Penyelidikan Kasus Nenek Sutinem di Wonogiri Berlanjut, Bukti Minim Jadi Kendala
WONOGIRI – Lima bulan berlalu sejak penemuan jasad Sutinem (63) di rumahnya di Desa Mlokomanis Wetan, Kecamatan Ngadirojo, Kabupaten Wonogiri, kasus dugaan pembunuhan ini masih menyisakan misteri. Pihak kepolisian terus berupaya mengungkap pelaku dan motif di balik kematian tragis nenek tersebut, meskipun sejumlah kendala, terutama minimnya alat bukti, masih menghambat proses penetapan tersangka.
Kasatreskrim Polres Wonogiri, Iptu Agung Sedewo, menegaskan bahwa pihaknya tidak tinggal diam. Berbagai upaya penyelidikan telah dilakukan, termasuk penerapan metode scientific investigation dan pemeriksaan terhadap puluhan saksi. Hingga kini, sekitar 20 orang telah dimintai keterangan untuk mengumpulkan informasi yang dapat mengarah pada pelaku.
“Kami sudah melakukan scientific investigation, pemeriksaan saksi sebanyak kurang lebih 20-an orang juga sudah,” ujar Agung Sedewo, Minggu (28/12/2025).
Namun, hingga saat ini, polisi belum dapat menetapkan tersangka dalam kasus ini. Agung Sedewo menjelaskan bahwa minimnya alat bukti menjadi tantangan utama dalam proses penyidikan. Pihaknya memilih untuk berhati-hati dan tidak terburu-buru dalam mengambil keputusan agar tidak terjadi kesalahan dalam penegakan hukum.
“Sampai saat ini memang kita belum menetapkan tersangka atau pelaku karena minimnya alat bukti. Kita tidak berani gegabah,” tegasnya.
Meskipun menghadapi kesulitan, Agung memastikan bahwa penyelidikan tidak akan dihentikan. Kepolisian berkomitmen untuk terus mengusut kasus ini hingga titik terang, yaitu terungkapnya pelaku dan motif di balik kematian Sutinem. “Terus, terus kita usut,” katanya, menunjukkan tekad untuk menyelesaikan kasus ini.
Kronologi Penemuan Jasad Sutinem yang Menggemparkan
Penemuan jasad Sutinem pada Minggu (6/7/2025) pagi di kediamannya sendiri di Ngadirojo, Wonogiri, menyisakan keprihatinan mendalam. Kasi Humas Polres Wonogiri, AKP Anom Prabowo, menjelaskan bahwa korban ditemukan dalam kondisi yang sangat memilukan.
Menurut keterangan Anom Prabowo, Sutinem ditemukan tergeletak di ruang tamu rumahnya dengan posisi tangan terikat di bagian depan menggunakan seutas kain. Lebih lanjut, wajah korban ditutupi oleh bantal, dan yang lebih mengejutkan, korban ditemukan tanpa mengenakan pakaian bagian bawah.
“Korban ditemukan tergeletak di ruang tamu dengan kondisi tangan terikat kain di depan dan wajah tertutup bantal. Selain itu, korban sudah tidak menggunakan pakaian bawah,” jelasnya saat berada di lokasi kejadian.
Penemuan tragis ini berawal dari kecurigaan seorang tetangga korban. Tetangga tersebut merasa heran karena lampu di rumah Sutinem masih menyala meskipun hari sudah mulai terang.
Kronologi Penemuan Jasad Sutinem yang Menggemparkan (Lanjutan)
Tetangga yang curiga tersebut kemudian mencoba mengetuk pintu depan rumah korban, namun tidak mendapatkan respons. Karena tidak ada jawaban, tetangga itu akhirnya mencoba masuk melalui pintu belakang rumah.
“Akhirnya bisa masuk, tapi sesampainya di dalam terkejut korban sudah dalam keadaan terlentang. Ditemukan jam 07.00 WIB,” ungkapnya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, Sutinem diketahui tinggal seorang diri di rumah tersebut. Ketiga anaknya telah berkeluarga dan tinggal terpisah dari ibunya.
Dari pemeriksaan luar yang dilakukan di tempat kejadian, petugas menemukan adanya memar di bagian belakang telinga kiri korban. Namun, tidak ada luka lain yang terlihat secara kasat mata.
Kasi Humas menambahkan bahwa pihaknya belum dapat menarik kesimpulan definitif mengenai penyebab kematian korban, apakah murni pembunuhan atau ada faktor lain. Untuk memastikan penyebab kematian secara medis, jenazah Sutinem segera dibawa ke Rumah Sakit dr. Moewardi, Solo, untuk menjalani proses otopsi.
“Kami belum berani menyimpulkan korban merupakan pembunuhan. Saat ini korban dilakukan otopsi,” paparnya.
Proses otopsi diharapkan dapat memberikan petunjuk krusial yang dapat membantu kepolisian dalam mengungkap tabir misteri di balik kematian Sutinem dan membawa pelaku ke hadapan hukum.
















