Alreinamedia.com, Jakarta – Kepolisian menetapkan 10 orang sebagai tersangka dalam kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Polisi Dedi Prasetyo mengatakan 10 orang tersebut diamankan di Riau dan Jambi.
“Yang berhasil diamankan sekitar 10 orang itu lebih banyak kepada individu dari wilayah Sumatera di Riau dan Jambi. Status tersangka,” ujarnya di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (7/8).
Dedi mengatakan pihaknya sudah memantau posko satgas Karhutla dari Bareskrim. Dari pantauan dia menyebutkan titik kebakaran sudah menurun.
Awalnya, kata Dedi, terdapat puluhan titik kebakaran tetapi saat ini terpantau 12 titik.
“Kemarin sudah mengalami penurunan secara signifikan. Dari awalnya sekitar puluhan kemarin 12 titik. Sebagian besar di Kalimantan, Sumatera di Kalsel dan Kaltim,” tuturnya.
Dikutip dari Antara, titik panas yang terdeteksi di Indragiri Hilir merupakan yang terbanyak sepanjang 2019 ini. Sedikitnya empat kecamatan di wilayah itu membara akhir pekan ini yakni Keritang, Gaung Anak Serka, Enok dan Batang Tuaka.
Selanjutnya, Pelalawan masih menjadi salah satu penyumbang titik panas utama di Riau dengan jumlah mencapai 23 titik. Angka itu berkurang dibanding awal pekan ini yang sempat menyentuh angka 60 titik lebih.
Selain itu, titik panas juga muncul di Bengkalis (4), Rokan Hilir (9), Siak (31), Kuansing (1), Kampar (1), Dumai (2).
Selain di Riau, BMKG menyatakan keberadaan titik panas juga terdeteksi di sejumlah provinsi di Pulau Andalas, Sumatera. Di Jambi, BMKG menyebut terdapat 41 titik panas, Lampung 24 titik, Kepulauan Riau 13 titik, Sumatera Selatan delapan dan Sumatera Barat 24 titik.
Presiden Joko Widodo sebelumnya telah menginstruksikan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian untuk menindak tegas anggotanya yang tidak becus menangani kebakaran hutan dan lahan. Jokowi mengaku malu hendak bertamu ke Malaysia dan Singapura karena pemberitaan di negara tetangga menampilkan headline tentang karhutla di Indonesia.
1.136 Warga Pekanbaru Terserang ISPA
Sementara itu sebanyak 1.136 warga Kota Pekanbaru sudah terserang Infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Hal itu diduga diakibatkan asap kebakaran lahan dan hutan di sejumlah wilayah di Riau.
Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru meminta seluruh pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) setempat untuk siaga melayani warga yang terserang penyakit akibat dampak asap tersebut. Warga juga diminta pakai masker.
“Kami sudah kumpulkan seluruh kepala puskesmas di Kota Pekanbaru untuk memberikan layanan yang optimal kepada masyarakat, baik itu balita, ibu hamil dan lansia yang terkena dampak kabut asap,” kata Plt Kadiskes Pekanbaru Muhammad Amin, di Pekanbaru, yang dikutip dari Antara, Rabu (7/8/2019).
Muhammad Amin, meminta petugas puskesmas untuk memaksimalkan pelayanan bagi warga yang terserang ISPA.
“Kami juga meminta agar penderita ISPA betul-betul tertangani dengan baik,” ujarnya.
Menurut dia hingga Selasa (6/8) pagi, Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru mengungkapkan setidaknya 1.136 warganya terserang infeksi saluran pernapasan dampak kebakaran hutan dan lahan yang masih terjadi di sejumlah kawasan di Riau. Lebih separuhnya dari mereka adalah usia produktif yang banyak beraktivitas di luar ruangan.
Untuk itu, kepada seluruh puskesmas dan rumah sakit yang ada di Kota Pekanbaru diimbau untuk memberikan layanan yang optimal kepada masyarakat yang terkena ISPA tersebut.
Bahkan, lanjut Muhammad Amin, Diskes juga sudah menghimbau kepada pihak petugas puskesmas, termasuk puskesmas rawat jalan, agar memanfaatkan ruang IGD untuk tempat evakuasi warga yang terkena ISPA.
“Walau kami belum terima laporan terkait pasien ISPA yang dirawat,” ujarnya. (mb/detik)

















