Berita Utama

Sadis, Alasan Himpitan Ekonomi Seorang Ibu Buang Anak Balitanya ke Aliran Sungai

×

Sadis, Alasan Himpitan Ekonomi Seorang Ibu Buang Anak Balitanya ke Aliran Sungai

Sebarkan artikel ini

Alreinamedia.com, Bandung – Malang nasib Muhammad Fazar Sulaiman. Anak berusia 16 bulan itu tewas dan ditemukan di aliran Sungai Singaparaya oleh warga sekitar, Rabu (5/4) sekitar Pukul 17.30 WIB.

Tidak ada yang menyangka, Fazar meninggal di tangan ibu kandungnya sendiri Fitriani yang merupakan tersangka dalam kasus ini. Nyawa Fazar hilang setelah dihanyutkan ke aliran Sungai Singaparaya, Kampung Ciceret 03/13, Desa Ciapus, Kecamatan Banjaran, Kabupaten Bandung, Rabu (5/4) sekitar Pukul 17.30 WIB.

Hal tersebut dibenarkan oleh Kapolsek Banjaran Kompol Susi Rachmi. Susi mengatakan Fitriani ditetapkan sebagai pelaku setelah dilakukan pengeAMangan. “Kami dapat laporan dari warga ada penemuan mayat, tidak jauh dari sana kami juga menemukan kain gendongan bayi, setelah ramai ibu korban mengakui bahwa itu anaknya. Tapi kami menemukan kejanggalan, mana mungkin ada balita yang belum bisa jalan bisa jatuh ke sungai dan raut wajah si ibunya tidak sedih sedikitpun, dari sana kami menaruh curiga,” kata Susi kepada detikcom, Kamis (6/4).

Baca Juga :  Gara-gara Ditolak Bercinta, Kakek 80 Tahun Ini Bunuh Istri

Polsek Banjaran mengamankan ibu korban untuk dimintai keterangan. Benar saja, yang menjadi pelaku pada kejadian ini ibu korban sendiri. Kepada Polisi pelaku mengaku menghanyutkan anaknya atas latarbelakang ekonomi.

“Saat itu, pelaku menggendong anaknya. Di atas jeAMatan pelaku melihat keadaan sekitar, setelah dirasa aman pelaku melemparkan anaknya ke aliran sungai dari atas jeAMatan tersebut,” taAMahnya.

Susi mengungkapkan, pelaku menyaksikan saat anaknya hanyut terbawa derasnya aliran sungai. Setelah anak malang tersebut jauh terbawa aliran sungai pelaku berjalan meneruskan perjalanan, meninggalkan lokasi dan berjalan menuju Kampung Panenjoan, Desa Ciapus, Kecamatan Banjaran. Saat melintasi pohon pisang kain untuk menggendong anaknya dibuang untuk menghilangkan jejak.

Baca Juga :  Pangarmabar Laksamana Muda TNI Aan Kurnia Apresiasi Kinerja WFQR Lantamal IV/Tanjungpinang

“Pelaku sudah mendekam di jeruji besi Polsek Banjaran,” pungkasnya.

Polisi masih menyelidiki motif aksi durjana Fitriyanti. “Kami terus mendalami apa sebenarnya motif ibu itu melempar anak kandungnya ke sungai,” kata Kabidhumas Polda Jabar KoAMes Pol Yusri Yunus via telepon, Jumat (7/4).

Perkara tersebut, saAMung Yusri, ditangani Polsek Banjaran. Pelaku saat ini menjalani pemeriksaan intensif oleh penyidik. “Sejumlah saksi turut didengar keteranganya,” ucap Yusri.(AM/detik)