“Kalau barangnya sudah ada, pemerintah bisa memasok ke pasar modern atau toko ritel. Berikan stok yang banyak ke ritel, karena toko ritel takut kalau menjual di atas HET. Kalau stok gula di toko ritel banyak, mau tidak mau yang di pasar tradisional akan turun,” tutur Mendag Agus.
Seperti diberitakan sebelumnya, upaya membanjiri pasar juga dilakukan dengan menugaskan Perum Bulog menyalurkan stok gula. Kemendag juga menugaskan tiga BUMN untuk mengimpor gula kristal putih (GKP) yaitu Bulog 50 ribu ton, PT Perusahaan Perdagangan Indonesia ( PPI) 50 ribu ton, Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) 50 ribu ton.
Perum Bulog telah merealisasikan penugasan dan telah menggelontorkan gula kristal putih (GKP) atau gula pasir yang biasa dikonsumsi masyarakat sebanyak 22 ribu ton hingga akhir pekan ini untuk menjamin ketersediaan gula menjelang Lebaran. Pemerintah juga mengalihkan gula rafinasi menjadi gula konsumsi untuk memenuhi kebutuhan pasar sebesar 250.000 ton. Dia berharap pengalihan itu bisa menekan harga gula.
Sumber : InfoPublik
















