Internasional

Trump Kecam Pembocor Informasi Soal Rencana Serangan ke Iran

×

Trump Kecam Pembocor Informasi Soal Rencana Serangan ke Iran

Sebarkan artikel ini

Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali melontarkan kecaman keras terhadap pembocor informasi setelah mengaku membatalkan serangan ke Iran karena jadwal operasi itu terlanjur tersebar ke media. Dalam rapat umum di Arizona, Trump mengatakan para pembocor semestinya dihukum berat, bahkan menyebut mereka pantas ditembak. Pernyataan itu disampaikan pada Kamis (15/10), dilansir Antara.

Trump menjelaskan bahwa pengerahan pesawat pengebom siluman B-2 dilakukan untuk memastikan Iran tidak memiliki senjata nuklir. Menurut dia, pihak Iran sudah menunggu kedatangan armada itu. Namun, rencana serangan yang semula disiapkan justru bocor sebelum dijalankan, sehingga informasi mengenai waktu keberangkatan dan kedatangan pesawat muncul di sejumlah media besar di Amerika Serikat.

Baca Juga :  Bintan Raih Terbaik I Penghargaan Keterbukaan Informasi Publik 2025

Dalam pidatonya, Trump menyebut ada pihak yang membocorkan detail penerbangan dari Missouri, termasuk jam lepas landas yang disebut pukul 12.07. Ia menyinggung nama The New York Times dan CNN sebagai media yang memuat informasi tersebut. Karena kebocoran itu, Trump mengatakan operasi yang telah dirancang harus ditunda.

Meski begitu, Trump mengklaim serangan akhirnya tetap dilakukan dua hari kemudian, pada waktu yang sama seperti rencana semula. Ia menegaskan bahwa saat itulah lawan tidak lagi bisa memperkirakan kedatangan pesawat-pesawat AS. Pernyataan ini dipakai Trump untuk menekankan bahwa kebocoran informasi dapat mengganggu operasi militer yang sensitif.

Trump juga melontarkan serangkaian serangan verbal terhadap para pembocor informasi. Ia menyebut mereka sebagai “sampah masyarakat” dan menilai mereka harus diperlakukan sangat keras. Dalam ucapannya, Trump bahkan mengatakan para pembocor itu seharusnya dipenjara seumur hidup. Nada keras tersebut menambah daftar pernyataannya yang kerap memicu kontroversi di tengah isu keamanan nasional.

Baca Juga :  Tiga Posisi, Serangan Persebaya Makin Variatif Berkat Pedro Matos

Pernyataan Trump muncul di tengah sorotan publik terhadap hubungan Amerika Serikat dengan Iran, terutama soal program nuklir dan kemungkinan aksi militer. Dalam kesempatan yang sama, Trump juga sebelumnya menyinggung bahwa perang dengan Iran akan segera berakhir dan harga minyak dapat turun tajam. Namun, fokus utama pidatonya kali ini tertuju pada kebocoran informasi yang menurut dia telah mengacaukan rencana serangan.