Breaking News

Bentrok di Desa Jepang Kudus Berlangsung Seharian, 24 Orang Diamankan Polisi

×

Bentrok di Desa Jepang Kudus Berlangsung Seharian, 24 Orang Diamankan Polisi

Sebarkan artikel ini

Kudus diguncang bentrokan antara sekelompok penagih utang dan warga di Desa Jepang, Kecamatan Mejobo, pada Selasa (13/10/2026). Peristiwa itu berlangsung sejak siang hingga malam, memaksa polisi turun ke lokasi untuk menenangkan situasi. Sebanyak 24 orang diamankan, sementara tiga warga dilaporkan mengalami luka-luka dan harus mendapat perawatan.

Keributan bermula dari kedatangan para penagih ke rumah Kastimah di RT 4 RW 11 sekitar pukul 11.15. Saat itu, Kastimah berada di rumah bersama dua cucunya. Menurut penuturannya, rombongan awal berjumlah sembilan orang berbadan besar dan mencari anaknya, Yunita, yang diduga memiliki kewajiban pembayaran. Kastimah mengaku langsung menyampaikan bahwa dirinya tidak memiliki uang untuk memenuhi permintaan mereka.

Kastimah menjelaskan, setelah ia mengatakan tak bisa membayar, para penagih mengarah pada mobil yang ada di rumahnya. Ia menyebut kendaraan itu terdaftar atas namanya, tetapi angsurannya dibayar oleh anaknya. Karena kunci mobil dibawa sang anak, rombongan tersebut bahkan sempat meminta agar tukang kunci dipanggil untuk membuka kendaraan. Nilai yang dipersoalkan disebut sekitar Rp 52 juta.

Baca Juga :  Jakarta Banjir Pagi Ini: 6 RT & 4 Jalan Terendam Air 95cm

Namun, Kastimah menolak menyebut persoalan itu sebagai utang pribadi. Ia menegaskan dana tersebut dipakai anaknya untuk kerja sama usaha dan hasilnya dibagi bersama. Dalam proses penagihan itu, ia juga mengaku sudah menawarkan jalan tengah, yakni pelunasan bertahap dalam waktu dua minggu hingga satu bulan. Tawaran itu, menurutnya, tidak diterima karena pihak penagih meminta pembayaran dilakukan saat itu juga.

Situasi kemudian semakin ramai setelah warga berdatangan ke rumah tersebut. Kondisi yang semula berupa penagihan berubah menjadi bentrokan terbuka. Kastimah mengatakan para penagih datang dalam dua gelombang, masing-masing menggunakan beberapa mobil. Gelombang pertama terdiri atas sembilan orang dengan tiga kendaraan, sedangkan gelombang berikutnya disebut datang lagi dengan empat mobil. Ia menyebut rombongan itu bertahan di lokasi dari sekitar pukul 11.15 hingga selepas isya.

Baca Juga :  Iran Strikes Saudi Base, US Casualties Mount Amidst Mideast Reinforcements

Akibat bentrokan, bagian rumah Kastimah ikut rusak. Gerbang samping dilaporkan jebol dan kaca depan rumah pecah. Polisi kemudian memasang garis pembatas di sekitar rumah dan area sekitarnya. Kepala Desa Jepang, Indarto, membenarkan ada tiga warganya yang terluka, dengan luka di bagian pinggul. Satu korban bahkan harus dibawa ke rumah sakit pada malam hari, meski belum diketahui apakah sudah kembali pulang atau masih menjalani perawatan.

Indarto juga sempat mendatangi lokasi saat situasi masih ramai sekitar pukul 16.00. Menurutnya, saat itu warga sudah berkumpul dan para penagih masih berada di tempat kejadian. Bentrokan akhirnya berhasil diredam setelah aparat datang. Dalam penanganan kasus ini, polisi mengamankan 24 orang yang terdiri atas para penagih utang dan pihak yang diduga terkait dengan peristiwa tersebut.