Aktual

Rp100 Miliar Siaga Atasi Karhutla Kalteng

×

Rp100 Miliar Siaga Atasi Karhutla Kalteng

Sebarkan artikel ini

Kewaspadaan Karhutla Tetap Tinggi di Kalimantan Tengah Meski Musim Hujan

PALANGKA RAYA – Meskipun wilayah Kalimantan Tengah saat ini masih diliputi oleh musim hujan, potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di berbagai daerah tetap menjadi perhatian serius bagi pemerintah daerah. Data terbaru dari Dinas Kehutanan Kalimantan Tengah (Dishut Kalteng) mencatat adanya ratusan titik panas atau hotspot yang terdeteksi dalam beberapa waktu terakhir, meskipun tidak semuanya berujung pada insiden kebakaran.

Kepala Dishut Kalteng, Agustan Saining, mengkonfirmasi bahwa pihaknya memantau sekitar 140 titik hotspot di seluruh provinsi. “Ya, ada sekitar 140 hotspot,” ujar Agustan. Ia menjelaskan bahwa definisi satu hotspot merujuk pada area dengan suhu permukaan yang terdeteksi di atas 40 derajat Celsius.

Setiap titik hotspot ini, menurut Agustan, memiliki cakupan area sekitar 200 meter persegi. Namun, penting untuk dicatat bahwa tidak semua deteksi hotspot berarti telah terjadi kebakaran lahan. Hasil pengecekan langsung di lapangan menunjukkan bahwa hanya sebagian kecil dari titik-titik tersebut yang benar-benar mengalami kebakaran.

“Dari hasil pemantauan kita di lapangan, tidak semua hotspot itu adalah kebakaran. Tapi memang ada sekitar 2 sampai 5 persen yang terjadi kebakaran,” ungkap Agustan. Ia menegaskan bahwa insiden kebakaran yang terdeteksi sejauh ini berhasil diantisipasi dan ditangani sejak dini oleh petugas di lapangan.

Baca Juga :  Klaim Jaminan Sosial Melonjak, BPJS Ketenagakerjaan NTT Bayarkan Rp136 Miliar Sepanjang 2025

Agustan memastikan bahwa hingga saat ini, belum ada laporan kebakaran yang terjadi di kawasan hutan lindung atau hutan produksi. Kebakaran yang terdeteksi lebih banyak terjadi di area non-hutan. “Untuk hutan, saat ini belum ada kebakaran. Yang terbakar itu lebih ke wilayah pekarangan, kebun-kebun masyarakat, semak-semak atau belukar di belakang rumah warga, dan itu sudah kita bantu pengamanannya,” jelasnya.

Upaya Kesiapsiagaan dan Pengendalian Karhutla

Untuk mengantisipasi dan mengendalikan potensi karhutla, Dinas Kehutanan Kalimantan Tengah telah menyiagakan ratusan personel yang tersebar di seluruh wilayah provinsi. Kesiapan ini mencakup unit-unit di Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) dan juga personel di tingkat provinsi.

  • Personel di KPH: Terdapat sekitar 15 personel di setiap KPH. Dengan total 18 KPH yang ada di Kalimantan Tengah, jumlah personel yang disiagakan di tingkat ini mencapai kurang lebih 280 orang.
  • Personel di Tingkat Provinsi: Selain itu, ada pula sekitar 40 personel di tingkat provinsi yang terus dimantapkan kesiapannya untuk mendukung upaya pengendalian karhutla.

Agustan menambahkan bahwa upaya pengendalian karhutla ini juga didukung oleh anggaran yang bersumber dari berbagai pos serta lintas instansi. “Kalau anggaran, itu gabungan dengan BPB-PK (Badan Penanggulangan Bencana dan Penyelamatan Kebakaran), kemudian UPT-UPT (Unit Pelaksana Teknis), kurang lebih totalnya sekitar Rp100 miliar untuk keseluruhan Kalimantan Tengah,” papar Agustan.

Baca Juga :  Tiket Mudik Lebaran 2026: 131.756 Ludes, Sisa Berapa?

Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah juga memberikan dukungan anggaran kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan pengendalian karhutla. “Karena kita juga supporting dana BPBD untuk kegiatan pengendalian karhutla,” pungkasnya.

Imbauan kepada Masyarakat

Meskipun kondisi cuaca saat ini masih didominasi oleh curah hujan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah terus mengingatkan dan mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan. Penting bagi masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas pembakaran lahan atau membuka lahan dengan cara membakar, terutama di musim kemarau yang rentan terhadap kebakaran.

Tindakan pencegahan dini merupakan kunci utama dalam mencegah meluasnya karhutla yang dapat menimbulkan kerugian besar, baik dari sisi ekologis, ekonomis, maupun kesehatan masyarakat. Kerjasama antara pemerintah dan masyarakat sangat diharapkan untuk menjaga kelestarian lingkungan dan mencegah bencana karhutla di Kalimantan Tengah.

Pemerintah daerah berkomitmen untuk terus memantau perkembangan situasi dan mengambil langkah-langkah proaktif guna memastikan keamanan wilayah dari ancaman kebakaran hutan dan lahan. Edukasi publik dan penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran lahan juga akan terus digalakkan. Dengan sinergi yang kuat, diharapkan Kalimantan Tengah dapat melewati musim hujan dengan aman dan siap menghadapi potensi tantangan di masa mendatang.