BeritaKepri

Sorotan Lingkungan di Karimun: Kaki Bukit Gunung Jantan–Betina Gundul, Aktivis Kecam Keras

×

Sorotan Lingkungan di Karimun: Kaki Bukit Gunung Jantan–Betina Gundul, Aktivis Kecam Keras

Sebarkan artikel ini
filter: 0; fileterIntensity: 0.0; filterMask: 0; brp_mask:0; brp_del_th:null; brp_del_sen:null; delta:null; module: photo;hw-remosaic: false;touch: (-1.0, -1.0);sceneMode: 32768;cct_value: 0;AI_Scene: (-1, -1);aec_lux: 0.0;aec_lux_index: 0;albedo: ;confidence: ;motionLevel: -1;weatherinfo: null;temperature: 48;

Alreinamedia.com – Karimun, Kondisi kaki bukit Gunung Jantan dan Gunung Betina di kawasan Selamat Datang, Desa Pongkar, Kabupaten Karimun, menuai sorotan tajam. Area yang sebelumnya hijau kini dilaporkan gundul akibat aktivitas pemangkasan, yang diduga dilakukan secara masif.

Ketua Kepri Hijau Cemerlang menyayangkan kerusakan tersebut dan menilai tindakan itu sebagai bentuk “kerakusan” yang berpotensi menimbulkan dampak serius bagi lingkungan. Menurutnya, penggundulan di kawasan kaki bukit bukan sekadar perubahan lanskap, tetapi juga ancaman nyata bagi keselamatan warga.

Secara terpisah, penggiat lingkungan Kepri Hijau Cemerlang, Jantro Butar Butar, mengecam keras aktivitas pemangkasan tersebut, terlepas dari ada atau tidaknya izin yang dimiliki pihak terkait.

Baca Juga :  Insiden Pemukulan Wasit, Pakta Integritas IFC Sei Enam Dieksekusi ?

Ia menegaskan, pemerintah seharusnya berperan sebagai pelindung kawasan hutan, bukan justru membiarkan atau bahkan membuka ruang bagi aktivitas yang berujung pada penggundulan.

“Area pegunungan itu ibarat jantung bagi lingkungan. Fungsinya sangat vital sebagai benteng alami untuk melindungi masyarakat dari ancaman longsor,” ujarnya.

Jantro juga mengingatkan bahwa berbagai bencana seperti tanah longsor dan banjir bandang yang terjadi di daerah lain kerap dipicu oleh hilangnya vegetasi di lereng bukit. Tanpa pepohonan sebagai penahan air, risiko bencana dinilai akan semakin besar.

Ia pun meminta Pemerintah Kabupaten Karimun menjadikan kejadian bencana di daerah lain sebagai pelajaran penting. “Jangan sampai gunung yang sudah tertata justru dirusak,” tegasnya.

Baca Juga :  Percepat Penanggulangan Kemiskinan Ekstrem, Pemerintah Berikan Tambahan Bansos Tunai di Kabupaten Prioritas

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak terkait mengenai aktivitas pemangkasan di kawasan tersebut.

Sementara itu, seorang mantan penambang pasir bernama Ucok mengaku kebingungan dengan perubahan status kawasan tersebut. Ia mengungkapkan, saat masih aktif menambang di lokasi yang sama, dirinya pernah dipanggil aparat penegak hukum karena dianggap melakukan aktivitas di kawasan hutan lindung.

“Kami dulu diminta Kejaksaan untuk menghentikan penambangan karena itu hutan lindung. Sekarang malah terlihat sudah tidak lagi seperti kawasan lindung,” ungkapnya.