Kriminal

Demi upah, ibu hamil nekat selundupkan 8 paket narkoba dan obat keras ke Lapas Banceuy Bandung

×

Demi upah, ibu hamil nekat selundupkan 8 paket narkoba dan obat keras ke Lapas Banceuy Bandung

Sebarkan artikel ini

Ringkasan Berita:

  • Petugas Lapas Banceuy berhasil menggagalkan upaya penyelundupan delapan paket narkotika dan 20 butir obat keras yang disembunyikan seorang perempuan hamil. 
  • Pelaku diduga sengaja memanfaatkan kondisinya agar terhindar dari pemeriksaan ketat. 
  • Ia mengaku nekat melakukan aksi ini karena tergiur upah setelah menerima titipan barang untuk seorang narapidana kasus pencurian berinisial MS.

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Nandri Prilatama

, BANDUNG –Petugas Lapas Banceuy berhasil menggagalkan upaya penyelundupan narkotika sebanyak delapan paket dan 20 butir obat keras yang dibawa seorang perempuan berinisial DP yang tengah hamil besar, Sabtu (3/1/2025). 

Upaya penyelundupan ini diketahui saat dilakukan pemeriksaan melalui X-ray, body scanner, serta pemeriksaan manual.

Baca Juga :  K-9 Bea Cukai Batam Kembali Berhasil Deteksi Narkoba, Ini jumlah dan Jenisnya

“Kami temukan bungkusan di sekitar payudara,” ujar Kalapas Banceuy, Eris Ramdani, Minggu (4/1/2025) dalam keterangannya.

Menurut Eris, pemeriksaan semacam itu memang rutin ketika ada pengunjung yang datang. Kedatangan DP untuk menemui MS yang sedang ditahan di Lapas Banceuy karena kasus pencurian yang vonisnya tiga tahun dan telah berada di sana 1,8 tahun.

“Keterangan dari DP ini memang ada yang menitipkan yang menyuruhnya bertemu MS, dan kemungkinan diberikan upah, sehingga memanfaatkan perempuan hamil supaya tak di X-ray,” katanya.

Eris mengaku, perempuan hamil itu saat datang seperti biasa dan gerak-geriknya tak mencurigakan. Tetapi, katanya, kesigapan petugas saat melakukan pemeriksaan secara intensif, sehingga mampu menggagalkan upaya penyelundupan itu.

Baca Juga :  Guru ngaji ketagihan judol malah bunuh teman, gondol uang korban setelah ditikam

“Kami dari bagian depan selalu melakukan pemeriksaan rutin, memeriksa barang-barang yang masuk tanpa terkecuali baik itu pengunjung maupun petugas,” katanya.(*)