Breaking News

Pencarian Yazid di Mongkrang Ditutup: 300 Relawan Gagal Temukan Survivor

×

Pencarian Yazid di Mongkrang Ditutup: 300 Relawan Gagal Temukan Survivor

Sebarkan artikel ini

Pencarian 13 Hari Berakhir Nihil: Operasi SAR Korban Hilang di Bukit Mongkrang Ditutup

KARANGANYAR – Operasi pencarian dan penyelamatan (SAR) terhadap Yazid Ahmad Firdaus (26), seorang pendaki yang dilaporkan hilang di kawasan Bukit Mongkrang, Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, secara resmi dihentikan setelah berlangsung selama 13 hari. Upaya pencarian yang mengerahkan ratusan personel dan berbagai unit SAR ini belum membuahkan hasil, meninggalkan misteri hilangnya pemuda asal Desa Gawanan, Kecamatan Colomadu, tersebut.

Penutupan operasi SAR ini dilakukan pada Sabtu, 31 Januari 2026, setelah tim gabungan melakukan penyisiran intensif di berbagai area Bukit Mongkrang. Koordinator Operasi SAR dari Basarnas Solo, Tri Puji Sugiharto, mengonfirmasi bahwa operasi dinyatakan berakhir nihil. “Operasi SAR berakhir nihil dan kami dihentikan dan resmi ditutup,” ujar Tri Puji.

Tantangan Berat di Lapangan

Pencarian yang berlangsung selama hampir dua minggu ini dihadapkan pada berbagai kendala signifikan. Luasnya area pencarian menjadi salah satu faktor utama yang mempersulit tim SAR. Selain itu, kondisi cuaca ekstrem yang kerap melanda kawasan pegunungan turut menambah kerumitan operasi.

“Kendala utama yang kami hadapi adalah luasnya area pencarian dan cuaca ekstrem,” jelas Tri Puji. Ia menambahkan bahwa meskipun area yang luas telah disusuri, masih ada satu titik yang belum terjangkau sepenuhnya karena keterbatasan waktu dan kondisi medan.

Pengerahan Personel dan Unit SAR

Dalam upaya pencarian hari ke-13, Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas B Surakarta mengerahkan kekuatan penuh. Kasubsi Operasi, Basuki, melaporkan bahwa sebanyak 16 Search and Rescue Unit (SRU) dikerahkan, melibatkan total sekitar 300 personel. Mereka melakukan penyisiran menyeluruh, mulai dari puncak hingga area loket, termasuk jurang sedalam 200 meter. Penyisiran dilakukan dari berbagai arah mata angin, yaitu barat, utara, timur, dan selatan, namun semua upaya tersebut belum membuahkan hasil positif.

Baca Juga :  Demo Iran Membara

“Jadi kami hari ke-13 kami melakukan penyisiran kembali dari puncak sampai pos loket, kami melakukan penyisiran di jurang yang dalam 200 meter, kita sisir dari barat sampai sumber air, dan hari ini kita sudah sisi barat, Utara, timur dan selatan kita sisir semua hasilnya masih nihil,” ungkap Basuki.

Penghentian Aktivitas Pendakian dan Sikap Keluarga

Menyusul penutupan operasi SAR, aktivitas pendakian di Bukit Mongkrang untuk sementara waktu dihentikan hingga batas waktu yang belum ditentukan. Hal ini dilakukan untuk mencegah kejadian serupa dan memberikan ruang bagi evaluasi lebih lanjut.

Pihak keluarga korban, Yazid Ahmad Firdaus, dikabarkan telah menerima hasil operasi pencarian. Tri Puji Sugiharto menyatakan bahwa keluarga telah mengikhlaskan apa pun yang terjadi. “Hingga hari ini, tidak ada pencarian mandiri, dan pihak keluarga sudah mengikhlaskan apapun hasil opsar yang didapat,” ungkapnya.

