Alreinamedia.com- Natuna, Pupusnya harapan, hingga terpaan luka menanti pembayaran Akhir tahun 2024 ternyata membuat sebagaian Masyarakat Natuna Kecewa
Pihak ketiga, hingga tenaga honorer, serta tunjangan penghasilan pegawai (ASN) yang di nanti-nanti akan membantu perputaran ekonomi bagi keluarga, hanya bisa pasrah dan menunggu penantian itu datang membawa sececar harapan.
Suryanto selaku Kepala BPKPD dalam talk shownya bersama suara rakyat menuturkan, kendala yang terjadi saat ini di Pemerintahan Natuna ialah dikarenakan, kurangnya pembayaran oleh Pemerintah pusat terhadap Natuna, sehingga tingginya ketergantungan keuangan Natuna terhadap Transper pusat dan minimnya Pendapatan Daerah (PAD) membuat Pemerintah Daerah tidak mampu membayar beberapa kegiatan, hingga gaji tambahan penghasilan pegawai (TPP) serta honarium tenaga kontrak tutur suryanto
189 Milyar bukan akan sedikit yang sudah tentu membuat Kepala Daerah yang baru, harus ektra untuk bisa menyelesaikan persoalan hutang yang sudah tentu sedikit demi sedikit, menjadi tantangan bagi seorang Cen Sui Lan untuk mengatasi masalah yang terjadi di Pemerintahan Natuna hingga saat ini.
Berdasarkan data yang dihimpun oleh awak media ini sejak awal tahun 2025 hingga 11 Maret 2025, sebanyak 115,80 M dana telah masuk ke rek Pemerintah Daerah dengan rincian 18,58 Milyar dari dana bagi hasil, 8,20 Milyar dari DBH PBB bagian daerah untuk Kabupaten Kota, 1,8 Milyar dari DBH PPh pasal 21, 7,57 Milyar dari DBH SDA Gas bumi, 83,16 Milyar dari Dana Alokasi umum ( DAU ) 14,06 Milyar Dana alokasi Khusus non fisik, 1,52 Milyar Bantuan Oprasional Berencana, 3,68 Milyar Dana Oprasional Kesehatan, 1,09 Milyar dana bantuan PAUD dan 7,62 Milyar Bantuan BOS.
Sehingga dari rincian tersebut berdasarkan TKDD Natuna dari total 855,02 Milyar dengan persentase 13,54% untuk 3 bulan pertama di awal Tahun 2025 sudah tersalurkan di rek Pemerintah Kabupaten Natuna

Lantas dengan total sebanyak 13% tersebut mengapa gejolak hingga perputran ekonomi masih tersendat ?
Gian salah seorang pedagang di Kabupaten Natuna, saat di temui oleh awak media ini Senin. 10/3/25 menuturkan lemahnya perputaran ekonomi saat ini di Kabupaten Natuna tidak berimbang akan hasil alam yang ada di Kabupaten Natuna pada saat ini.
“Saya heran pak, masak Natuna dikenal kaya akan sumber daya alam bisa sehancur ini ya, sebenarnya apa yang terjadi sehingga saya, dengar hari ini beberapa tenaga kesehatan melakukan aksi damai di Kantor Bupati pada siang ini” ujar gian seorang pedagang
Belum lagi banyak saya dengar, beberapa pegawai yang menderita akan kurangnya penghasilan mereka sehingga berimbas terhadap pendidikan anaknya tegas Gian
Kini masyarakat menanti kebijakan kepala daerah yang baru dan mereka berharap dengan banyaknya pengalaman seorang ibuk cen sui lan yang di gadang-gadangkan merupakan seorang sosok ibu dari seluruh masyarakat Natuna bisa menyelesaikan Tugas berat di awal jabatan beliau.
Lebaran sudah di hadapan mata, ramadhan terus berjalan mayoritas penduduk Natuna Muslim tentu juga berharap hari kemenangan ini segala bentuk lemahnya perputaran ekonomi bisa berangsur- angsur membaik sehingg air mata dari masyarakat natuna bisa terobati sedikit demi sedikit pada saat Pemerintahan Cen dan Jarmin

















