Berita PilihanNatuna

Asal Muasal Gasing di Tanah Melayu

×

Asal Muasal Gasing di Tanah Melayu

Sebarkan artikel ini

Alreinamedia.com-Natuna,Gasing merupakan permainan rakyat melayu yang memiliki keragaman asal usul yaitu, terinspirasi dari penemuan buah perepat (sonetaria alba) yang mempunyai wujud bulat pipih,licin,dan mudah diputar diatas lantai yang datar. Buah perepat ini kemudian disesuaikan dengan menentukan kayu yang lunak agar mudah dibentuk.

Permainan gasing ini terinspirasi
dari permainan “adu telur ” yang dimainkan oleh anak-anak dengan cara diputar dan diadu antara satu dengan yang lainnya.versi ini kemudian disesuaikan saja pada kayu yang dibuat seperti telur, agar gasing dapat berputar lebih lama dan seimbang diatas lantai dibawahnya perlu ditancapkan paksi (sebentuk besi berukuran kecil seperti paku yang runcing).

Alat tersebut kemudia diikat dengan tali setelah itu dilempar kearah sasaran buruan,kemudian ditarik lagi.Alat tersebut berputar dengan kencangnya sebelum mengenai sasarannya ketika dilemparkan.

Alat ini banyak diinginkan para pemburu, karena sangat tepat mengenai sasaran
buruan.Perburuan semenjak itu selalu dilengkapi dengan alat ini akibatnya menjadi bagian tak terpisahkan dari aktivitas para pemburu.

Cara seperti ini rupanya memberikan inspirasi kepada para pemburu untuk mewujudkan sebentuk permainan yang pada saat itu belaka mengisi waktu luang. Permaina yang cukup menyenangkan dan terus berkembang, sehingga
menjadi salah satu permainan rakyat yang dikenal dengan sebutan permainan gasing.
Pada awalnya permainan gasing ini merupakan salah satu permainan tertua dalam masyarakat melayu ini yang dimainkan oleh laki-laki. Baik yang tua maupun muda, Anak-anak, bahkan hanya untuk hiburan semata.

Umumnya, gasing dimainkan diatas paduk,yaitu sebuah papan tempat memutar gasing dengan ukuran panjang serta lebarnya 1.30 cm x 60 cm dan memiliki tebal papan antara 3 cm-5 cm. Gasing ini juga bisa dimainklan diatas tanah yang
memiliki struktur keras sehingga tidak gampang berlubang ketika gasing berputar.
Asean Gasing Asociation (AGA) mengeluarkan peraturan permainan gasing pada tahun 2003 yang lalu,ada beberapa aspek yang bertautan dengan aturan permainan gasing ini, yaitu: jumlah pemain, jenis pemain dan jenis gasing. Permainan gasing berdasarkan jumlah dapat dikelompokkan menjadi tiga:permainan beregu, ganda dan tunggal.Permainan beregu ini terdiri dari 4 orang per regu,1 orang cadangan,permainan ganda terdiri dari 2orang per regu,1 orang cadangan,sedangkan permainan tunggal dimainkan oleh 1 orang saja.

Permainan gasing dapat dibagi menjadi 2 jenis yaitu:uri dan pangkah. Uri ialah jenis permainan yang memiliki fungsi untuk melihat berapa lama gasing berputar ,sementara pangkah ialah
permainan yang dilakukan dengan cara memangkah gasing lawan yang sudah
berputar.Lamanya permainan beregu dan ganda ialah 20 menit, sedangkan tunggal 15menit,selain itu, berat gasing yang di sepakati untuk dimainkan ialah 6-8 gram, lebar ukuran lingkaran 36-46 cm. Bentuk gasing yang diperbolehkan ialah jantung, piring, guci, atau
rembang.Kebanyakan dalam permainan gasing terdapat dua tim yang saling merebut kemenangan. Ada beberapa aturan-aturan dan tahap yang harus diikuti. Pertama, ialah
Betendin. Metode pertandingan dimulai dari berhitung, berikutnya dengan memutar gasing melalui bantuan sebuah tiang yang ditancapkan ditengah area gasing.

