Richa Novisha, istri mendiang Gary Iskak, mengungkapkan bahwa ia masih dalam proses untuk menerima dan mengikhlaskan kepergian suaminya. Gary Iskak meninggal dunia akibat kecelakaan tragis pada 29 November 2025.
“Ya, seperti ini. Saya mencoba untuk berproses, mencoba untuk ikhlas,” ujar Richa Novisha saat ditemui di kawasan Warung Buncit, Jakarta Selatan, pada Jumat (12/12).
Upaya Richa untuk tetap tegar menghadapi cobaan berat ini bukanlah tanpa alasan. Ia memahami bahwa segala sesuatu yang ada di dunia ini, termasuk pasangan hidupnya, adalah titipan dari Tuhan Yang Maha Esa. Oleh karena itu, ia menyadari bahwa ia harus belajar untuk melepaskan dan mengikhlaskan kepergian sang suami.
“Kembali lagi, ini semua adalah titipan Allah. Jadi, mau tidak mau, saya harus terus semangat, harus ikhlas. Hal itu bisa dilakukan, karena ibaratnya Allah sedang meminjamkan (almarhum) lalu Allah mengambilnya kembali. Ini adalah pesan untuk hidup saya,” tutur Richa Novisha dengan penuh keyakinan.
Bagi Richa, berdamai dengan keadaan bukan berarti melupakan kenangan indah bersama almarhum suaminya. Sebaliknya, ini adalah tentang mengikhlaskan kepergiannya sambil terus melanjutkan perjalanan hidup.
“Ya, memang harus berdamai. Karena hidup harus terus berjalan. Saya tidak bisa terus-menerus bersedih, saya harus berjuang demi anak-anak,” tegas Richa Novisha, menunjukkan kekuatan dan tekadnya sebagai seorang ibu.
Ia juga berbagi mengenai cara-cara yang dilakukannya ketika rasa rindu kepada mendiang Gary Iskak muncul. Richa mengaku sering melihat kembali video dan foto-foto almarhum suaminya.
Meskipun ia masih tak kuasa menahan tangis saat kerinduan itu datang, Richa percaya bahwa hal tersebut wajar. Ia menganggap menikmati masa berduka ini sebagai bagian dari proses penyembuhan diri.
“Kalau kangen, saya hanya melihat video-video saja, foto-fotonya. Tiba-tiba menangis lagi, begitulah. Tidak apa-apa, menikmati masa-masa berduka ini sepuas-puasnya. Tidak apa-apa, nikmati saja. Kita manusia, punya rasa emosi,” pungkas Richa Novisha, menerima segala bentuk perasaannya sebagai bagian dari proses berduka yang alami.
Perjuangan Menerima Kehilangan
Kehilangan orang terkasih, terutama pasangan hidup, adalah salah satu cobaan terberat yang bisa dihadapi seseorang. Bagi Richa Novisha, momen ini menjadi titik balik dalam perjalanan hidupnya. Ia tidak hanya harus menghadapi kesedihan mendalam, tetapi juga harus menemukan kekuatan untuk bangkit demi dirinya sendiri dan anak-anaknya.
Proses mengikhlaskan kepergian Gary Iskak digambarkan oleh Richa sebagai sebuah “proses” yang membutuhkan waktu dan kesabaran. Ini menunjukkan bahwa penerimaan terhadap kehilangan bukanlah sesuatu yang instan, melainkan sebuah perjalanan emosional yang kompleks.
Makna Kehidupan dan Kehilangan
Pernyataan Richa Novisha mengenai segala sesuatu yang merupakan “titipan Allah” mencerminkan pandangan hidup yang mendalam. Keyakinan ini menjadi fondasi kuat baginya untuk menghadapi kenyataan pahit. Ia melihat kepergian Gary bukan sebagai akhir segalanya, melainkan sebagai ujian dan pesan dari Tuhan untuk pembelajaran hidupnya.
Konsep “meminjamkan” dan “mengambil kembali” oleh Tuhan memberikan perspektif yang berbeda tentang kepemilikan dan keberadaan. Ini membantu Richa untuk melepaskan rasa memiliki yang berlebihan dan lebih fokus pada penerimaan takdir.
Melanjutkan Hidup dengan Kenangan
Meskipun Richa berupaya keras untuk mengikhlaskan, ia tidak menampik bahwa rasa rindu akan selalu ada. Cara ia mengatasi kerinduan, yaitu dengan melihat kembali kenangan melalui foto dan video, adalah cara yang sehat untuk tetap terhubung dengan almarhum suaminya tanpa terjebak dalam kesedihan yang berkepanjangan.
Menangis saat merindukan adalah respons emosional yang manusiawi. Richa memberikan izin pada dirinya sendiri untuk merasakan kesedihan tersebut, menganggapnya sebagai bagian integral dari proses penyembuhan. Ini adalah pengingat bahwa berduka adalah hak setiap individu, dan tidak ada cara yang “salah” untuk melakukannya.
Kekuatan Demi Masa Depan
Fokus Richa pada “fight buat anak-anak” menyoroti peran pentingnya sebagai ibu tunggal. Kehadiran anak-anak menjadi motivasi utama baginya untuk terus maju dan membangun masa depan yang lebih baik. Ini adalah bukti nyata dari kekuatan cinta seorang ibu yang mampu melampaui kesedihan pribadi.
Perjalanan Richa Novisha adalah inspirasi bagi banyak orang yang mungkin sedang menghadapi kehilangan serupa. Ia mengajarkan bahwa meskipun luka itu dalam, penerimaan, keyakinan, dan cinta terhadap keluarga dapat menjadi sumber kekuatan untuk bangkit dan melanjutkan kehidupan dengan harapan.

















