Pendaki Hilang di Bukit Mongkrang: Operasi Pencarian Intensif Dilakukan
Seorang pendaki bernama Yasid Ahmad Firdaus dilaporkan hilang setelah terpisah dari rombongan saat melakukan pendakian di Bukit Mongkrang, Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar. Insiden yang terjadi di sekitar Pos 3 Bukit Mongkrang ini telah memicu operasi pencarian intensif oleh tim SAR gabungan yang mengerahkan segala upaya untuk menemukan korban.
Yasid Ahmad Firdaus, seorang pria berusia 26 tahun yang beralamat di Desa Gawanan, Kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar, dilaporkan hilang sejak Senin (20/1/2026). Hilangnya pendaki ini segera menarik perhatian serius dari berbagai pihak terkait, termasuk Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karanganyar.
Kepala Pelaksana BPBD Karanganyar, Hendro Prayitno, mengonfirmasi bahwa upaya pencarian telah dimulai sejak laporan diterima dan terus dilanjutkan dengan strategi yang semakin diperluas. “Pergerakan hari ini dimulai pada pukul 07.00 WIB,” ujar Hendro saat dihubungi pada Selasa (20/1/2026).
Strategi Pencarian yang Komprehensif
Untuk mempercepat proses penemuan Yasid, tim SAR gabungan menerapkan berbagai metode dan memanfaatkan teknologi terkini dalam operasi pencarian. Beberapa langkah utama yang diambil meliputi:
- Pelacakan Perangkat Elektronik: Tim SAR berupaya melakukan pelacakan terhadap IMEI dan nomor ponsel milik korban. Langkah ini diharapkan dapat mempersempit area pencarian secara signifikan dan memberikan petunjuk lokasi terakhir korban.
- Penyisiran Jalur Rawan: Identifikasi dan penyisiran dilakukan di sejumlah titik yang dianggap rawan atau berpotensi dilalui oleh korban. Hal ini mencakup jalur pendakian utama, jalur alternatif, hingga area-area yang sulit dijangkau.
- Teknik Penurunan Vertikal: Untuk menjangkau medan yang curam dan sulit, tim SAR menggunakan teknik penurunan menggunakan alat vertikal. Teknik ini sangat penting untuk mengeksplorasi jurang, tebing, atau area lain yang memerlukan peralatan khusus.
- Pemantauan Udara: Dalam upaya mendapatkan gambaran yang lebih luas dan mendeteksi pergerakan dari ketinggian, tim SAR memanfaatkan drone milik Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Karanganyar. Pemantauan udara ini diharapkan dapat mengidentifikasi keberadaan korban atau jejak yang ditinggalkan.
- Penyisiran Jalur Khusus: Tim SAR juga melakukan penyisiran di jalur pos bayangan–Nguncup. Area ini meliputi jalur sungai hingga kawasan Mranten, yang merupakan bagian penting dari ekosistem perbukitan dan seringkali menjadi rute yang dilalui pendaki.
- Fokus di Sekitar Pos 3: Area di sekitar Pos 3 Bukit Mongkrang, lokasi terakhir korban dilaporkan terlihat, menjadi fokus utama penyisiran. Tim SAR secara cermat menyusuri punggungan dan area sekitarnya untuk mencari petunjuk.
Operasi pencarian ini dijadwalkan akan berlangsung hingga pukul 17.00 WIB, dengan harapan besar agar Yasid dapat segera ditemukan dalam kondisi selamat.
Kronologi Hilangnya Pendaki
Menurut keterangan dari rekan-rekan pendaki, Yasid Ahmad Firdaus melakukan pendakian ke Bukit Mongkrang bersama tiga orang rekannya, yaitu Cahya, Salman, dan Riyan, pada Minggu (18/1) pagi sekitar pukul 06.00 WIB. Pendakian dimulai sekitar pukul 06.30 WIB dan keempatnya berhasil mencapai puncak pada pukul 08.00 WIB.
Saat proses penurunan, keempat pendaki tersebut terpisah di atas Pos 3. Formasi mereka saat itu adalah: Salman di barisan terdepan, diikuti oleh Cahya, lalu Yasid (survivor), dan Riyan di posisi paling belakang.
Salman dan Cahya telah tiba di basecamp dan menunggu kedua rekan mereka. Namun, hanya Riyan yang datang kembali ke basecamp. Ketiadaan Yasid membuat rekan-rekannya segera melaporkan kejadian tersebut kepada petugas basecamp. Laporan hilangnya Yasid ini kemudian diteruskan kepada pihak berwenang, memicu dimulainya operasi pencarian.
Hingga berita ini diturunkan, tim SAR gabungan masih terus berupaya secara maksimal untuk menemukan Yasid Ahmad Firdaus. Semangat pantang menyerah ditunjukkan oleh seluruh elemen yang terlibat demi keselamatan pendaki yang hilang.

















