Pria Gadungan Berkedok TNI Tipu Enam Wanita di Mamuju
Mamuju, Sulawesi Barat – Sebuah kasus penipuan mengejutkan terjadi di Mamuju, Sulawesi Barat, di mana seorang pria berinisial APB berhasil memperdaya enam orang wanita dengan menyamar sebagai anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI). Aksi kejahatannya terbongkar setelah kecurigaan warga mengarah pada statusnya yang tidak semestinya. Pelaku diduga telah melancarkan aksinya dengan memanfaatkan identitas palsu untuk meyakinkan para korbannya, bahkan hingga merugikan salah satu korban sebesar Rp 7 juta.
Kasi Humas Polresta Mamuju, Iptu Herman Basir, mengungkapkan bahwa penangkapan APB bermula dari laporan dan kecurigaan masyarakat setempat. Setelah dilakukan penelusuran lebih lanjut, pihak kepolisian berkoordinasi dengan institusi TNI untuk memverifikasi keanggotaan APB. Hasilnya, dipastikan bahwa APB sama sekali tidak terdaftar sebagai prajurit TNI, menegaskan statusnya sebagai tentara gadungan.
“Setelah dilakukan penyelidikan, dipastikan bahwa terduga pelaku tersebut bukan anggota TNI atau gadungan,” tegas Herman.
Kronologi Penangkapan dan Barang Bukti
Tim Resmob Polresta Mamuju berhasil meringkus APB di kediaman mertuanya yang berlokasi di Kecamatan Sampaga, Mamuju. Upaya APB untuk melarikan diri dengan melompati pagar rumah sempat dilakukan, namun usahanya sia-sia dan ia berhasil diamankan tanpa perlawanan berarti. Saat ditangkap, APB mengenakan kaos putih dan celana pendek, dengan kedua tangannya diborgol.
Setelah diamankan, APB digiring ke kamarnya untuk pemeriksaan barang bukti. Di dalam kamar tersebut, polisi menemukan barang bukti utama yang digunakan APB dalam melancarkan aksinya, yaitu seragam TNI. Pengakuan mengejutkan datang dari APB sendiri ketika ditanya oleh petugas mengenai asal-usul seragam tersebut. Ia mengaku membeli seragam itu melalui toko online di platform media sosial TikTok.
“Beli di TikTok Pak,” ujar pelaku saat diinterogasi oleh polisi.
Modus Operandi dan Kerugian Korban
Modus operandi APB terbilang licik. Ia diduga menggunakan identitas palsu sebagai anggota TNI untuk membangun kepercayaan dengan para wanita yang menjadi targetnya. Setelah berhasil mendapatkan kepercayaan, APB kemudian mengajak para korban untuk bekerja sama dalam membuka berbagai jenis usaha. Tawaran bisnis yang menggiurkan ini rupanya menjadi jebakan yang berujung pada kerugian materiil bagi para korban.
Menurut keterangan Iptu Herman Basir, total ada enam orang wanita yang telah berhasil diperdaya oleh APB. Korban terakhir yang melaporkan kejadian ini kepada pihak kepolisian adalah seorang wanita yang mengalami kerugian finansial sebesar Rp 7 juta. Kerugian ini timbul setelah ia tergiur untuk bekerja sama membuka usaha bersama APB.
Pihak kepolisian terus mendalami kasus ini untuk mengetahui secara pasti motif di balik penyamaran APB dan untuk mengidentifikasi kemungkinan adanya korban-korban lain yang belum melaporkan diri.
Pemeriksaan Lanjutan di Mapolresta Mamuju
Saat ini, APB telah diamankan di Markas Polresta Mamuju untuk menjalani serangkaian pemeriksaan lebih lanjut. Penyitaan barang bukti berupa satu unit telepon genggam dan seragam TNI yang digunakan untuk menipu menjadi bagian penting dari proses investigasi. Polisi berupaya keras untuk mengungkap seluruh jaringan dan modus operandi APB, serta memastikan keadilan bagi seluruh korban yang telah dirugikan.
Kasus ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk selalu waspada terhadap segala bentuk penipuan, terutama yang melibatkan penyamaran identitas. Verifikasi keabsahan identitas dan tawaran bisnis yang terlalu menggiurkan perlu menjadi prioritas utama sebelum mengambil keputusan finansial.

















