Kriminal

Api Dendam: Perselingkuhan Berujung Pembakaran Rumah di Tulungagung

×

Api Dendam: Perselingkuhan Berujung Pembakaran Rumah di Tulungagung

Sebarkan artikel ini

Kobar Api Cemburu: Pria di Tulungagung Bakar Rumah Kekasihnya

Tulungagung, Jawa Timur – Suasana tenteram di Desa Sambijajar, Kecamatan Sumbergempol, Tulungagung, mendadak terusik oleh insiden tragis yang terjadi pada Minggu (11/1/2026) dini hari. Sekitar pukul 02.30 WIB, sebuah rumah di desa yang berjarak kurang lebih 12 kilometer arah tenggara dari pusat kota Tulungagung, dilalap api. Aksi pembakaran ini dilakukan oleh seorang pria berinisial E (46) terhadap rumah kekasihnya, Henik Istiani (41), dipicu oleh amarah dan rasa cemburu yang membuncah.

Peristiwa dramatis ini bermula ketika pelaku, E, mengetahui bahwa kekasihnya, Henik Istiani, pergi bersama pria lain. Luka hati dan rasa pengkhianatan yang dirasakannya memicu amarah luar biasa. E, yang merasa telah banyak berkorban untuk Istiani, tidak dapat mengendalikan emosinya. Puncak dari kekesalannya terwujud dalam tindakan nekat membakar rumah pujaan hatinya.

Menurut keterangan warga setempat, sebelum melakukan aksinya, E mendatangi rumah Istiani dalam keadaan emosi yang memuncak. Ia bahkan sempat mengamuk dan memecahkan seluruh kaca di rumah tersebut dengan tangan kosong, menyebabkan luka pada tangannya.

Warga yang mengetahui kegaduhan tersebut, terutama tetangga yang rumahnya berdekatan, sempat didatangi oleh E. Dengan nada mengancam, E memberitahukan niatnya untuk membakar rumah kekasihnya. “Dia kasih tahu tetangga yang rumahnya berdekatan, dia akan membakar rumah Iis,” ujar salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya.

Baca Juga :  Tembak-Menembak di Perairan Komodo: Terungkap!

Setelah menyampaikan maksudnya, E kemudian masuk ke sebuah warung karaoke yang terletak di depan rumah Istiani. Tak lama berselang, api mulai berkobar di rumah Istiani. Ironisnya, saat kejadian berlangsung, di dalam rumah tersebut terdapat dua orang anak yang merupakan penghuni rumah. Beruntung, kedua anak tersebut berhasil keluar dari rumah melalui pintu belakang sebelum api menjalar lebih luas.

Upaya Pemadaman dan Penyerahan Diri Pelaku

Kobaran api yang membesar dengan cepat berhasil menghanguskan seluruh bangunan rumah Istiani yang berbentuk L. Meskipun banyak bangunan di bagian belakang rumah yang selamat, namun bangunan utama beserta seluruh isinya tak tersisa. Petugas pemadam kebakaran Kabupaten Tulungagung segera merespons laporan warga.

Sebanyak empat unit kendaraan pemadam kebakaran dikerahkan ke lokasi kejadian. Petugas bekerja keras untuk memadamkan api dan memastikan api tidak merembet ke bangunan lain yang berdekatan. Meskipun demikian, besarnya kobaran api membuat seluruh bagian rumah yang terbuat dari bahan mudah terbakar ludes tak tersisa.

Sementara petugas pemadam kebakaran berjuang memadamkan api, pelaku E justru memilih untuk menyerahkan diri kepada pihak kepolisian yang juga telah tiba di lokasi. E langsung dibawa ke Polsek Sumbergempol untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

Kapolsek Sumbergempol, AKP M Anshori, membenarkan bahwa E telah mengakui perbuatannya. “E mengakui dengan sengaja membakar rumah HI (Henik Istiani),” jelasnya. Pihak kepolisian masih terus melakukan penyelidikan mendalam untuk mengungkap seluruh kronologi kejadian. Garis polisi telah dipasang di sekitar lokasi kejadian sebagai bagian dari proses penyelidikan.

Baca Juga :  Batal Nikah, Dipecat, Terancam DO: Nasib Tragis Bripda Seili Usai Habisi Nyawa Kekasih Gelap

Kerugian Materi dan Motif Cemburu

Motif di balik aksi pembakaran ini secara gamblang adalah rasa cemburu pelaku terhadap kekasihnya. “Kami masih melakukan pendalaman perkara,” ujar AKP M Anshori, menegaskan bahwa rasa cemburu adalah pemicu utama kejadian ini. E merasa dikhianati setelah mengetahui Istiani pergi dengan pria lain, terlebih ia merasa telah banyak mengeluarkan tenaga dan materi untuk kekasihnya.

Akibat peristiwa tragis ini, kerugian materi diperkirakan mencapai angka Rp 250 juta. Seluruh bangunan rumah, beserta perabotan dan barang-barang berharga di dalamnya, musnah terbakar. Kasi Penyelamatan dan Evakuasi Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Tulungagung, Iwan Supriyono, menggambarkan kebakaran ini sebagai kebakaran dalam skala besar.

Tim pemadam kebakaran, yang terdiri dari dua mobil penyemprot dan dua mobil penyuplai air, berhasil melokalisasi api dan mencegahnya meluas ke area permukiman. Tugas mereka tidak berhenti pada pemadaman api, tetapi juga memastikan tidak ada bara api yang tersisa yang dapat memicu kebakaran kembali. Kejadian ini menjadi pengingat akan bahaya dari emosi yang tidak terkontrol, terutama ketika dipicu oleh rasa cemburu yang berlebihan.