Breaking News

Tanggul Jebol, Air Bah Hancurkan 3 Rumah di Pasar Lalang Padang

×

Tanggul Jebol, Air Bah Hancurkan 3 Rumah di Pasar Lalang Padang

Sebarkan artikel ini

Tanggul Jebol di Pasar Lalang Padang: Banjir Bandang Terjang Permukiman, Tiga Rumah Rusak Berat

Padang – Hujan deras yang mengguyur wilayah Pasar Lalang, Kecamatan Kuranji, Kota Padang, Sumatera Barat, pada Sabtu, 31 Januari 2026, memicu bencana banjir bandang. Tanggul sungai di kawasan tersebut dilaporkan jebol sekitar pukul 14.00 WIB, menyebabkan air meluap dengan cepat dan menerjang permukiman warga. Peristiwa mendadak ini mengakibatkan sedikitnya tiga unit rumah warga mengalami kerusakan parah.

Arus air yang datang tiba-tiba itu tidak hanya membawa genangan, tetapi juga material lumpur, pasir, dan kayu berukuran besar. Material tersebut ikut terbawa arus dan masuk ke dalam rumah-rumah warga, meninggalkan jejak kerusakan yang signifikan. Hingga sore hari, warga masih berjuang membersihkan sisa-sisa material yang mengendap di dalam kediaman mereka, sementara dampak kerusakan terus terlihat jelas.

Kronologi Kejadian dan Dampak Langsung

Menurut keterangan Ketua RW 07 Pasar Lalang, Jamrus, tanggul sungai tersebut tak mampu lagi menahan kuatnya arus air setelah hujan lebat mengguyur wilayah itu. “Karena hujan siang tadi, tidak begitu lama, cuma tiba-tiba membesar, seperti air bah. Total ada tiga rumah rusak,” ungkapnya pada Sabtu sore.

Tiga rumah yang terdampak parah menunjukkan kerusakan yang cukup mencolok. Tembok rumah terlihat hancur dan menganga, sementara tiang-tiang penopang di bagian dalam bangunan juga dilaporkan roboh. Kondisi ini memperlihatkan betapa dahsyatnya kekuatan arus air yang menerjang.

Bukan hanya merusak struktur bangunan, luapan air juga membawa serta material lumpur, pasir, dan kayu yang kemudian mengendap di dalam rumah warga. Hal ini terjadi karena permukiman warga berada sangat dekat dengan lokasi sungai. Ketika debit air naik dan meluap, jalur aliran air secara spontan mengarah ke permukiman.

Baca Juga :  Kapal Pancing Tenggelam di Tanjung Gomo, Warga Kendari Hilang

Salah seorang pemilik kontrakan di lokasi, Sumitro, menggambarkan kejadian tersebut layaknya banjir bandang yang terjadi dalam waktu singkat. “Sekira jam 14:00 WIB lah kejadiannya, tiba-tiba banjir mendadak, habis semua, karena tanggul jebol. Material masuk ke rumah dengan ketinggian sekitar 60 hingga 70 sentimeter,” tuturnya. Barang-barang pribadi seperti pakaian, buku sekolah anak-anaknya, hingga bahan pokok tak luput dari dampak kerusakan.

Pantauan di lokasi pada Sabtu, 31 Januari 2026, sekitar pukul 17.58 WIB, menunjukkan bahwa warga masih melakukan upaya pembersihan. Sumitro terlihat mengalirkan air dari depan rumahnya, sementara di bagian dalam, material pasir, batu kecil, kayu, dan air masih menggenang dengan ketinggian yang cukup mengkhawatirkan. Perabotan rumah tangga dan perlengkapan sekolah anak-anaknya tampak bercampur dengan lumpur dan air. Hingga menjelang waktu magrib, proses pembersihan masih terus dilakukan secara perlahan.

Sejarah Berulang: Tanggul Jebol di Pasar Lalang

Peristiwa jebolnya tanggul dan banjir di kawasan Pasar Lalang ini bukanlah kali pertama terjadi. Wilayah ini telah beberapa kali mengalami kejadian serupa, yang sebagian besar disebabkan oleh tanggul penahan yang dibuat dari tumpukan material galian sungai.

Hujan deras yang kembali mengguyur pada Sabtu sore memperparah kondisi tanggul yang sudah rapuh, hingga akhirnya tidak mampu menahan derasnya aliran air. Akibatnya, air kembali masuk ke permukiman warga dan menggenangi area persawahan.

Berdasarkan pantauan jurnalis di lokasi sekitar pukul 16.52 WIB, air masih terlihat mengalir ke sejumlah rumah warga, meskipun dengan arus yang tidak terlalu deras. Namun, di bagian sungai, arus air tampak cukup deras dengan warna cokelat keruh. Tanggul penahan yang sebelumnya dibangun di sepanjang pinggir sungai terlihat jebol di beberapa titik.

Baca Juga :  PLN Nyalakan Harapan: Listrik Gratis Terangi Keluarga Prasejahtera Padang

Proses pembangunan tanggul di kawasan ini diketahui menggunakan material hasil galian alat berat yang ditumpuk di tepi sungai. Namun, seiring waktu, derasnya arus air perlahan mengikis tanggul tersebut hingga akhirnya jebol dan menyebabkan air meluap ke permukiman warga.

Ketua RW 07 Pasar Lalang, Jamrus, mengkonfirmasi bahwa debit air mulai kembali naik sekitar pukul 14.00 WIB, namun laporan resmi baru ia terima melalui grup WhatsApp sekitar pukul 15.41 WIB. Ia menambahkan bahwa kejadian serupa telah terjadi sebanyak tiga kali, yakni pada akhir November 2025, awal Januari 2026, dan kembali terjadi pada hari ini.

“Hujan lebat tadi membuat air bah cukup besar, sehingga tanggul penahan yang dibuat tidak kuat lagi menahan arus,” jelasnya. Ia juga menyebutkan bahwa pasca kejadian sebelumnya pada Jumat, 2 Januari 2026, alat berat telah dikerahkan untuk menggali material sungai dan membangun tanggul setinggi sekitar empat meter. Namun, tanggul tersebut kembali jebol karena tidak mampu menahan derasnya aliran air.

Hingga pukul 17.52 WIB, pantauan di lokasi menunjukkan kehadiran Sekretaris Daerah Kota Padang, petugas BPBD, Camat, Ketua RW, perangkat kelurahan, serta warga setempat. Mereka bersama-sama memantau kondisi dan melakukan penanganan awal untuk mengatasi dampak bencana ini.