Laporan Wartawan , Abdul Humul Faaiz
, PARIGI MOUTONG –Bupati Parigi Moutong Erwin Burase menjanjikan peningkatan insentif serta penyediaan fasilitas lengkap bagi kepala sekolah dan tenaga kesehatan yang bertugas di daerah terpencil.
Hal itu disampaikannya usai melantik ratusan kepala sekolah di Auditorium Kantor Bupati Parigi Moutong, Jl Kampali, Kecamatan Parigi, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, Jumat (2/1/2026).
Kebijakan tersebut diharapkan mampu mendorong pemerataan layanan pendidikan dan kesehatan di wilayah yang sulit dijangkau.
Erwin menilai, selama ini penugasan di daerah terpencil masih sering dipandang sebagai beban oleh sebagian aparatur.
Karena itu, pemerintah daerah berupaya mengubah pola tersebut dengan memberikan dukungan yang lebih layak.
Menurut Erwin, peningkatan insentif menjadi salah satu kunci agar kepala sekolah tidak lagi menolak penempatan di wilayah terpencil.
“Kita sudah berjuang untuk insentifnya. Ke depan, kita harapkan kepala sekolah justru berebut ke daerah terpencil, bukan seperti sekarang yang menolak. Insentifnya harus ditingkatkan, begitu juga fasilitasnya,” ucap Erwin sembari memberi perintah ke Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Sunarti.
Selain insentif, pemerintah daerah juga menyiapkan fasilitas penunjang bagi kepala sekolah dan tenaga kesehatan.
Fasilitas tersebut meliputi rumah jabatan serta kendaraan operasional untuk menunjang mobilitas di daerah terpencil.
Kebijakan ini merupakan bagian dari visi dan misi pemerintah daerah yang telah disampaikan sejak masa kampanye.
“Rumah jabatannya harus ada di sana, kendaraannya juga harus disiapkan. Ini bukan hanya untuk pendidik, tapi juga tenaga kesehatan,” tegas pria kelahiran Palu, 14 Juli 1974 itu.
Kebijakan tersebut tidak hanya menyasar kepala sekolah dan guru, tetapi juga tenaga kesehatan yang bertugas di wilayah terpencil.
Selama ini, pemerintah daerah banyak menerima keluhan terkait sulitnya akses transportasi dan keterbatasan tempat tinggal.
Keluhan tersebut datang dari pendidik maupun tenaga kesehatan yang bertugas jauh dari pusat layanan.
Erwin menyebut, pemerintah daerah mengupayakan realisasi peningkatan insentif dan fasilitas tersebut mulai tahun 2026.
Ia berharap, dengan dukungan yang memadai, pelayanan pendidikan dan kesehatan di daerah terpencil Parigi Moutong dapat berjalan lebih optimal dan merata.(*)

















