Berita PilihanNatuna

Pantang Larang Masyarakat Melayu

×

Pantang Larang Masyarakat Melayu

Sebarkan artikel ini

Alreinamedia.com-Di Indonesia mempunyai adat dan tradisi yang berbeda antara satu dengan yang lain. Oleh karena itu, setiap Provinsi mempunyai berbagai kebudayaan dan tradisi hidup yang berbeda-beda. Satu di antara kebudayaan yang masih melekat di dalam kehidupan masyarakat sampai sekarang adalah pantang larang. Pantang larang adalah suatu tradisi yang tumbuh dan terus berkembang dalam masyarakat.

Pantang larang merupakan sesuatu yang tidak diperkenankan dalam masyarakat mengenai perkara tertentu yang disepakati untuk dijadikan panduan hidup merupakan suatu usaha dalam melahirkan keharmonian bermasyarakat dan mewakili nilai maupun norma.

Pantang larang merupakan satu di antara warisan budaya masyarakat Melayu di Natuna yang sangat tinggi nilainya. Pantang larang atau lebih dikenal dengan istilah pamali dalam beberapa istilah daerah merupakan satu di antara jenis ungkapan bersifat larangan baik dituturkan langsung atau tidak langsung. Secara istilah pantang larang itu adalah tidak melakukan sesuatu dalam kehidupan karena dapat mendatangkan kemudaratan bagi pelakunya. Lazimnya masyarakat Melayu pada umumnya, berbagai adat istiadat, budaya dan tradisi juga masih mewarnai dalam sebagian besar kehidupan sosial masyarakat.

Bahkan sejarah memetakan bahwa sistem sosial masyarakat Melayu sangat terikat dengan adat istiadat dan tradisi yang diwarisi turun temurun Sebagai satu di antara tradisi budaya yang masih terus ada dalam masyarakat, pantang larang dipercayai memiliki berbagai nilai penting bagi kehidupan masyarakat pengamalnya, diantaranya pengajaran mengenai keseimbangan hidup.

Masyarakat Melayu di Natuna dahulu meninggalkan bermacam-macam kepercayaan yang mengandung berbagai pantang larang, sebagai ajaran yang halus dan nasihat yang berguna bagi anak cucunya yang belum berpengalaman dalam kehidupan mereka. Sebagai suatu tradisi sosial dan budaya yang lahir dan berkembang dalam kehidupan masyarakat, pantang larang bukan hanya larangan yang tanpa nilai, melainkan ada pesan penting yang terkandung dalam setiap pantang larang itu,
Pantang larang masyarakat Melayu di Natuna bertujuan untuk mendidik agar mengamalkan nilai-nilai mumi dalam kehidupan mereka. Pantang larang juga diamalkan karena merupakan harta pusaka atau warisan dari nenek moyang dan bertanggung jawab untuk mengamalkannya dan menurunkan tradisi tersebut kepada anak dan cucunya.

Setiap pantang larang mempunyai arti tersendiri yang memberi manfaat bagi kehidupan. Orang tua Melayu dahulu selalu mengingatkan anak cucunya supaya tidak melanggar pantang larang. Masyarakat Kabupaten Natuna dapat dikatakan melupakan pantang larang. Generasi muda bahkan tidak mengetahui pantang larang yang ada di daerahnya apalagi makna yang terkandung dalam pantang larang itu sendiri. Pantang larang harus dipertahankan dan dilestarikan keberadaannya demi menjaga kearifan lokal masyarakat di Kabupaten Natuna.

Pantang larang yang diamalkan oleh orang Melayu di Natuna sebagai rnnduan hidup mengenai sesuatu yang boleh dilakukan dan larangan untuk tidak dilakukan. Masyarakat tradisional belajar sesuatu melalui lisan dan pantang larang yang menjadi amalan disampaikan dari generasi ke generasi, sedangkan masyarakat terdahulu belajar melalui tulisan. Dalam kehidupan masyarakat Melayu di Natuna , tidak semua pantang larang itu dapat diterima oleh akal, namun tetap indah dan berseni, terutama dalam membentuk struktur kehidupan yang sempurna. Walaupun banyak yang beranggapan pantang larang tidak sesuai digunakan terutama menghadapi kehidupan pada zaman modern ini, tidak ada tanda bahwa pantang larang akan dimusnahkan begitu saja. Masyarakat Melayu mampu mengubah pantang larang sesuai dengan perkembangan zaman agar lebih sesuai dengan cara hidup masyarakat beragama.

