Kriminal

Kebakaran Cirebon: ODGJ Kabur ke Sawah, Rumah Nyaris Ludes

×

Kebakaran Cirebon: ODGJ Kabur ke Sawah, Rumah Nyaris Ludes

Sebarkan artikel ini

Kebakaran Hebat di Cirebon Diduga Akibat Penghuni Sengaja Bakar Sofa

Sebuah insiden kebakaran yang mengkhawatirkan terjadi di Desa Kejuden, Kecamatan Depok, Kabupaten Cirebon, pada Sabtu sore, 28 Maret 2026. Api dengan cepat melalap sebuah rumah di Perumahan Bukit Kejuden Indah, nyaris menghanguskan seluruh bangunan. Dugaan kuat menyebutkan bahwa api dipicu oleh ulah penghuni rumah yang dilaporkan mengalami gangguan kejiwaan (ODGJ) yang dengan sengaja membakar perabotan di dalam rumah.

Peristiwa kebakaran ini sontak menimbulkan kepanikan di kalangan warga sekitar. Rekaman video yang beredar memperlihatkan kobaran api yang membesar dari dalam rumah bercat hijau muda, diiringi gumpalan asap hitam pekat yang membumbung tinggi ke angkasa. Warga setempat terlihat panik, berlarian membawa ember berisi air dan berteriak meminta pertolongan, berupaya memadamkan api secara manual sebelum bantuan datang.

Pihak Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kabupaten Cirebon segera merespons laporan kebakaran tersebut. Kepala Bidang Kedaruratan DPKP Kabupaten Cirebon, Eno Sudjana, mengonfirmasi penerimaan laporan pada pukul 16.02 WIB. Menindaklanjuti laporan tersebut, satu unit armada pemadam kebakaran beserta personelnya segera dikerahkan menuju lokasi kejadian di Perumahan Bukit Kejuden Blok F, RT 003 RW 007, Desa Kejuden.

Setibanya di lokasi pada sekitar pukul 16.14 WIB, petugas pemadam kebakaran langsung dihadapkan pada situasi yang genting. Api telah membesar dan menyebar dengan cepat. Namun, berkat kesigapan dan kerja keras para petugas, dalam waktu kurang lebih 30 menit, api berhasil dikendalikan. Proses pendinginan lanjutan kemudian dilakukan selama sekitar 45 menit untuk memastikan tidak ada lagi titik api yang tersisa.

Baca Juga :  Mantan kades di Ogan Ilir ini dijebloskan polisi ke Lapas Tanjung Raja, korupsi dana desa Rp388 juta

Kronologi Kejadian dan Dugaan Penyebab Kebakaran

Berdasarkan keterangan dari warga sekitar dan hasil penelusuran sementara, dugaan terkuat penyebab kebakaran adalah aksi sengaja dari salah satu penghuni rumah yang diduga ODGJ. Pelaku dilaporkan membakar sebuah kursi sofa di ruang tamu rumah tersebut. Api kemudian dengan cepat menjalar dan membakar barang-barang lain yang mudah terbakar di sekitarnya.

Situasi menjadi semakin mencekam ketika api mulai membesar. Alih-alih berusaha memadamkan api, pelaku yang diduga ODGJ tersebut justru melarikan diri ke area persawahan yang berada di dekat perumahan. Tindakan ini semakin menambah kekhawatiran warga dan menyulitkan upaya pemadaman awal.

Dampak dan Kerugian Akibat Kebakaran

Meskipun api berhasil dipadamkan dan tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka-luka, insiden kebakaran ini mengakibatkan kerugian material yang cukup signifikan. Sejumlah barang berharga di dalam rumah dilaporkan habis terbakar, termasuk kursi sofa, lemari kecil, televisi, dan speaker aktif.

Luas area bangunan yang terbakar diperkirakan mencapai 27 meter persegi dari total luas bangunan sekitar 72 meter persegi. Kerugian finansial akibat kebakaran ini ditaksir mencapai Rp50 juta.

Proses pemadaman dan pendinginan selesai sepenuhnya pada pukul 17.29 WIB. Setelah dilakukan pengecekan akhir oleh komandan regu bersama anggota pemadam kebakaran dan dibantu oleh warga, lokasi dinyatakan aman.

Peristiwa kebakaran di Desa Kejuden ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat mengenai kewaspadaan terhadap potensi bahaya kebakaran. Faktor-faktor internal rumah tangga, termasuk kelalaian atau tindakan yang tidak disengaja, dapat menjadi pemicu kebakaran yang serius.

Baca Juga :  Pesilat Pagar Nusa Tewas: Geng Motor Serang Brutal di Demak

Pencegahan Kebakaran: Langkah-Langkah Krusial

Insiden ini menekankan pentingnya upaya pencegahan kebakaran yang komprehensif, terutama dalam lingkup rumah tangga. Beberapa langkah krusial yang dapat diambil antara lain:

  • Pemeriksaan Rutin Instalasi Listrik: Pastikan instalasi listrik di rumah dalam kondisi baik dan tidak ada kabel yang terkelupas atau korsleting.
  • Penyimpanan Bahan Mudah Terbakar: Simpan bahan-bahan yang mudah terbakar, seperti minyak tanah, bensin, atau cairan pembersih, di tempat yang aman dan jauh dari sumber api.
  • Perhatian terhadap Kompor dan Peralatan Dapur: Selalu periksa kompor sebelum meninggalkan rumah atau saat tidur. Pastikan tidak ada kebocoran gas dan peralatan dapur dalam kondisi baik.
  • Penggunaan Peralatan Elektronik: Cabut steker peralatan elektronik yang tidak digunakan untuk mencegah korsleting listrik.
  • Edukasi Anggota Keluarga: Berikan pemahaman kepada seluruh anggota keluarga, terutama anak-anak, mengenai bahaya api dan cara bertindak jika terjadi kebakaran.
  • Ketersediaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR): Sediakan APAR di rumah dan pastikan setiap anggota keluarga tahu cara menggunakannya.
  • Kesadaran terhadap Kondisi Penghuni: Bagi keluarga yang memiliki anggota keluarga dengan kondisi kejiwaan, diperlukan perhatian ekstra dan pengawasan yang lebih ketat untuk mencegah tindakan yang dapat membahayakan diri sendiri maupun orang lain.

Meskipun dalam kasus ini diduga ada unsur kesengajaan, penting untuk selalu mengantisipasi berbagai kemungkinan penyebab kebakaran. Kesadaran dan tindakan preventif adalah kunci utama untuk menjaga keamanan dan keselamatan diri serta keluarga dari ancaman kebakaran. Pihak berwenang juga terus mengimbau masyarakat untuk selalu berhati-hati dan melaporkan setiap potensi bahaya kebakaran yang terdeteksi.