Berita PilihanDaerahKepriNatunaNewsPolitik

Rusdi: Surat Pengunduran Saudra Ibrahim Murni Keinginan Sendiri, Bukan Paksaan Dari Partai

×

Rusdi: Surat Pengunduran Saudra Ibrahim Murni Keinginan Sendiri, Bukan Paksaan Dari Partai

Sebarkan artikel ini
Rusdi Ketua DPC Partai PDIP Natuna (Foto: Herman)

Alreinamedia.com-Natuna,Di Gugatnya Proses PAW yang dilakukan saudra Ibrahim melalui kuasa Hukumnya Muhajirin, Membuat Partai berlogo Kepala Banteng Angkat Bicara.

Rusdi selaku Ketua Partai PDIP Natuna, saat di konfirmasi senin (13/2/23) merasa kesal terkait ucapan yang disampaikan oleh Kuasa Hukum Ibrahim.

“Terkait yang di sampaikan saudra Ibrahim melalui kuasa hukumnya, kami dari partai PDIP tidak pernah menjanjikan hal yg bukan ranah nya kami seperti janji Sp3. ” ngaur sdra ibrahim ngomong seperti itu ujar Rusdi kembali

Coba di cek lagi lah surat kesepakatan nya, bersama junaidi kemaren, jangan asal ngomong di media.Apa lagi di bilang mengundurkan diri ada unsur paksaan.

Paksaan dari mana, sudah jelas surat pengunduran diri itu, dia tanda tangani atas kesepakan nya bersama junaidi pada tanggal 10 agustus 2022, yang mana kedua belah pihak sepakat berjanji, bahwa saudra junaidi bersedia menarik laporan di polda kepri, terkait dugaan ijazah palsu saudra ibrahim yang mana dilaporkan pada tgl 15 september 2021 dan saudara ibrahim bersedia mengundurkan diri dari anggota DPRD.

Baca Juga :  Gov’t to Immediately Inject FMD Vaccines to Livestock

Ditambahnya lagi, Rusdi juga menyebutkan surat itu di tanda tangani tgl 29 juli 2022 dan surat tersebut di serah kan kepada kami DPC PDIP Natuna.

Setelah itu, hasil kesepakatan kedua kader tersebut, pencabutan laporan nya kami kirim kan ke polda kepri dan surat pengunduran diri ibrahim langsung kami proses sesuai mekanisme partai .

Jadi saya sangat menyayangkan, kalau ibrahim bilang ada tekanan dri Pak Lis darmasyah dan Pak sahat sianturi mereka enggak pernah memaksa untuk mengundurkan diri, malahan mereka pengurus DPD, selama ini sudah bnyak membantu kami DPC terkait hal kedua kader kami tersebut dan beliau hanya menyaran kan kepada kami DPC PDIP, cari lah solusi terbaik.

Baca Juga :  Semangat Kemerdekaan Warnai Festival Budaya di Kelurahan Kayu Putih, Kupang

Karna kedua orang ini adalah kader partai, hanya itu saja ngak ada maksa-maksa suruh mundur diri yang seperti di sampaikan ibrahim melalui kuasa hukumnya dan dalam kesepakatan ibrahim dan junaidi tgl 10 agustus 2022 itu sudah jelas kok, mereka berjanji tidak akan melakukan tuntutan satu sama lain dalam bentuk apa pun.Kok hari ini ibrahim yang jadinya menuntut Pungkas Rusdi Ketua DPC Partai PDIP Natuna. (Arizki)

Redaktur: Erwin Syahril