Kemungkinan Dibukanya Kembali Operasi Pencarian

Meskipun operasi SAR telah ditutup secara resmi, bukan berarti peluang pencarian tidak ada sama sekali. Basuki menjelaskan bahwa operasi pencarian dimungkinkan untuk dibuka kembali apabila ditemukan adanya jejak atau petunjuk baru terkait keberadaan Yazid.

“Kami sudah melakukan perpanjangan, namun kami hingga saat ini tidak menemukan jejak ceceran suvirvor dan apabila suatu hari ditemukan jejak ceceran dari suvirvor kemungkinan opsar di buka lagi,” tutur Basuki. Ia juga menambahkan bahwa jika pihak keluarga memutuskan untuk melakukan pencarian mandiri, mereka diwajibkan untuk berkoordinasi dengan pengelola basecamp setempat.

Kronologi Hilangnya Yazid Ahmad Firdaus

Peristiwa hilangnya Yazid bermula pada Minggu, 18 Januari 2026, ketika ia bersama tiga orang temannya, Salman, Sukma, dan Riyan, memulai pendakian “tektok” (pulang pergi dalam satu hari) ke Bukit Mongkrang.

  • Pukul 06.30 WIB: Keempat pendaki memulai pendakian.
  • Sekitar Pukul 08.00 WIB: Yazid dan Salman tiba lebih dulu di puncak.
  • Menyusul Riyan: Karena Riyan masih tertinggal, Yazid turun untuk menyusul. Dalam perjalanan turun, Yazid berpapasan dengan Sukma, kemudian Yazid kembali naik bersama Riyan hingga tiba di puncak.
  • Pukul 08.30 WIB: Keempat pendaki berfoto bersama di puncak.
  • Sekitar Pukul 09.00 WIB: Rombongan mulai turun dengan formasi Yazid di depan, diikuti Salman, Sukma, dan Riyan.
  • Kejadian Jaket Jatuh: Tidak jauh dari puncak, jaket Yazid terjatuh. Saat Yazid mengambil jaketnya, Salman dan Sukma menyalipnya, sehingga posisi Yazid berada di belakang mereka.
  • Terakhir Terlihat: Salman terakhir melihat Yazid di jalur turun, dengan jarak sekitar 20 meter menurut keterangan Sukma. Jalur pendakian saat itu cukup ramai, menyebabkan antrean di beberapa titik. Yazid terakhir terlihat di area bebatuan di atas Pos 3.
  • Kehilangan Kontak: Salman dan Sukma tiba di basecamp sekitar pukul 11.30 WIB, namun Yazid tidak kunjung tiba. Riyan juga tiba di basecamp sendirian.
  • Upaya Pencarian Awal: Sukma sempat naik kembali untuk mencari Yazid, namun sekitar pukul 13.50 WIB hujan deras turun dan ia terpaksa berteduh di Pos 2. Sukma kemudian menghubungi rekannya untuk melaporkan kejadian tersebut ke basecamp dan menyatakan Yazid hilang.
  • Operasi SAR Gabungan: Sejak 18 Januari hingga 31 Januari 2026, operasi SAR gabungan terus dilakukan namun belum membuahkan hasil.
Baca Juga :  Jakarta Banjir: 8 Jalan Tergenang 50cm, Macet Parah Sejak Pagi

Ciri-Ciri dan Barang Bawaan Korban

Saat dilaporkan hilang, Yazid Ahmad Firdaus memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
* Tinggi: 175 cm
* Berat: 68 kg
* Kulit: Sawo matang
* Pakaian: Mengenakan kaos dan celana pendek hitam, jaket parasut hitam, dan sepatu HOKA SG 6 ungu-pink.
* Aksesori: Jam tangan putih.

Barang bawaan yang dilaporkan dibawa oleh Yazid meliputi:
* Running belt hitam
* Dua soft flask hitam
* Botol Coca Cola
* Snack fit bar
* Headset bone conduction hitam.