertanian.
“Kami memiliki aspirasi yang kuat agar petani di Deli Serdang dapat mencapai tingkat kesejahteraan yang optimal. Mereka harus mandiri, sehat, dan mampu menjalankan usaha pertanian secara berkelanjutan. Tidak ada kata lain, petani Deli Serdang harus sejahtera,” tegas Wakil Bupati, menunjukkan komitmen teguh pemerintah daerah terhadap sektor ini.
Tumpang Sari: Inovasi Pertanian yang Menguntungkan
Di tengah-tengah kegiatan panen timun tersebut, Martin Ginting, seorang pemilik lahan sekaligus anggota Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Makmur Sejahtera, memaparkan lebih detail mengenai potensi pertanian di wilayahnya. Ia menjelaskan bahwa luas lahan timun yang dipanen saat itu mencapai sekitar 2.000 meter persegi, atau setara dengan lima rante.
Menariknya, Martin mengungkapkan bahwa satu siklus tanam timun dapat menghasilkan panen hingga 25 kali. Hal ini menunjukkan potensi pendapatan yang berkelanjutan dari satu kali penanaman. Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa di lahan yang sama, mereka juga mengimplementasikan metode tumpang sari dengan menanam cabai merah. Kombinasi ini tidak hanya memaksimalkan pemanfaatan lahan, tetapi juga berpotensi meningkatkan diversifikasi pendapatan petani.

Bantuan Pemerintah untuk Mendukung Kemajuan Pertanian
Sebagai bentuk nyata dukungan pemerintah daerah terhadap sektor pertanian, pada kesempatan tersebut, Wakil Bupati turut menyerahkan berbagai bantuan penting. Bantuan ini diberikan kepada beberapa kelompok tani untuk mendukung kegiatan operasional dan peningkatan produktivitas mereka.
Rincian bantuan yang diserahkan meliputi:
- Satu unit traktor roda dua dan satu unit rice transplanter diberikan kepada Kelompok Tani (Poktan) Begawan, yang berlokasi di Desa Medan Krio.
- Satu unit traktor roda dua dan satu unit rice transplanter juga diserahkan kepada Poktan Serayu, yang juga berada di Desa Medan Krio.
- Enam unit handsprayer diserahkan kepada Poktan Arih Ersada di Desa Serba Jadi.
- Bibit jagung hibrida diberikan kepada Poktan Glorya.
- Bibit sayur-sayuran dan pupuk kompos diserahkan kepada Gapoktan Makmur Sejahtera.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh sejumlah pejabat penting, antara lain Direktur Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Medan, Nurliana Harahap SP MSi; Kepala Dinas Pertanian, Erlinasari SP MM; Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM), Dr Dra Hj Miska Gewasari MM; Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Rahman Saleh Dongoran SP MSi; Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), Teuku Muhammad Yahya SSos MSi; Camat Sunggal, Danang Purnama Yudha SSTP MSi; Kepala Desa Sunggal Kanan, Ramlan, serta para tokoh masyarakat dan perwakilan petani lainnya. Kehadiran para pemangku kepentingan ini menunjukkan sinergi yang kuat dalam upaya memajukan sektor pertanian di Deli Serdang.

















