Alreinamedia.com-Natuna, , Kabar mengejutkan datang dari sektor transportasi udara Natuna. Maskapai Nam Air resmi mengumumkan bahwa penerbangan pada tgl 8 Mei 2025 akan menjadi yang terakhir menuju dan dari Natuna.
Keputusan ini sontak memunculkan kekhawatiran di tengah masyarakat dan pelaku usaha lokal, yang kini mempertanyakan keseriusan pemerintah dalam menjamin konektivitas dan iklim investasi di daerah perbatasan strategis ini.
Tatik selaku pihak Nam Air Natuna saat dikonfirmasi oleh awak media ini Sabtu (3/5/25) membenarkan bahwa pada tgl 8 Mei 2025 akan menjadi penerbangan terkahir Nam Air ke Natuna
“Iya pak tgl 8 mei 2025 jadi penerbangan terkahir Nam Air ke Natuna” ujar tatik
Selanjutnya tatik juga belum menjeleskan, secara rinci mengapa maskapai idola Natuna ini, tidak melayani penerbangan ke Natuna, karena saat ini beliau sedang sibuk dan lagi mengurusi penumpang dulu yang sudah beli tiket untuk dicancel terang tatik
Penghentian rute penerbangan Nam Air ini bukan sekadar soal berkurangnya pilihan transportasi. Ini adalah pukulan telak bagi Natuna, sebuah wilayah yang selama ini berjuang keras mengangkat perekonomiannya melalui sektor perikanan, pariwisata, dan energi. Tanpa akses udara yang memadai, daya tarik investasi Natuna kian terancam redup.
“Bagaimana bisa kita bicara soal investasi jika akses dasar seperti penerbangan reguler saja tidak dijamin?” ujar salah satu pengusaha lokal feri sabtu (3/5/25)
“Ini bukan sekadar bisnis maskapai, ini soal komitmen negara terhadap wilayah terdepan.”
Pemerintah daerah saat ini menurut fery, dinilai gagal membangun jaminan konektivitas yang stabil bagi masyarakat Natuna. Meski sering diklaim sebagai wilayah strategis dan menjadi perhatian nasional, karena posisinya yang berbatasan langsung dengan negara-negara tetangga, Natuna justru kerap terabaikan dalam aspek vital seperti transportasi dan logistik.
Ironisnya, pejabat-pejabat pusat kerap datang ke Natuna, dengan janji manis investasi dan pembangunan. Namun realitas di lapangan menunjukkan sebaliknya. Infrastruktur belum memadai, logistik mahal, dan kini akses udara pun makin terbatas ujar fery kembali
Selanjutnya feri juga menuturkan Keputusan Nam Air untuk hengkang seharusnya menjadi alarm keras bagi pemerintah daerah Natuna.
“Jika tidak segera ada langkah konkret, bukan hanya investasi yang akan mati suri, tetapi juga semangat masyarakat lokal yang selama ini bertahan dengan harapan pembangunan.
Sudah saatnya pemerintah berhenti bermain dalam retorika, Natuna butuh aksi nyata “pungkas Fery kembali (Arizki)

















