Alreinamedia.com-Natuna, Ekonomi Kabupaten Natuna kembali terguncang setelah aktivitas ekspor ikan hidup terkendala terutama jenis kerapu, ke Hong Kong mengalami kemacetan total sejak awal tahun 2025.
Terhentinya ekspor ini menjadi pukulan telak bagi ribuan nelayan, pembudidaya, dan pelaku usaha perikanan yang selama ini bergantung pada pasar luar negeri.
Hingga kini, belum ada kejelasan pasti dari pemerintah daerah maupun pusat terkait hambatan ekspor tersebut. Beberapa pelaku usaha menduga penyebabnya berkaitan dengan perubahan kebijakan dagang di Hong Kong, terbatasnya jalur pengiriman langsung, serta lemahnya lobi pemerintah Indonesia dalam menjamin kelancaran perdagangan komoditas laut dari daerah perbatasan.
Salah seorang nelayan Natuna Hengki saat dikonfirmasi jumat (2/5/25) menuturkan saat ini hampir seluruh keramba apung penuh dengan ikan yang tidak bisa dijual. “Kami sudah rugi ratusan juta. ikan-ikan ini makin besar, tapi tak bisa dikirim. Biaya pakan dan perawatan terus berjalan, tapi pemasukan nol kata hengki dengan nada kecewa
Dengan Kondisi seperiti ini, tentu akan berimbas pada penurunan daya beli masyarakat pesisir dan memicu perlambatan ekonomi di sektor lain seperti transportasi laut, logistik, dan perdagangan lokal.
Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Natuna hingga Propinsi Kepri dinilai lamban merespons krisis ini dan belum menunjukkan upaya konkret untuk membuka akses ekspor baru atau mencarikan solusi alternatif.
Hingga berita ini diterbitkan awak media ini masih berupaya menghubungi pihak agen ekspor ikan hidup keluar negeri dari wilyah Natuna ( Arizki)

