Baca Juga :  Kajari Natuna, Gelar Cofee Morning Bersama Insan Pers

Hanya pantang larang yang berunsur warisan lama, perlahan-lahan terkikis dan sirna.
Orang Melayu di Natuna mempunyai banyak pantang larang yang diwariskan kepada keturunannya dalam usaha mereka untuk menjaga perlakuan keluarga dan hubungan sesama anggota masyarakat maupun kepada alam sekitar. Pantang larang seakan-akan memang seperti menyekat kebebasan individu yang kedengarannya seperti tidak masuk akal, meskipun hakikatnya pantang larang yang diamalkan itu dapat dilihat kebenarannya hingga kini. Sebagian orang melihat pantang larang Melayu tidak Iagi sesuai diamalkan pada masa kini karena khawatir akan merusak akidah masyarakat khususnya berkaitan dengan musibah, jodoh, rejeki, ajal dan maut kerana semua itu sudah diatur oleh Allah Swt.

Contoh-contoh pantang larang yang masih diamalkan sebagai berikut
Pantan Larana Berdasarkan Keselamatan ‘iwa
Pern ataan
Akibat
Lo ika

Dilarang memukul orang dengan sapu lidi
Orang yang dipukul akan sial
Agar tidak menyakiti orang lain

Dilarang menyapu dimalam hari
Akan sial
Malam hari dimanfaatkan untuk beristirahat

Dilarang duduk diatas bantal
Akan bisul
Agar menggunakan benda sesuai dengan kegunaan

Pantan Laran Ba i
Pern ataan
Akibat
Lo ika

Bayi tidak boleh ditegur jika badannya gemuk, hanya boleh dikatakan ‘semangat’
Bayi tersebut akan menjadi kurus
Menjaga perasaan orang tuanya

Bayi tidak boleh dicium sewaktu tidur terutama di atas ubunubun kepala dan pada pusamya
Akan pendek umur
Dikhawatirkan bayi tersebut akan terbangun dan mengganggu tidurnya

Dilarang mencium tangan bayi
Bayi akan menjadi
Kulit bayi masih sensitif,

Tidak boleh meletakkan bayi di atas lutut
Akan sakit perut
Dikhawatirkan bayi tersebut akan jatuh

Tidak boleh meniup mulut bayi
Bisu
Akan mengganggu pernapasannya

Anak-anak
Pern ataan
Akibat
Lo ika

Dilarang berbicara / bernyanyi di dalam toilet
Mata ketumbit
Di dalam toilet tidak baik untuk berbicara, karena tempat orang membuan kotoran

Dilarang bermain atau keluar rumah waktu sen • a
Disembunyikan hantu
Waktu senja mendekati maghrib, jadi sebaiknya bersiap untuk melaksanakan shalat

Dilarang duduk di atas bantal
Punggung terkena bisul
Untuk menjaga bantal agar tidak pecah atau sobek. Tambahan lagi, tidak baik benda untuk meletakkan ke ala diletakkan di un

Dilarang bersiul di dalam rumah
Ular akan masuk
Untuk menjaga ketentraman rumah dari suara rebut

Dilarang memetik buah diwaktu sen•a
Diganggu hantu
Waktu senja tidak baik untuk melakukan ke •atan di luar rumah

Dilarang mengangkat kaki ketika meniarap
Ibu akan meninggal
Dikhawatirkan akan sesak nafas dan untuk mendidik anak agar be rilaku so an

Jangan bergendang di dalam rumah
Harta akan habis dicuri Oran
Dikhawatirkan akan mengganggu tetangga dan men ang ketentraman rumah

Jangan mengambil kembali barang yang telah diberikan kepada oran lain
Buruk siku
Untuk mengajarkan keikhlasan

