AdvertorialBerita PilihanNatuna

Tingkatkan Kualitas Hidup dan Kesehatan Masyarakat, Pemkab Natuna Prioritaskan Penanganan Stunting

×

Tingkatkan Kualitas Hidup dan Kesehatan Masyarakat, Pemkab Natuna Prioritaskan Penanganan Stunting

Sebarkan artikel ini
Kepala Dinas Kesehatan Natuna, Hikmat Aliansyah (advetorial: Alreinamedia.com)

Alreinamedia.com-Natuna, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Natuna, Hikmat Aliansyah mengatakan penanganan stunting menjadi salah satu prioritas utama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Natuna sebagai upaya meningkatkan kualitas hidup dan kesehatan masyarakat.

Untuk perkembangan kasus stunting di Natuna, Hikmat menyebut angka prevalensi saat ini berada di 12 persen. Meski fluktuatif, angka tersebut terus menurun dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya.

Hikmat melanjutkan, upaya yang telah dilakukan pihaknya untuk penurunan stunting antara lain, pemberian makanan tambahan untuk balita, pemberian tablet penambah darah untuk remaja SMP dan SMA, pemeriksaan ibu hamil, serta penimbangan balita di Posyandu setiap bulan.

“Pihak kami juga bekerja sama dengan Puskesmas serta kader Posyandu di setiap desa dan kecamatan dalam menangani stunting,” katanya saat dikonfirmasi 26 September 2024.

Baca Juga :  Ramalan Zodiak 2 Februari 2026: Libra & Scorpio - Karier, Cinta, Keuangan, Kesehatan
Sosialisasi stunting. (foto : Alreinamedia.com)

Untuk mempercepat penanganan stunting, Hikmat menjelaskan, Pemkab telah membentuk Tim Percepatan Penanganan Stunting yang diketuai oleh Rodhial Huda.

“Penanganan stunting tidak hanya dilakukan oleh Dinkes, melainkan melibatkan berbagai sektor atau bisa dibilang lintas OPD,” paparnya.

Dengan melibatkan lintas sektor ini, Pemkab Natuna berharap angka stunting dapat terus ditekan dan kualitas hidup masyarakat meningkat.

Hikmat menyebutkan, beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang terlibat dalam penanganan stunting yakni, DP3AP2KB, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, Dinas Perikanan, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim), serta Kementerian Agama (Kemenag).

Dilihat dari upaya keseluruhan penanganan stunting, hikmat mengatakan, intervensi dari Dinas Kesehatan hanya menyumbang 30 persen dari upaya keseluruhan, sementara 70 persen sisanya berasal dari lintas sektoral.

Baca Juga :  Aksi Nekat Curanmor Kembangan: Todong Warga Siang Bolong

“Di sektor kesehatan, kita fokus pada intervensi spesifik, sementara lintas sektoral lebih banyak pada intervensi sensitif,” imbuhnya. (Advetorial)