JAKARTA – Harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi terlihat mengalami kenaikan mulai hari ini, Senin (4/5). Kenaikan tersebut terjadi pada jenis Solar dan Pertamax Turbo. Sementara itu, harga BBM Pertamax tetap stabil.
Berdasarkan informasi dari laman resmi Pertamina, penyesuaian harga BBM dilakukan di beberapa wilayah Jabodetabek. Hal ini dilakukan sebagai bagian dari implementasi kebijakan terkait harga bahan bakar minyak.
Beberapa jenis BBM yang mengalami kenaikan antara lain:
- Pertamax Turbo (RON 98): Harga naik menjadi Rp19.900 per liter dari sebelumnya Rp19.400 per liter pada bulan April.
- Dexlite (CN 51): Harga meningkat menjadi Rp26.000 per liter dari sebelumnya Rp23.600 per liter pada April 2026.
- Pertamina Dex (CN 53): Naik menjadi Rp27.900 per liter dari harga sebelumnya Rp23.900 per liter.
Sementara itu, Pertamina masih mempertahankan harga untuk beberapa jenis BBM seperti:
- Pertamax (RON 92): Tetap di level Rp12.300 per liter.
- Pertamax Green (RON 95): Masih berada di tingkat Rp12.900 per liter.
Harga tersebut sudah tidak berubah sejak Maret lalu, tepatnya sebelum konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Israel dengan Iran.
Selain itu, harga BBM penugasan dan subsidi juga tetap stabil. Misalnya:
- Pertalite: Rp10.000 per liter.
- Biosolar: Rp6.800 per liter.
Penyesuaian harga BBM ini dilakukan dalam rangka menerapkan Keputusan Menteri ESDM No. 245.K/MG.01/MEM.M/2022, yang merupakan perubahan atas Kepmen No. 62 K/12/MEM/2020.
Kenaikan harga BBM ini diperkirakan akan berdampak pada pengguna kendaraan bermotor, terutama yang sering menggunakan BBM nonsubsidi. Dengan adanya penyesuaian harga, masyarakat diimbau untuk lebih memperhatikan pengeluaran dan mempertimbangkan penggunaan BBM secara efisien.
Sejumlah pihak juga menilai bahwa kenaikan harga BBM ini mencerminkan fluktuasi harga global dan kondisi pasar minyak yang terus bergerak. Namun, pemerintah dan Pertamina tetap berkomitmen untuk menjaga stabilitas harga BBM agar tidak terlalu memberatkan masyarakat.
Dalam hal ini, penting bagi masyarakat untuk selalu mengikuti informasi terkini tentang harga BBM dan kebijakan energi yang dikeluarkan oleh pemerintah. Dengan begitu, masyarakat dapat mempersiapkan diri dan mengambil keputusan yang tepat terkait penggunaan bahan bakar minyak.
















