Berita Utama

Ressa Syok Dituding Jadi Penyebab Boikot TV Denada, Mental Terguncang Dengar Iis Dahlia

×

Ressa Syok Dituding Jadi Penyebab Boikot TV Denada, Mental Terguncang Dengar Iis Dahlia

Sebarkan artikel ini

Konflik Denada dan Ressa: Tekanan Psikologis dan Pembelaan yang Memanas

Kasus dugaan penelantaran anak yang melibatkan pedangdut Denada dan Ressa Rizky Rossano, yang mengaku sebagai anak kandungnya, terus memanas. Terbaru, Ressa mengaku merasa tertekan secara psikologis setelah bertemu dengan pedangdut senior Iis Dahlia. Ressa merasa dituduh sebagai penyebab Denada diboikot dari berbagai stasiun televisi akibat konflik yang muncul ke publik.

Ressa Merasa Ditekan oleh Iis Dahlia

Menurut Ressa, pertemuannya dengan Iis Dahlia pada Sabtu (31/1/2026) meninggalkan kesan mendalam yang membuatnya “kena mental”. Ia merasa diteror dan dituduh oleh Iis, yang dianggapnya sebagai teman dekat Denada. Ressa mengungkapkan bahwa Iis Dahlia menyampaikan kekhawatiran terkait kondisi Denada yang dikabarkan tidak lagi mendapatkan tawaran pekerjaan di televisi.

“Intinya aja ya, (kata Iis ke Ressa) ‘bagaimana pun itu masih darah dagingmu’. Ini enggak saya tambahi enggak saya kurangi (Iis bilang lagi ke Ressa) ‘kasihan loh itu diboikot, enggak dapat pekerjaan’,” ujar Ressa, seperti yang disampaikan oleh kuasa hukumnya.

Ressa merasa tidak adil disalahkan atas situasi yang dihadapi Denada. Ia menegaskan bahwa dirinya tidak pernah meminta agar Denada diboikot atau kehilangan pekerjaannya.

Kuasa Hukum Ressa Ungkap Dugaan Intimidasi

Ronald Armada, pengacara sekaligus ipar Ressa, membenarkan adanya tekanan psikologis yang dialami Ressa. Ia merasa kesal melihat Ressa disalahkan atas imbas negatif yang diterima Denada di dunia hiburan.

“Teman-temannya Denada tadi sempat menekan dia (Ressa) secara psikologis, itu tadi saya sedikit jengkel. Dia tadi sempat dikerubungi dan diteror secara psikis menyatakan seakan-akan dia yang salah dalam persoalan ini sehingga Denada tidak mendapatkan pekerjaan karena diboikot,” ungkap Ronald Armada.

Baca Juga :  Harpandi: Dari Komisioner KPU Bangka Barat ke Direktur Perumdam Tirta Sejiran Setason

Ronald secara blak-blakan menyebut nama Iis Dahlia sebagai sosok yang diduga memojokkan Ressa. Menurutnya, Iis Dahlia memberikan kritikan yang terasa seperti tuduhan, seolah-olah Denada mengalami kesulitan finansial karena ulah Ressa.

“Saya tadi udah mau emosi, apalagi siapa itu, Iis Dahlia ya? saya menyebut nama karena memang itu yang terjadi. Dia entah memberikan kritikan membangun, tapi dia memojokkan Ressa seakan-akan gara-gara dia, akhirnya temannya itu (Denada) tidak dapat pekerjaan,” imbuh Ronald.

Perspektif Berbeda dari Iis Dahlia

Menanggapi tudingan tersebut, Iis Dahlia memberikan pandangan yang berbeda. Ia membantah telah menekan Ressa dan mengaku hanya memberikan dukungan kepada Denada sebagai seorang teman. Iis justru merasa senang melihat Ressa kini mendapatkan banyak tawaran pekerjaan.

“Ternyata alhamdulillah dia sekarang banyak berkah, banyak yang ngajakin menawarkan pekerjaan,” ungkap Iis Dahlia usai bertemu Ressa.

Iis bahkan menceritakan bahwa ia sempat mengabari Denada mengenai pertemuannya dengan Ressa. Menurut Iis, Denada turut merasa senang melihat Ressa kini menjadi sorotan publik dan mendapatkan banyak rezeki.

“Aku juga tadi ngomong sama Dena ‘aku tadi ketemu Ressa’. (Kata Denada) ‘alhamdulillah mah dia banyak rezeki’,” imbuh Iis Dahlia.

Meskipun demikian, Iis menegaskan bahwa dirinya tidak ingin ikut campur dalam urusan pribadi Denada dan keluarganya. Ia percaya bahwa setiap masalah pasti akan menemukan solusinya.

“Mudah-mudahan ada solusinya. Pasti nanti ada solusinya. Yang terpenting adalah orang yang enggak tahu jangan sok tahu, biarkan mereka menyelesaikan karena ini urusan pribadi,” ujar Iis.

Baca Juga :  Tahun 2025, Perumda Tirta Nusa Natuna Tergetkan Sumbang PAD

Ressa Merasa Ditelantarkan Selama 24 Tahun

Di tengah konflik ini, kuasa hukum Ressa, Ronald Armada, menyoroti sisi lain dari permasalahan yang dihadapi kliennya. Ia berpendapat bahwa Ressa justru adalah korban penelantaran Denada selama 24 tahun.

Ronald menyindir sikap Iis Dahlia yang terkesan membela Denada. Menurutnya, pihak yang seharusnya dikasihani adalah Ressa, yang diyakini telah dibuang dan tidak dinafkahi oleh ibunya selama bertahun-tahun.

“Sekarang saya, tanya, persoalan Denada tidak mendapatkan pekerjaan dan kemudian susah akibat perbuatan ini itu sejak kapan? Dia (Ressa) ini sudah 24 tahun ditelantarkan, tidak dikasih makan sama ibunya, dibuang, tidak dinafkahi, itu harus dia lihat dong,” tegas Ronald.

Ia juga berharap agar Iis Dahlia dapat bersikap lebih bijak dan imparsial dalam melihat persoalan ini, melepaskan statusnya sebagai teman Denada jika memang ada kesalahan yang dilakukan.

Denada Akui Ressa, Namun Belum Beri Klarifikasi Langsung

Sebelumnya, Denada melalui kuasa hukumnya telah mengakui Ressa Rizky Rossano sebagai anak kandungnya. Namun, hingga kini, Denada belum memberikan klarifikasi langsung kepada publik mengenai isu penelantaran anak yang diangkat oleh Ressa.

Sementara itu, Ressa dan tim kuasa hukumnya berencana untuk melanjutkan pelaporan ke pengadilan negeri terkait kasus dugaan penelantaran anak. Ressa menuntut ganti rugi sebesar Rp7 miliar kepada Denada, yang diduga telah membuangnya selama 24 tahun.

Kasus ini masih terus bergulir, meninggalkan berbagai pertanyaan dan pandangan yang berbeda dari pihak-pihak yang terlibat. Publik pun menantikan kelanjutan dari penyelesaian konflik keluarga ini.