Alreinamedia.com-Natuna, Perseteruan politik di Natuna semakin memanas. Sekretaris DPC Gerindra Natuna sekaligus Ketua Fraksi Gerindra DPRD Kepri, Marzuki, menyatakan akan melaporkan Raja Mustakim suami Bupati Natuna ke Polres atas dugaan pencemaran nama baik dan penghinaan.
Pemicunya adalah pernyataan Raja Mustakim di media sosial yang menyebut Marzuki “tidak tahu diri” dan “tidak bisa mengukur baju sendiri”. Ucapan itu dinilai Marzuki sebagai bentuk serangan personal yang merusak kehormatan dirinya, Wakil Bupati, serta institusi Partai Gerindra.
“Komentar itu tidak pernah diklarifikasi langsung kepada saya. Maka biarlah saudara Raja Mustakim menjelaskan maksud ucapannya secara resmi di Polres. Saya ingin mendengarnya sendiri, di ruang hukum,” tegas Marzuki kepada media, Minggu (25/5/2025).
Marzuki membantah keras bahwa dirinya pernah menyinggung pribadi Raja Mustakim atau pun Bupati Natuna. Kritik yang ia lontarkan, menurutnya, murni terhadap kebijakan pembentukan Tim Percepatan Pembangunan Daerah (TP2D) yang dinilai mengabaikan peran Wakil Bupati padahal jabatan tersebut diemban oleh kader Partai Gerindra.
“Saya hanya menjaga harga diri saya, harga diri Wakil Bupati, dan harga diri partai. Tidak lebih,” tegasnya.
Langkah hukum ini disebut sudah mendapat restu dari pimpinan Gerindra, termasuk Endipat Wijaya dan Iman Sutiawan. Bagi Marzuki, ini bukan soal emosi, tapi prinsip dan etika berdemokrasi. (Arizki)

