Baca Juga :  Bekerja Sama dengan Undip, Bank Tanah Dorong Pemanfaatan Lahan untuk Pembangunan

Tiang tersebut dinamakan tiang amban. Ketika gasing usai diputar dan mencapai ditanah, digunakan sudu atau sendok yang dibuat khusus. Setelah itu,diletakkan di atas cermin untuk beruri (mengadu
lamanya berputar) dan mencari pemenang. Pemeran yang paling lama dan paling terakhir mati putaran, maka dialah yang akan memangkak terlebih dahulu, sementara yang kalah akan menahan pangkak lawan.Kedua, ialah pangkak gasing.Tim yang akan jadi pemenang dalam bertanding akan memangkak gasing lawan. Dalam metode ini, gasing lawan yang tidak kuat dapat terselesaikan akibat kencangnya serangan dari gasing yang memangkak. Terakhir, ialah ber’ulet. Sesudah pangkak dilakukan, maka pemain kembali memastikan gasing agar tetap berputar meskipun telah diserang lawan. Pada tingkat ini akan menentukan poin gasing tim
mana yang banyak bertahan.

Andaikan gasing, ada poin khusus yang diperoleh.Cara membuatnya yaitu dengan cara kayu dikikis sehingga berbentuk gasing. Gasing memiliki berbagai bentuk, misalnya gasing jantung bentuknya seperti jantung pisang, gasing piring seperti bentuk piring dan gasing berkembang, gasing berukuran kecil Kulit pohon Bebaru yang tumbuh di pantai digunakan sebagai bahan dasar untuk membuat talinya.

Seiring dengan perkembangan zaman contonya seperti sekarang tali nilon pun bisa digunakan sebagai pengganti tali gasing, Panjang tali sekitar satu meter. Permainanan gasing terus berkembang sampai sekarang. Gasing dibentuk bulat dan memiliki tiga bagian penting, yakni kepala, badan kemudian ujung bawa gasing. Di bagian bawah dibuat lekukan yang berguna untuk tali gasing.

Sebagai penyeimbangannya, gasing diberi paksi yaitu besi yang diletakkan
dibagian bawah gasing untuk keseimbangan, sehingga ketika diputar diatas lantai atau tanah, gasing akan seimbang. Seiring dengan perkembangan zaman, selain terbuat dari kayu kini gasing juga dibuat dengan plastik dan bahan lainnya.

Baca Juga :  Kafe Makin Rapi dan Untung! Aplikasi Kasir Android Terbaik Tahun Ini

Di kabupaten Natuna ada sebuah permainan rakyat yang bernama Gasing Tradisional.
Pertandingan gasing adalah warisan seni budaya asli dari Kabupaten Natuna yang harus kita jaga kebudayaannya agar anak cucu kita masih dapat merasakan budaya yang telah ada. Salah satu cara agar tetap terjaga kebudayaannya dengan cara memasukkannya ke dalam acaraacara besar seperti Funtouristic Festival yang diadakan oleh Dinas Periwisata dan Kebudayaan Kabupaten Natuna.

Permaianan gasing di Natuna dilakukan dengan cara diputar, diletakkan diatas kaca
berukuran 40 cm kali 40 cm.Yang menang adalah yang paling lama bertahan.Gasing
dimainkan dengan cara dipukul menggunakan teknik tertentu sehingga bisa berputar di atas
suatu landasan. Di berbagai wilayah di Indonesia, gasing memiliki bentuk yang
beragam.Beberapa di antaranya berbentuk bulat, lonjong, kerucut, silinder, hingga ceper
sesuai dengan ciri khas daerah asalnya Jenis gasing ini dapat dibedakan menjadi gasing adu bunyi, adu putar dan adu pukul. Permainan gasing ini umumnya terbuat dari kayu kualitaskeras seperti kayu nangka, kayu jambu, hingga kayu jati. Kayu tersebut lantas dibentuk menggunakan benda tajam seperti golok, pisau, alat pahat, hingga alat serutan kayu. (Dikutip
dari Tribun BatamWiki.com).

Hardinansyah sebagai Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten
Natuna,mempunyai rencana akan mewujudkan lapangan permainan gasing yang ada di Bukit Cemaka tersebut akan diusulkan menjadi lapangan permanen untuk permainan gasing Natuna
serta akan dijadikan salah satu objek wisata di Kabupaten Natuna. Hardinansyah berharap
permainan gasing tradisional ini tidak hanya dimainkan atau dilombakan setahun sekali
seperti pada event Funtouristic ini saja, akan tetapi bagaimana juga bisa diadakan dalam acara peringatan maupun dalam rangka kegiatan lainnya. Beliau juga mengatakan dalam sambutannya sebelum membuka acara Festival Gasing secara resmi: “Yang paling penting harus diingat adalah permainan gasing ini merupakan seni budaya asli natuna yang harus
dijaga kelestariannya. Jadi saya harap kedepan ini lebih dapat ditingkatkan lagi”

Penulis: NAMA : ADE SEPTIANA
KELAS : 2D
NIM :1215210143