Berita UtamaDaerahKepriNatunaNews

Mustamin Bantah Proyek HDPE Sedanau Milik Dirinya

×

Mustamin Bantah Proyek HDPE Sedanau Milik Dirinya

Sebarkan artikel ini
Mustamin Bakri Anggota DPRD Propinsi Kepri Komisi III dan pelabuhan HDPE Sedanau (Foto: Istw)

Alreinamedia.com-Natuna,  Desas desus pekerjaan pelabuhan HDPE Sedanau akhirnya dibantahkan oleh Anggota DPRD Propinsi Kepuluan Riau

Mustamin bakri yang merupakan Anggota DPRD Kepri politisi Golkar saat dikonfirmasi Jumat (22/3/24) menuturkan terkait belum termanfaatkan pelabuhan HDPE Sedanau di Kecamatan Bunguran Barat Kelurahan sedanau, tentunya menjadi perhatian buat saya saat ini.

Sebab pembangunan Pelabuhan HDPE itu, merupakan pembangunan yang membantu masyarakat Sedanau. Sebab jika air surut penumpang fery Sedanau-binjai tidak susah payah untuk naik dan turun ke pelabuhan fery terang Mustamin

Saat awak media mempertanyakan keterkaitan kepemilikan Proyek tersebut dengan beliau serta dugaan KKN pada pekerjaan proyek tersebut, mustamin menyebutkan itu bukan punya saya pak, jelas disitu kan teluk sangki jadi kalau masyarakat beranggapan proyek tersebut milik saya itu salah besar.

Baca Juga :  Mewakili Walikota Batam, Jefridin Hadiri Acara Pelaksanaan SPBE

Terus mengenai kok bisa dianggarkan dua kali pekerjaan tersebut padahal baru diresmikan hal itu menurut saya silahkan tanyakan ke Dinas teknis agar lebih pas, sebab kalau ditanyakan dengan saya ya sudah tentu saya kurang faham.

Tapi yang jelas mengenai hal belum termanfaatkan pelabuhan HDPE Sedanau, dengan nilai 2,2 Milyar hal ini akan saya tanyakan ke Pak Junaidi kadishub Propinsi kepri agar mana Pelabuhan tersebut bisa di fungsikan. Jika perlu hal yang telah dibangun tersebut diberikan saja ke Natuna jadi agar mudah pengelolaannya Tegas Mustamin

Terpisah Ismail salah seorang masyarakat Natuna Sabtu (23/3/24) berharap penegak hukum bisa memeriksa kegiatan tersebut, sebab aneh Proyek yang memakan uang milyaran rupiah terkesan ada indikasi Dugaan KKN, sehingga proyek tersebut bisa teranggarkan kembali dan seolah ada yang belum selesai padahal sudah diresmikan.

Baca Juga :  Sekda Riau Harapkan Pemkab/Pemko Dukung PSBB Provinsi

Kalau memang dalam pelaksanaan pertama ada kesalahan gambar dari konsultan perencanaan, kan sewaktu MC 0 harusnya pihak kontraktor dan Konsultan pengawas dan perencanaan bisa mempertimbangkan letak ban dan tiang, ini kan tidak model pembiaran yang seolah-seolah sewatu pekerjaan dimulai tidak ada MC 0nya. Sehingga terkesan tidak ada CCO dan begitu lah gambar awalnya Pungkas Ismail (Arizki)