Liverpool Kembali Tertahan di Anfield, Catatan Kandang yang Mengkhawatirkan
Pertandingan lanjutan Liga Inggris musim 2025-2026 kembali menyajikan hasil yang mengecewakan bagi para pendukung Liverpool. Dalam laga kandang yang digelar di Anfield pada Sabtu (17/1/2026) malam WIB, The Reds harus puas bermain imbang 1-1 melawan tim promosi, Burnley.
Hasil ini menambah panjang daftar catatan buruk Liverpool saat menjamu tim promosi di kandang sendiri musim ini. Sebelumnya, Liverpool juga hanya mampu meraih hasil imbang 1-1 melawan Sunderland dan bermain tanpa gol alias 0-0 saat menghadapi Leeds United.
Catatan tanpa kemenangan kandang melawan tim promosi ini merupakan yang pertama kali terjadi sejak musim 1980-1981. Pada musim tersebut, Liverpool juga tercatat gagal meraih kemenangan dalam tiga laga kandang liga saat berhadapan dengan tim-tim promosi.
Para pendukung yang memadati Anfield tak mampu menahan luapan kekecewaan mereka. Seusai peluit akhir dibunyikan, terdengar cemoohan yang menggema dari tribun penonton.
Menanggapi reaksi para penggemar, pelatih Liverpool, Arne Slot, menilai bahwa hal tersebut merupakan respons yang wajar. Ia berpendapat bahwa ekspresi tersebut lebih mencerminkan rasa frustrasi para pendukung atas hasil yang diraih, bukan sebuah cemoohan yang ditujukan kepada timnya.
“Dalam pikiran saya, itu bukan cemoohan, tetapi juga rasa frustrasi. Jika Anda, sebagai Liverpool, tidak kecewa karena bermain imbang di kandang melawan Burnley, maka ada sesuatu yang benar-benar salah,” ujar Slot. Ia menambahkan bahwa ia merasakan kekecewaan yang sama seperti para pemain dan para penggemar.
Peluang dan Dominasi yang Belum Berbuah Kemenangan
Secara statistik, Liverpool tampil sangat dominan sepanjang pertandingan. Tim tuan rumah tercatat melepaskan total 32 tembakan, di mana 11 di antaranya mengarah tepat ke gawang. Selain itu, para pemain Liverpool juga mencatatkan 76 sentuhan di dalam kotak penalti lawan.
Nilai expected goals (xG) Liverpool mencapai angka yang impresif, yaitu 2,95. Angka ini menunjukkan betapa banyaknya peluang yang berhasil diciptakan oleh tim asuhan Arne Slot. Kontras dengan hal tersebut, Burnley justru mampu mencetak gol dari satu-satunya percobaan tembakan yang mengarah ke gawang.
Florian Wirtz sempat membuka keunggulan bagi Liverpool di babak pertama, memberikan harapan bagi publik Anfield untuk meraih tiga poin penuh. Memasuki awal babak kedua, Liverpool kembali meningkatkan intensitas serangan. Wirtz nyaris mencetak gol keduanya, dan upaya Cody Gakpo sempat berhasil digagalkan di garis gawang oleh pemain bertahan Burnley.
Slot mengakui bahwa timnya telah menciptakan banyak peluang dan seharusnya mampu memenangkan pertandingan ini. “Saya setuju bahwa kami seharusnya memenangkan pertandingan ini. Tidak banyak lagi yang bisa saya minta dalam hal penciptaan peluang,” tuturnya.
Evaluasi Slot Terhadap Permainan Tim
Namun, dominasi tersebut belum cukup untuk memastikan kemenangan. Burnley berhasil menyamakan kedudukan melalui gol yang dicetak oleh Marcus Edwards. Slot mengidentifikasi momen terciptanya gol balasan tersebut berawal dari kegagalan timnya dalam mengalirkan bola dari lini pertahanan.
“Saya tidak akan mengatakan kami lengah tetapi kami gagal membawa bola dari belakang,” jelas Slot saat mengevaluasi momen krusial tersebut.
Hasil imbang ini semakin memperpanjang tren Liverpool yang kesulitan meraih kemenangan di kandang dalam beberapa pertandingan terakhir di Liga Inggris 2025-2026. Slot menegaskan bahwa timnya telah kehilangan poin-poin penting dalam beberapa laga yang seharusnya bisa dimenangkan.
“Ini bukan pertama kalinya. Biasanya memang membuat frustrasi,” ungkapnya, menyiratkan kekecewaan atas inkonsistensi timnya.
Dengan tambahan satu poin dari laga ini, Liverpool berhasil mengambil alih peringkat keempat klasemen sementara Liga Inggris, yang sempat direbut oleh Manchester United beberapa jam sebelumnya. Namun, posisi ini masih sangat rawan. Liverpool hanya unggul satu poin dari Manchester United yang kini berada di peringkat kelima, sehingga persaingan di papan atas klasemen diprediksi akan semakin ketat.

















