Purbaya Menjelaskan Tidak Ada Campur Tangan dalam Pengelolaan Anggaran Daerah
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa akhirnya memberikan penjelasan terkait isu yang beredar mengenai perannya dalam pengelolaan anggaran pemerintah daerah. Dalam acara Sarasehan 100 Ekonom Indonesia yang diselenggarakan oleh INDEF, ia menegaskan bahwa tindakannya selama ini hanya bertujuan untuk memperbaiki sistem keuangan negara, bukan mencampuri urusan daerah.
“Saya cuma perbaiki manajemen keuangan dan cashflow saya perbaiki. Bagian pemerintah yang belanjanya masih lambat, saya himbau. Bukan saya cawe-cawe ya,” ujarnya dengan nada tenang namun penuh keyakinan.
Purbaya juga menegaskan bahwa tujuannya adalah untuk memastikan roda ekonomi tetap berjalan lancar. Ia menjelaskan bahwa beberapa gubernur datang mengeluhkan pengurangan dana transfer ke daerah (TKD) saat dirinya baru menjabat. Namun setelah dicek, ternyata bukan dana yang kurang, melainkan uang yang justru mengendap sebesar Rp230 triliun.
“Kenapa itu enggak dipakai dulu biar ekonominya muter? Tujuannya kan supaya ekonomi kita bisa tumbuh di atas 5,5 persen,” kata Purbaya heran.
Penjelasan Terkait Revisi Dana TKD
Menjawab tudingan bahwa dirinya memangkas dana TKD dalam APBN 2026, Purbaya menjelaskan kronologinya. Ia baru dilantik sebagai Menteri Keuangan pada 8 September 2025, ketika rancangan APBN sudah hampir final.
“Jadi waktu saya jadi Menteri Keuangan kan tanggal 8 September, itu udah hampir setengah diketok ya transfer ke daerah. Jadi bukan saya yang motong transfer ke daerah,” jelasnya.
Selain itu, sehari setelah pelantikannya, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian langsung mengajukan revisi terhadap APBN 2026 dengan usulan kenaikan transfer ke daerah sebesar Rp43 triliun.
“Saya nggak kurangin sepeser pun. Saya cuma tanya, ‘Ya cukup, Pak?’ Kata beliau, ‘Cukup.’ Ya sudah, go ahead,” cerita Purbaya sambil tertawa kecil.
Fokus pada Pergerakan Ekonomi, Bukan Politik Anggaran
Purbaya menekankan bahwa tujuannya sederhana: agar ekonomi tetap bergerak, bukan sekadar memperbaiki laporan di atas kertas. Ia menolak keras anggapan bahwa dirinya tengah memainkan peran politik di balik kebijakan fiskal.
“Yang penting uang rakyat tidak mengendap dan pembangunan terus berjalan,” tegasnya.
Dengan gaya khasnya yang tenang namun tegas, Purbaya menutup pembicaraan di hadapan para ekonom dengan satu pesan singkat namun kuat:
“Saya tidak cawe-cawe. Saya hanya memastikan uang negara bekerja untuk rakyat.”

















