Nasional

Rekrutmen 20 Ribu Awak Kapal KKP 2026 Dibuka, Ini Cara Daftarnya

×

Rekrutmen 20 Ribu Awak Kapal KKP 2026 Dibuka, Ini Cara Daftarnya

Sebarkan artikel ini

Peluang Kerja Besar di Sektor Maritim

Pemerintah kembali membuka peluang kerja besar di sektor maritim melalui program rekrutmen awak kapal perikanan (AKP) yang digagas Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Program ini menargetkan puluhan ribu tenaga kerja untuk mendukung modernisasi armada perikanan nasional dalam beberapa tahun ke depan. Langkah ini bukan sekadar membuka lowongan, tetapi menjadi bagian dari transformasi sektor perikanan tangkap menuju sistem yang lebih modern, terintegrasi, dan kompetitif secara global.

Target 20 Ribu Tenaga Kerja untuk Ribuan Kapal

KKP menargetkan sekitar 20.094 awak kapal untuk mengoperasikan 1.582 unit kapal yang tengah dibangun dan disiapkan. Direktur Jenderal Perikanan Tangkap, Lotharia Latif, menyebut kebutuhan tenaga kerja ini sejalan dengan pengembangan armada nasional. Program ini tidak hanya menciptakan lapangan kerja di laut, tetapi juga diperkirakan menggerakkan ratusan ribu tenaga kerja lain dalam rantai industri perikanan.

Rincian Kebutuhan Awak Kapal

Kebutuhan tenaga kerja dibagi berdasarkan ukuran kapal dan posisi jabatan sebagai berikut:

Berdasarkan ukuran kapal:

  • Kapal 30 GT: sekitar 10.000 orang
  • Kapal 200 GT: sekitar 9.469 orang
  • Kapal 500 GT: sekitar 625 orang

Berdasarkan jabatan:

  • Nakhoda: 1.582 orang
  • Fishing master: 577 orang
  • Kepala kamar mesin (KKM): 1.582 orang
  • Perwira: 4.935 orang
  • Anak buah kapal (ABK): 11.418 orang
Baca Juga :  3 Keputusan Kontroversial Ma Ning, Wasit Irak vs Indonesia: Jay Idzes dan Thom Haye Kepo

KKP menargetkan lulusan sekolah pelayaran dan politeknik perikanan dalam negeri untuk mengisi posisi tersebut guna meningkatkan kualitas SDM maritim.

Jadwal Rekrutmen dan Tahapan Seleksi

Proses seleksi dilakukan secara bertahap dengan jadwal sebagai berikut:
* Pendaftaran: 4 Mei – 4 Juni 2026

Pengumuman hasil seleksi: 27 Juli 2026

Pelatihan dan sertifikasi: 3 Agustus – 30 Oktober 2026

* Penempatan kerja: 1 November – 23 Desember 2026

Peserta tidak hanya menjalani seleksi administrasi, tetapi juga pelatihan teknis, termasuk penggunaan alat tangkap ramah lingkungan dan pengelolaan hasil perikanan berbasis rantai dingin.

Syarat Umum Pendaftaran Awak Kapal KKP 2026

Berikut persyaratan yang wajib dipenuhi pelamar:
* Warga Negara Indonesia (WNI)

Usia sesuai ketentuan program

Pendidikan minimal SD atau sederajat

Mampu membaca dan menulis Bahasa Indonesia

Sehat jasmani dan rohani (dibuktikan surat keterangan sehat)

Tidak buta warna dan tidak memiliki gangguan penglihatan berat

Memiliki SKCK yang masih berlaku

Bebas NAPZA (dibuktikan surat keterangan resmi)

Bersedia mengikuti seluruh tahapan seleksi

Bersedia ditempatkan di seluruh wilayah Indonesia

Bersedia bekerja minimal 1 tahun

Memiliki sertifikat BST-F Tingkat II yang masih berlaku

Memiliki Kartu Pencari Kerja (AK-1) (opsional)

Baca Juga :  Tiga Saran Asosiasi DPLK: Jaga Dana Pensiun Anda Hingga 2026

Cara Daftar Lowongan Awak Kapal KKP

Pendaftaran dilakukan secara online melalui situs resmi KKP di https://elaut-bppsdm.kkp.go.id/akp/. Pelamar wajib membuat akun dengan mengisi data diri seperti nama lengkap, email, dan kata sandi. Setelah itu, peserta harus:
* Melengkapi profil

Mengunggah dokumen persyaratan

Memastikan seluruh data benar sebelum disimpan

Perlu diperhatikan, sistem tidak menyediakan fitur edit data. Jika terjadi kesalahan, pelamar harus mengulang proses pendaftaran dari awal.

Dampak Ekonomi dan Modernisasi Armada

Program ini mencakup pembangunan 1.582 kapal yang terdiri dari:
* 1.000 kapal ukuran 30 GT

557 kapal ukuran 200 GT

25 kapal ukuran 500 GT

Sebagian kapal kecil akan dikelola melalui program Kampung Nelayan Merah Putih berbasis koperasi, sedangkan kapal besar akan beroperasi di laut lepas bersama BUMN perikanan. Secara keseluruhan, program ini diperkirakan mampu menyerap lebih dari 500 ribu tenaga kerja dalam ekosistem industri perikanan, bahkan berpotensi mencapai 600 ribu orang. Dengan dukungan investasi besar dan kerja sama internasional, modernisasi armada ini diharapkan memperkuat posisi Indonesia sebagai kekuatan utama di sektor perikanan global.