Janice Tjen Melaju ke Babak 32 Besar Qatar Open, Tantang Ratu Iga Swiatek
Impian Janice Tjen untuk berhadapan langsung dengan petenis nomor satu dunia, Iga Swiatek, akhirnya terwujud. Petenis kebanggaan Indonesia ini berhasil menembus putaran kedua atau babak 32 besar Qatar Open 2026 setelah meraih kemenangan meyakinkan atas petenis Brasil, Beatriz Haddad Maia. Pertandingan yang berlangsung di Doha pada Senin (9/2/2026) malam WIB itu dimenangkan Janice dengan skor telak 6-0, 6-1, hanya dalam waktu 1 jam 9 menit.
Janice Tjen mendapatkan kesempatan emas untuk tampil di babak utama turnamen level WTA 1000 ini berkat wildcard. Sementara itu, Haddad Maia, yang sebelumnya tersingkir di babak kualifikasi, mendapat kesempatan kedua untuk berkompetisi sebagai pengganti petenis Sorana Cirstea yang mengundurkan diri.
Kemenangan impresif atas Haddad Maia tidak hanya membawa Janice melaju ke babak selanjutnya, tetapi juga memberikannya hadiah uang sebesar 18.300 dolar AS, yang setara dengan Rp308.455.650. Selain itu, Janice juga berhak atas 10 poin berharga untuk meningkatkan peringkat dunianya di WTA.
Langkah Janice ke babak 32 besar memang membuka peluang hadiah yang lebih besar, yakni 26.000 dolar AS dan 65 poin. Saat ini, Janice Tjen menempati peringkat ke-46 dunia WTA, dan dengan performa yang terus meningkat, ia berpotensi untuk kembali naik peringkat pada pembaruan berikutnya.
Duel Sengit Melawan Iga Swiatek: Sang Ratu Qatar Open
Kini, Janice Tjen siap menghadapi tantangan terberat di babak 32 besar: berhadapan dengan Iga Swiatek, petenis nomor dua dunia yang dijuluki sebagai “Ratu Qatar Open”. Pertandingan ini dijadwalkan akan berlangsung malam ini pukul 20.10 WIB.
Julukan “Ratu Qatar Open” melekat pada Swiatek bukan tanpa alasan. Ia adalah satu-satunya petenis yang berhasil menjuarai turnamen setingkat di bawah Grand Slam ini sebanyak tiga kali berturut-turut, yaitu pada tahun 2022, 2023, dan 2024. Prestasi ini menegaskan dominasinya di ajang tersebut.
Meskipun demikian, musim 2026 tampaknya belum sepenuhnya mencapai standar performa tinggi yang biasa ditampilkan oleh petenis asal Polandia ini. Setelah gelaran Australian Open 2026, Swiatek belum menemukan ritme terbaiknya. Ia sebenarnya memiliki potensi besar untuk meraih gelar Grand Slam karier di Melbourne, namun langkahnya terhenti di perempat final setelah dikalahkan telak oleh Elena Rybakina.
Bahkan, dalam turnamen pertamanya di tahun 2026, yaitu United Cup di Amerika Serikat, Swiatek harus menelan kekalahan dari Coco Gauff dan Belinda Bencic. Meskipun demikian, tim Polandia yang dibelanya akhirnya berhasil meraih gelar juara dalam turnamen tersebut. Kini, Swiatek tiba di Qatar Open 2026 dengan tekad kuat untuk memenangkan gelar tunggal pertamanya di tahun ini.

Sebagai unggulan pertama di turnamen ini, Swiatek mendapatkan bye dan langsung melaju ke babak 32 besar. Keputusannya untuk berkompetisi di Qatar Open juga datang setelah petenis unggulan lainnya, Aryna Sabalenka, mengundurkan diri. Swiatek sendiri telah mengungkapkan area-area permainan yang ingin ia tingkatkan demi meraih gelar juara.
Fokus Peningkatan Performa Swiatek
Menjelang duel melawan Janice Tjen di Qatar Open, Iga Swiatek membeberkan tiga faktor utama yang menjadi fokus peningkatannya di awal musim 2026 yang dianggapnya sedikit lambat.
“Saya telah memperbaiki servis, forehand, dan gerakan kaki saya,” ungkap Swiatek. “Anda tidak bisa hanya menunggu bola datang. Tentu saja, membuat lemparan bola lebih stabil, dan lebih banyak memutar tubuh.”
Petenis berusia 24 tahun ini menjelaskan secara lebih rinci mengenai upaya peningkatannya pada servis, yang oleh banyak pengamat dianggap sebagai salah satu kelemahan terbesarnya.
Perbaikan Servis:
Swiatek menekankan pada aspek rotasi tubuh saat melakukan servis. Ia menjelaskan bahwa ada berbagai bagian tubuh yang dapat difokuskan saat melakukan putaran tubuh, seperti menggerakkan siku lebih ke belakang atau meningkatkan gerakan pinggul.
“Ini bukan perubahan gerakan, ini hanya tentang niat yang ingin Anda miliki saat melakukan gerakan tersebut,” jelasnya. Ia tidak menganggapnya sebagai perubahan radikal, melainkan lebih pada penyesuaian mental dan fokus saat melakukan pukulan.Penguatan Pukulan Dasar:
Selain servis, Swiatek juga mengakui pentingnya konsistensi pada pukulan dasar. Ia merasa perlu untuk lebih fokus pada hal-hal fundamental seperti pada pukulan backhand maupun forehand. “Dari waktu ke waktu Anda selalu harus mengingatkan diri sendiri tentang hal-hal seperti itu dalam tenis,” ujarnya, sebagaimana dikutip dari situs resmi WTA Tennis.
Dengan persiapan matang dan fokus pada peningkatan performa, Iga Swiatek siap menghadapi tantangan di Qatar Open 2026. Menariknya, petenis Polandia ini diprediksi tidak akan bertemu dengan pemain unggulan lainnya hingga putaran ketiga turnamen tersebut.
















