Berita UtamaKepriNatuna

Natuna Sepi, Daya Beli Masyarakat Anjlok “Kinerja Pemkab di Sorot” ‎

×

Natuna Sepi, Daya Beli Masyarakat Anjlok “Kinerja Pemkab di Sorot” ‎

Sebarkan artikel ini
Bupati natuna (Cen sui Lan) Wakil Bupati Natuna (Jarmin SE)

Alreinamedia.com-Natuna,Lesunya perekonomian di Kabupaten Natuna semakin dirasakan masyarakat. Tingginya harga kebutuhan pokok yang tidak diimbangi dengan peningkatan pendapatan masyarakat menyebabkan daya beli terus menurun. Kondisi tersebut berdampak langsung terhadap aktivitas perdagangan dan usaha kecil yang menjadi tumpuan ekonomi sebagian besar warga.

‎Meski Pemerintah Kabupaten Natuna telah melakukan berbagai upaya, mulai dari operasi pasar hingga sejumlah program pengendalian harga melalui instansi terkait, sebagian masyarakat menilai langkah tersebut belum mampu memberikan dampak signifikan terhadap perputaran ekonomi daerah.

‎Sejumlah pelaku usaha mengaku kondisi ekonomi saat ini jauh lebih berat dibandingkan beberapa tahun sebelumnya. Aktivitas perdagangan di pusat Kota Ranai yang biasanya ramai hingga malam hari kini terlihat semakin sepi.

‎Heru, seorang pedagang di Kota Ranai, mengatakan melemahnya daya beli masyarakat menjadi persoalan utama yang sedang dihadapi para pelaku usaha.

‎”Daya beli masyarakat sekarang sangat kurang. Jam delapan malam saja Kota Ranai sudah sepi. Tidak banyak orang yang keluar beraktivitas, apalagi berbelanja makanan seperti dulu,” ujar Heru saat ditemui, Rabu (10/6/2026).

Baca Juga :  Menggunakan Sepeda Bambu, Presiden Gowes Ke Kawasan CFD

‎Menurutnya, kondisi tersebut menjadi indikator bahwa roda ekonomi masyarakat sedang mengalami perlambatan. Pendapatan pedagang menurun karena jumlah pembeli terus berkurang dari hari ke hari.

‎Keluhan serupa juga disampaikan Wono, seorang perantau yang mengais rezeki dengan berjualan kuliner keliling di Natuna. Ia mengaku semakin sulit mempertahankan usahanya di tengah kondisi ekonomi yang belum menunjukkan tanda-tanda membaik.

‎”Kadang hasil jualan hari ini untuk belanja kebutuhan besok saja tidak cukup. Belum lagi harus membayar sewa rumah yang cukup tinggi dan kebutuhan lainnya. Keadaan sekarang memang berat,” ungkap Wono.

‎Ia menilai pemerintah daerah perlu menghadirkan program yang mampu menggerakkan ekonomi masyarakat secara langsung, bukan hanya menawarkan bantuan permodalan atau pinjaman tanpa bunga.

‎”Pinjaman tanpa bunga memang baik, tapi tetap harus dibayar. Yang menjadi persoalan, uang untuk membayarnya dari mana kalau usaha sepi dan daya beli masyarakat terus menurun,” katanya.

Baca Juga :  Bersama UNICEF, Pemerintah Kota Kupang Optimalkan Target Penurunan Prevalensi Wasting dan Stunting

‎Kondisi ini menimbulkan pertanyaan di tengah masyarakat terkait arah kebijakan ekonomi daerah.

‎Sebagai kabupaten yang dikenal memiliki kekayaan sumber daya alam melimpah, banyak warga berharap potensi tersebut dapat memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.

‎Namun hingga saat ini, sebagian masyarakat menilai manfaat ekonomi dari berbagai potensi yang dimiliki Natuna belum sepenuhnya dirasakan oleh pelaku usaha kecil dan masyarakat menengah ke bawah.

‎Masyarakat berharap Pemerintah Kabupaten Natuna dapat segera menghadirkan terobosan yang mampu menciptakan lapangan usaha baru, meningkatkan perputaran uang di daerah, serta mengembalikan daya beli masyarakat yang terus melemah.

‎Jika kondisi ini terus berlanjut tanpa langkah konkret yang mampu menggerakkan ekonomi rakyat, kekhawatiran terhadap semakin lesunya perekonomian Natuna diprediksi akan semakin besar dan menjadi perhatian serius bagi pemerintah daerah di bawah kepemimpinan Bupati Cen Sui Lan dan Wakil Bupati Jarmin. (Arizki)