Baca Juga :  10 Nighttime Pursuits & 10 Solitary Revelations

Jangan membuka payung di dalam rumah
Kepala akan berkudis
Untuk menjaga payung supaya tidak cepat rusak

Jangan meniup api lilin atau api dapur atau a i lita berdua
Yang seorang akan menjadi bisu
Untuk menghindari kebakaran

Tidak boleh memotong kuku di waktu malam
Pendek umur
Untuk menghindari dari terpotong dagingnya

Tidak boleh memakan ke la ikan
Menjadi bodoh
Kepala ikan umumnya terdapat ban ak tulan

Tidak boleh menunjuk pelangi
Jari kudung
Dikhawatirkan tertunjuk orang lain dan akan men akibatkan salah am

Perem uan
Pern ataan
Akibat
Looika

Dilarang menyanyi di dapur ketika sedang masak
Akan menikah dengan orang tua
l . Untuk menghindari masakan hangus karena asik bernyanyi 2.Dikhawatirkan masakan tersebut tercemar Oleh air liur yang keluar akibat keasikan bern an i

Dilarang menjahit baju yang sedang di akai
Utang tidak akan lunas
Dikhawatirkan akan tertusuk jarum

Dilarang menjahit pada waktu malam
Akan Sial
Untuk menjaga kesehatan mata supaya tidak menjadi kabur
Menghindari tangan agar tidak tertusuk • arum

Dilarang bercermin di depan cermin retak
Wajah pucat di malam pertama
Wajah tidak terlihat seutuhnya pada cermm

Dilarang memotong kuku diwaktu malam
Akan Sial
Dikhawatirkan akan terpotong da •n a

Dilarang tertawa diwaktu Maghrib
Hantu akan datang
Kita haruslah menghormati waktu orang sedang melaksanakan shalat

Jangan bercermin ditengah malam
wajah menjadi tinjau belukar. Dari jauh terlihat cantik, dipandang dekat terlihat •elek
Tengah malam itu waktunya tidur

Jangan menyapu lantai diwaktu malam
Semua rejeki yang kita cari pada waktu siang semuanya akan keluar
Akan mengganggu orang yang ingin beristirahat

Jangan bangun lewat atau bangun siang
Sukar mendapat jodoh
Banyak pekerjaan yang harus dilakukan, jika bangun siang maka ke • aan akan terben kalai

Jangan tidur selepas
Makan
Perut menjadi buncit
Karena proses pencernaan makanan dalam
Iambun kita berlan sun selama 2 -am

Tidak boleh menyapu nasi pada waktu malam
Sulit mendapatkan rejeki
Nasi tersebut dikhawatirkan akan dikerumuni semut

Laki-laki
Pern ataan
Akibat
Lo ika

Dilarang bersiul di dalam rumah
Ular akan masuk ke rumah
Menjaga ketenframan rumah dari keributan

Dilarang buang air kecil di atas busut/bukit
Buruk kemaluan
Menjaga adab dan kebersihan alam sekitar

Dilarang mengintip orang mandi
Mata ketumbit
Karena biasanya ketika mandi orang tidak berpakaian

Pantan Laran Sebelum Pernikahan
Pern ataan
Akibat
Lo ika

Jangan keluar dengan pasangan selama 40 hari sebelum diijabkabul
Hubungan tidak langgeng
Untk menghindari pasangan tersebut dari prasangka negatif orang dan dari perbuatan yang melanggar agama

Jangan tidur di rumah orang Iain
Terkena ilmu jahat
Untuk menjaga nama baik keluarga

Jangan bebas keluar ke mana-mana
Disantet Oleh mereka yang mempunyai niat tidak baik
Untuk mengelakkan kedua pihak melanggar hukum agama

Jangan bercermin terutama selepas maghrib
Menghindarkan diri dari perkara sihir
Sebaiknya melaksanakan shalat maghrib

Jangan keluar rumah tanpa tujuan menjelang perkahwinan
Calon pengantin mengalami kemalangan jika berada di luar
Sebaiknya berada di rumah untuk Persiapan

Penulis: Guntur Priyoga