Berita Utama

Pencarian Kapal Tenggelam Labuan Bajo: Pelatih Valencia Masih Hilang, Evakuasi Lanjut

×

Pencarian Kapal Tenggelam Labuan Bajo: Pelatih Valencia Masih Hilang, Evakuasi Lanjut

Sebarkan artikel ini

Upaya Pencarian Intensif Korban Kecelakaan Kapal KM Putri Sakinah di Perairan Pulau Padar

Tim SAR gabungan terus mengerahkan segala upaya untuk menemukan titik terang terkait insiden tenggelamnya kapal wisata KM Putri Sakinah di perairan Pulau Padar, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. Meskipun sejumlah properti kapal telah berhasil ditemukan, keberadaan empat Warga Negara Asing (WNA) asal Spanyol yang dilaporkan hilang masih menjadi fokus utama pencarian.

Keempat korban yang belum diketahui keberadaannya ini merupakan satu keluarga. Mereka adalah seorang ayah, yang diidentifikasi sebagai Fernando Martin, seorang pelatih tim Valencia B, beserta ketiga orang anaknya. Kehilangan mereka menambah urgensi dan kompleksitas operasi penyelamatan yang tengah berlangsung.

Koordinator Pos SAR Manggarai Barat, Edy Suryono, melaporkan perkembangan terbaru pada Minggu, 28 Desember 2025. Tim SAR berhasil menemukan sejumlah barang yang secara pasti terkonfirmasi milik KM Putri Sakinah.

“Kami berhasil menemukan jaket pelampung (life jacket) serta papan kayu yang merupakan bagian atas kapal di sisi selatan lokasi kejadian. Kapten kapal telah mengonfirmasi bahwa barang-barang tersebut memang milik mereka,” ujar Edy.

Penemuan ini memberikan petunjuk awal mengenai arah kemungkinan keberadaan korban dan puing-puing kapal. Sebelumnya, tim penyelamat juga telah menemukan berbagai puing lainnya, termasuk tabung gas, serpihan badan kapal, dan bagian dari kamar nakhoda. Seluruh temuan ini berada dalam radius lima mil laut dari titik awal kapal dilaporkan tenggelam, menunjukkan area pencarian yang terfokus namun luas.

Baca Juga :  RMA Indonesia Sumbang Scorpio Pik-Up untuk Penanganan Bencana Sumatera

Perluasan Area Pencarian dan Pengerahan Penyelam Profesional

Guna mempercepat proses evakuasi dan memaksimalkan peluang keberhasilan, operasi SAR kini melibatkan berbagai pihak dan teknologi canggih. Strategi pencarian yang diterapkan dirancang secara komprehensif, mencakup beberapa aspek penting:

  • Penyisiran Laut: Tim SAR melakukan penyisiran area yang sangat luas. Mereka menjelajahi perairan sejauh 9 mil ke arah selatan dan 5 mil ke arah utara dari titik lokasi kejadian kecelakaan.

  • Pengerahan Penyelam Profesional: Untuk menjangkau area yang lebih dalam dan sulit dijangkau, enam penyelam profesional dari Perhimpunan Penyelam Profesional Komodo (P3KOM) telah diterjunkan. Para penyelam ini bertugas mencari korban di bawah permukaan air, sebuah area yang krusial namun berbahaya.

  • Koordinasi Lintas Pulau: Upaya pencarian juga melibatkan koordinasi intensif dengan masyarakat lokal. Petugas SAR secara aktif menjalin komunikasi dengan para nelayan dan warga yang berada di pulau-pulau sekitar lokasi kejadian, seperti Pulau Messah dan Pulau Papagarang. Informasi dari mereka sangat berharga untuk memperluas jangkauan pencarian dan mendapatkan petunjuk tambahan.

Baca Juga :  Kejagung Tangkap Buron Surat Palsu di Batam

Kepala Kantor Basarnas Maumere, Fathur Rahman, mengonfirmasi bahwa dari total 11 penumpang yang berada di kapal, sebanyak tujuh orang telah berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat. Sementara itu, empat orang lainnya, termasuk keempat WNA asal Spanyol, masih dalam status pencarian intensif.

Rencana Pencarian Hari Keempat: Optimalisasi Armada dan Perluasan Area

Memasuki hari keempat operasi pencarian, Senin, 29 Desember 2025, tim SAR berencana untuk memperluas area pencarian lebih jauh lagi. Langkah ini diambil untuk memastikan tidak ada sudut yang terlewat dalam upaya menemukan korban yang masih hilang.

Tim SAR akan memaksimalkan penggunaan berbagai armada yang tersedia untuk mendukung operasi. Armada tersebut meliputi:
* Rigid Inflatable Boat (RIB) milik Basarnas.
* RIB milik TNI Angkatan Laut (TNI AL).
* RIB milik Direktorat Kepolisian Air (Ditpolair) Polda Nusa Tenggara Timur.
* Sea Rider milik Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Labuan Bajo.

Dengan kombinasi penyisiran darat, laut, penyelaman, dan koordinasi masyarakat, diharapkan operasi SAR ini dapat segera membuahkan hasil dan menemukan keempat WNA yang masih hilang. Keberhasilan operasi ini tidak hanya bergantung pada kemampuan teknis tim SAR, tetapi juga pada kerjasama yang solid dari berbagai instansi dan dukungan masyarakat.