Nenek Bertongkat Diduga Lakukan Serangkaian Pencurian, Aksi Terekam CCTV dan Viral
Sebuah aksi pencurian yang tidak biasa dilakukan oleh seorang wanita lanjut usia (lansia) bertongkat di dua lokasi berbeda baru-baru ini menjadi sorotan publik setelah rekaman videonya menyebar luas di media sosial. Lansia yang diduga melakukan kejahatan ini beraksi di sebuah toko hewan peliharaan di kawasan Sawangan, Kota Depok, pada Rabu pagi, 25 Maret 2026. Kejadian di Depok ini terungkap bukan yang pertama kali, karena pelaku ternyata juga pernah melakukan tindakan serupa di kawasan Cipinang Muara, Jatinegara, Jakarta Timur.
Di toko hewan peliharaan di Depok, lansia tersebut berhasil membawa kabur sejumlah barang berharga. Dari meja kasir, ia berhasil mengambil satu unit ponsel merek Xiaomi Redmi Note 14. Tidak hanya itu, pelaku juga berhasil menggondol uang tunai sebesar Rp 1,8 juta dari lokasi yang sama. Dengan demikian, total kerugian yang dialami oleh pemilik toko diperkirakan mencapai Rp 3,8 juta. Seluruh rangkaian aksinya ini terekam oleh kamera CCTV, dan rekaman tersebutlah yang kemudian menjadi viral dan menarik perhatian banyak orang.
Pihak kepolisian kini telah mengantongi identitas wanita lansia tersebut dan memastikan bahwa pelaku yang beraksi di Jakarta Timur dan Depok adalah orang yang sama. Kepala Seksi Humas Polres Metro Depok, AKP Made Budi, mengonfirmasi hal ini. Menurutnya, identitas pelaku sudah diketahui dan saat ini pihaknya sedang berkoordinasi dengan Polres Jakarta Timur untuk proses penyelidikan lebih lanjut. “Pelaku (di TKP Jakarta Timur dan Depok) orang yang sama,” ujar AKP Made Budi pada Sabtu, 28 Maret 2026.
Kronologi Kejadian di Depok
Peristiwa pencurian di Depok ini terjadi pada Rabu, 25 Maret 2026, sekitar pukul 09.00 WIB. Saat itu, korban yang berinisial AZF sedang membuka toko miliknya seorang diri. Tanpa disadari oleh korban, pelaku masuk ke dalam toko dan dengan lihai mengambil ponsel Xiaomi Redmi Note 14 yang tergeletak di meja kasir.
Selain ponsel, pelaku juga dengan sigap mengambil uang tunai senilai Rp 1,8 juta. Total kerugian diperkirakan mencapai Rp 3,8 juta. Korban baru menyadari hilangnya barang-barang berharga tersebut sekitar 30 menit kemudian ketika ia kembali ke meja kasir.
Aksi pelaku berhasil terekam oleh kamera CCTV toko. Rekaman tersebut kemudian diunggah ke akun Instagram @infodepok_id dan dengan cepat menjadi viral. Dalam rekaman CCTV tersebut, terlihat seorang nenek yang berjalan pincang sambil menggunakan tongkat. Ia mengenakan pakaian berwarna merah. Pelaku terlihat mendekati meja kasir, lalu dengan gerakan cepat mengambil uang tunai dari laci kasir. Uang tersebut kemudian dilipat dan dimasukkan ke dalam kantong celananya. Sebelum mengambil uang, pelaku juga sempat mengambil ponsel yang ada di atas meja kasir.
Aksi di Jakarta Timur yang Gagal
Ternyata, nenek bertongkat ini tidak hanya beraksi di Depok. Ia juga pernah mencoba melakukan aksi serupa di kawasan Cipinang Muara, Jatinegara, Jakarta Timur. Namun, di lokasi kedua ini, aksinya tidak berjalan mulus. Ia tertangkap basah oleh pemilik rumah yang sedang ia masuki.
Kapolsek Jatinegara, Kompol Samsono, menjelaskan bahwa pelaku masuk ke rumah warga dengan dalih ingin menggunakan toilet. “Penghuni rumah mendapati terduga sudah masuk ke dalam rumah melalui warung yang terhubung langsung ke rumah,” ujar Kompol Samsono pada Jumat, 27 Maret 2026.
Setelah penghuni rumah memeriksa pelaku, tidak ditemukan adanya barang yang hilang dari rumah tersebut. Pelaku kemudian diminta untuk keluar dari rumah. Kejadian ini juga direkam oleh penghuni rumah dan diunggah ke media sosial, yang kemudian turut menjadi viral.
Imbauan dan Penyelidikan Lebih Lanjut
Dalam kasus di Jatinegara, meskipun pelaku tertangkap basah, pihak kepolisian tidak melanjutkan proses hukum karena tidak ada laporan kehilangan dari pihak korban. “Tidak ada barang yang hilang, kami mengimbau masyarakat untuk lebih peduli dan berhati-hati terhadap orang yang tidak dikenal,” kata Kompol Samsono. Polisi juga menambahkan imbauan agar masyarakat lebih waspada dan berhati-hati dalam menjaga lingkungan mereka.
Meskipun demikian, identitas nenek tersebut saat kejadian di Jakarta Timur belum diketahui oleh polisi. Namun, dengan adanya konfirmasi dari Polres Metro Depok, kini jelas bahwa kedua peristiwa tersebut melibatkan pelaku yang sama. Koordinasi antara kepolisian di kedua wilayah tersebut diharapkan dapat mempercepat proses identifikasi dan penangkapan pelaku untuk mencegah aksi serupa terulang di masa mendatang.
Kejadian ini menimbulkan berbagai pertanyaan di masyarakat, terutama mengenai motif dan kondisi pelaku. Meskipun aksinya tergolong kriminal, banyak yang merasa iba melihat seorang lansia melakukan tindakan tersebut. Namun, pihak kepolisian menekankan pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, serta mengajak warga untuk senantiasa waspada terhadap potensi tindak kejahatan, terlepas dari siapa pelakunya.

















