Politik

Zelensky Gandeng Eropa Jelang Duel Trump

×

Zelensky Gandeng Eropa Jelang Duel Trump

Sebarkan artikel ini

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky dijadwalkan untuk melakukan pertemuan penting dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump di Florida pada Minggu, 28 Desember. Perjalanan ini merupakan bagian dari upaya diplomatik intensif Zelensky untuk mencari dukungan internasional dalam menghadapi agresi Rusia.

Sebelum menuju AS, Zelensky singgah di Kanada untuk bertemu dengan Perdana Menteri Mark Carney. Dalam kesempatan tersebut, Zelensky juga berpartisipasi dalam telekonferensi dengan para pemimpin Uni Eropa dan NATO.

Dukungan Penuh dari Uni Eropa

Menurut laporan, para pemimpin Uni Eropa memberikan dukungan penuh terhadap upaya Zelensky. Presiden Komisi Uni Eropa, Ursula von der Leyen, menyatakan, “Kita menantikan kedamaian yang adil dan berkelanjutan yang menjaga kedaulatan Ukraina serta integritas teritorialnya.” Pernyataan ini menegaskan komitmen Uni Eropa untuk mendukung Ukraina dalam mempertahankan kemerdekaan dan wilayahnya.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky akan bertemu dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, di Florida, Minggu (28/12).
Pada perjalanan itu, ia mampir ke Kanada dan bertemu dengan Perdana Menteri (PM) Mark Carney. Pada kesempatan itu, ia menggelar telekonferensi dengan para pemimpin Uni Eropa dan NATO.

Serangan Berlanjut Rusia

Sementara Zelensky sibuk melakukan lobi internasional, Rusia terus melancarkan serangan di Ukraina. Dua kota di timur Ukraina, yaitu Myrnograd dan Guliaipole, diklaim telah berhasil direbut oleh pasukan Rusia.

Zelensky mengecam keras serangan tersebut, menyatakan sebelum pertemuannya dengan PM Carney, “Sekali lagi, serangan ini adalah jawaban Rusia atas upaya kami mencari perdamaian. (Presiden Vladimir) Putin benar-benar menunjukkan, ia tak ingin damai, sementara kami ingin damai.” Pernyataan ini menyoroti ketidaksesuaian antara klaim Rusia untuk mengakhiri konflik dan tindakan militer yang terus mereka lakukan.

Baca Juga :  Jelang Libur Lebaran, Roby Pimpin Rapat Staf Bintan 

Solidaritas NATO dan Uni Eropa

Perdana Menteri Kanada, Mark Carney, menanggapi serangan Rusia dengan menekankan perlunya negara-negara NATO dan Uni Eropa untuk bersatu padu mendukung Ukraina. “Kita punya sebuah syarat, untuk mencapai perdamaian yang berkelanjutan, tapi, hal itu butuh kemauan dari Rusia. Tapi, apa yang ditunjukkan Rusia semalam, yang kita lihat adalah suatu tindakan barbar, dan menunjukkan betapa pentingnya kita berdiri bersama Ukraina,” ujar Carney. Sikap ini menggarisbawahi bahwa agresi Rusia semakin memperkuat tekad aliansi Barat untuk memberikan dukungan yang lebih kuat kepada Ukraina.


“Sekali lagi, serangan ini adalah jawaban Rusia atas upaya kami mencari perdamaian. (Presiden Vladimir) Putin benar-benar menunjukkan, ia tak ingin damai, sementara kami ingin damai,” kata Zelensky sebelum bertemu Carney.
Dengan demikian, menurut Carney, serangan ini semakin menunjukkan negara-negara NATO dan Uni Eropa perlu berdiri bersama Ukraina.
“Kita punya sebuah syarat, untuk mencapai perdamaian yang berkelanjutan, tapi, hal itu butuh kemauan dari Rusia. Tapi, apa yang ditunjukkan Rusia semalam, yang kita lihat adalah suatu tindakan barbar, dan menunjukkan betapa pentingnya kita berdiri bersama Ukraina,” terang Carney.

Tuduhan Balik dari Moskow

Di tengah upaya Ukraina untuk mencari bantuan dari negara-negara Eropa, Presiden Rusia Vladimir Putin justru melontarkan tuduhan balik. Putin menuduh Zelensky ‘mentorpedo’ rencana perdamaian yang diusulkan oleh Amerika Serikat untuk menghentikan pertempuran.

Baca Juga :  Demo Aceh Rusuh, DPR Imbau Jaga Diri


Jawaban Putin
Dengan segala upaya Ukraina mencari bantuan ke negara-negara Eropa, Putin balik menuduh Zelensky tengah ‘mentorpedo’ rencana perdamaian yang disusun oleh AS, untuk menghentikan pertempuran.
Maka dari itu, Rusia mengeklaim mereka terus menyerang Ukraina untuk mencapai ‘penyelesaian masalah’ dengan cara militer.
“Jika otoritas Kiev tidak ingin menyelesaikan urusan ini secara damai, kita akan menyelesaikannya dengan cara militer,” kata Presiden Putin.

Sebagai respons terhadap tuduhan tersebut, Rusia mengklaim bahwa serangan mereka terhadap Ukraina merupakan upaya untuk mencapai ‘penyelesaian masalah’ melalui jalur militer. “Jika otoritas Kiev tidak ingin menyelesaikan urusan ini secara damai, kita akan menyelesaikannya dengan cara militer,” tegas Presiden Putin. Sikap ini menunjukkan adanya perbedaan narasi yang signifikan antara Ukraina dan Rusia mengenai akar konflik serta jalan keluar yang diinginkan.

Pertemuan Zelensky dengan Trump di Florida menjadi krusial untuk melihat apakah AS akan meningkatkan dukungannya terhadap Ukraina, terutama mengingat retorika keras dari pihak Rusia. Dukungan dari NATO dan Uni Eropa, seperti yang terlihat dalam telekonferensi, memberikan landasan yang kuat bagi Ukraina, namun resolusi akhir tampaknya masih sangat bergantung pada kemauan politik Rusia untuk menghentikan agresi militer.